Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Rakyat Bandung Menyambut Bung Karno dengan Meriah

Gambar
  Rakyat Bandung Sambut Sukarno dengan Meriah, begitu judul sub bab dari   buku Supeni (Napak Tilas Bapak-Bapak Pejuang Menuju Indonesia Merdeka Adil dan Makmur, 2001). Saya akan menyampaikan beberapa fakta dari peristiwa yang terjadi pada 22 April 1959 tersebut. Menerima Resolusi Kembali ke UUD 1945 Pada hari Rabu tanggal 22 April 1959 pukul 08.40 WIB pesawat AURI Merbabu T-406 yang membawa rombongan Presiden Sukarno, PM Djuanda, Wakil PM I Hardi, dan ketua DPR Sartono mendarat di pangkalan “Husein Sastranegara”   Bandung. Presiden disambut oleh Panglima TT III Kolonel Kosasih, Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara Letkol Wiriadinata, para menteri dan para pejabat baik sipil maupun militer setempat. Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya diperdengarkan, rombongan menuju ruangan atas   dan di sana dilangsungkan upacara penyerahan resolusi mendukung gagasan kembali ke UUD 1945 yang merupakan hasil Rapat Raksasa   Persatuan yang telah dilangsungkan ...

Piagam Bandung yang Layu Sebelum Berkembang

Gambar
  Dalam pidatonya pada Seminar Pancasila di Universitas Gajah Mada Yogyakarta 20 Februari 1959 Bung Karno berkata bahwa ia   akan meminta Konstituante untuk menyetujui anjurannya kembali kepada UUD 1945 dan bersama sama menandatangani Piagam Bandung yang berbunyi bahwa Republik Indonesia sekarang berundang-undang dasar UUD 1945. Diharapkan Piagam Bandung tersebut sudah ditandatangani sebelum 17 Agustus 1959 supaya pada tanggal 17 Agustus 1959 Republik kembali kepada Republik yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Apakah Piagam Bandung Itu ? Pada tanggal 2 Maret 1959 pukul 19.30 dalam Rapat Pleno DPR Perdana Menteri Djuanda menyampaikan pidato mengenai pelaksanaan Demokrasi Terpimpin. Dalam pengantar pidatonya Djuanda menyampaikan bahwa sejak tahun 1949 negara menghadapi kesulitan-kesulitan di bidang politik, ekonomi, militer dan kemasyarakatan. Kelemahan terjadi antara lain karena banyaknya partai-partai dan fraksi-fraksi dalam DPR, tidak adanya stabilitas ...