Malaka Tetap Bersikukuh Mendirikan Federasi Terlepas dari Temuan Jajak Pendapat PBB
Pada tanggal 29 Agustus 1963, Tunku Abdul Rahman mengumumkan bahwa federasi Malaysia akan didirikan pada tanggal 16 September 1963. Tunku Abdul Rahman menyatakan bahwa Federasi Malaysia akan tetap diresmikan pada tanggal itu terlepas dari apakah hasil jajak pendapat yang diselenggarakan PBB menunjukkan bahwa rakyat Sarawak dan Sabah ingin bergabung ke dalamnya atau tidak. Pernyataan Tunku tersebut dilaporkan dalam New York Times dengan judul yang jelas-jelas membuat kecewa Indonesia: "Malaka Promises A Federation Regardless of Findings by UN" (Malaka Tetap Bersikukuh Mendirikan Federasi Terlepas dari Temuan Jajak Pendapat PBB." (New York Times, 30 Agustus 1963). Indonesia mencurigai adanya intrik-intrik Inggris dan tidak suka dengan fakta tersebut. (Wardaya 2008: 323).