Postingan

Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)

Haris Setyawan  menulis dalam sebuah artikelnya bahwa di masa pemerintahan Orde Lama, Presiden Sukarno pernah berambisi memproduksi kekuatan senjata nuklir di Indonesia. Salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan negara Indonesia yang berdikari dan menciptakan perdamaian dunia. Namun, cita-cita itu gagal pasca terjadinya G30S yang membuat Republik Rakyat Cina (RRC) batal memberikan dukungan.  Ambisi Sukarno untuk membuat senjata nuklir, diungkapkannya di Kongres Muhammadiyah di Bandung pada 24 Juli 1965. Dalam pidatonya, ia berkata bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki senjata nuklir. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan berhasil membuat bom atom sendiri,” ujarnya dikutip dari buku berjudul Nuklir Sukarno: Kajian Awal atas Politik Tenaga Atom Indonesia 1958- 1967 yang ditulis oleh Teuku Reza Fadeli.  Pernyataan Sukarno tersebut menjadi indikasi terjadinya perubahan orientasi pengembangan nuklir di Indonesia. Tujuan semula untuk perdamaian (atoms for pe...

Para Pejuang Mendirikan Partai Rakyat Indonesia (PRI)

Partai Rakyat Indonesia (PRI) didirikan oleh Sutomo (Bung Tomo) bersama para pejuang pada tanggal 20 Mei 1950 dengan Pancasila sebagai asasnya. Partai bergerak di bidang politik ekonomi dan sosial dan  bertujuan (a) mempertahankan dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; (b) mewujudkan susunan negara yang berdasarkan Panca Sila; (c) mencapai terlaksananya peri kemanusiaan dan perdamaian dunia atas dasar kekeluargaan dan mengakui serta menghargai kemerdekaan dan kedaulatan masing-masing.  PRI didirikan tanpa membeda-bedakan latar belakang. Mereka terikat oleh satu tujuan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Para pejuang itu ada yang langsung memanggul senjata, ada yang secara tidak langsung berjuang berdampingan dengan rakyat dalam bentuk-bentuk kelasykaran, dan ada yang berada dalam organisasi-organisasi ketentaraan resmi, seperti yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia, Angkatan Laut ...

Kostrad

Komando Cadangan Strategis TNI-AD Dharma Putra Komando Cadangan Strategis TNI-AD Dharma Putra lebih dikenal dengan singkatan Kostrad. Kostrad merupakan salah satu Komando Utama (Kotama) Mabes ABRI. Markas Komando Kostrad melakukan pembinaan dan operasi sekaligus, dengan tugas pokok : (1) Membina kesiapan operasi atas semua jajaran komandonya; (2) Menyelenggarakan operasi pertahanan keamanan tingkat strategik, sesuai dengan kebijakan Panglima ABRI. Komando utama (Kotama)  ini secara resmi dibentuk pada 6 Maret 1961, dipimpin oleh seorang Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang berpangkat Mayor Jenderal.  Sebagai Kotama TNI-AD maupun Kotama Mabes ABRI, Kostrad dapat ditempatkan di bawah perintah sebuah Komando Gabungan ABRI.  Hingga kini Kostrad telah menyelesaikan beragam tugas nasional penting seperti Operasi Trikora tahun 1961-1962, Operasi Dwikora tahun 1964-1965, Operasi Penumpasan Gestok tahun 1966-1967, Operasi Penumpasan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kali...

Korps Baret Biru (Brimob)

Brimob (Brigade Mobil) adalah salah satu bagian terintegral dalam Keluarga Besar Polri yang memiliki 5 kemampuan dasar Brimob yaitu Jibom (Penjinakan Bom), Resmob (Reserse Mobil), Perlawanan Teror (Wanteror) SAR (Search and Rescue) dan Penanggulangan Huru Hara (PHH).  Sejarah  Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua. Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan POLRI. Brimob tergolong sebagai sebuah unit paramiliter negara ditinjau dari tanggung jawab dan ruang lingkup tugas pokoknya. Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut ...

Pasukan Khas Baret Jingga

Dalam riwayatnya, korps ini telah berganti nama berulang kali. Namanya semula adalah Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP). Hari lahir resmi pasukan ini adalah 17 Oktober 1947, yaitu Hari H Operasi Kalimantan, yang merupakan gelar operasi pasukan para pertama dalam sejarah TNI/ABRI, untuk meraih sejumlah sasaran strategis di daerah Kalimantan dalam masa perjuangan kemerdekaan RI. Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Pada tahun 1952 dibentuk pasukan yang berkualifikasi  para (terjun payung militer) dengan personal yang berasal dari PPP. Pasukan tersebut kemudian disebut Pasukan Gerak Tjepat (PGT), yang di kemudian hari meraih nama besar tersendiri dengan prestasi-prestasi penugasan tempurnya. Kedua pasukan TNI-AU itu, PPP dan PGT, berada di bawah Komando Pertahanan Pangkalan AU (Koppau). Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) PPP dan PGT kemudian dilebur menjadi satu dengan nama Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat).  Dalam tahapan awal perkembangannya, pasukan ini lebih mendekati bentuk...

Komando Baret Merah dari Batujajar ke Cijantung

Korps Baret Merah yang lahir pada tanggal 16 April 1952 dibentuk berdasarkan instruksi Panglima Tentara dan Territorium III Jawa Barat, No. 55/Instr/PDS tertanggal 16 April 1952 yang menetapkan pembentukan Kesatuan Komando Territorium III sebagai nama Korps ini untuk pertama kalinya. Komandannya yang pertama adalah Mayor Mohammad Idjon Djanbi, seorang Belanda yang bernama asli R.B. Visser, bekas perwira tentara Kerajaan Belanda yang bersimpati kepada perjuangan RI. Mayor Idjon Djanbi kaya dengan pengalaman penugasan tempur misi komando dalam Tentara Kerajaan.  Batujajar  Pada tanggal 1 Juni 1952, Markas Komando Kesatuan Territorium III ini dipindahkan ke Batujajar, Jawa Barat. Operasi Terhadap DI /TII  Pada tanggal 6 Desember 1952, sesudah Latihan Komando I, dilantik Kompi A. Kompi A ini mendapat tugas praktik operasi terhadap DI/TII di Jawa Barat, yang dilaksanakan dengan berhasil. KKAD Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesatuan Komando Territorium III diserahkan dari Komand...

Korps Komando/ KKo AL

Marinir AL yang pada awal pembentukannya bernama Corps Marinier (CM), terbentuk pada tanggal 15 November 1945, beberapa bulan setelah terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada tanggal 10 September 1945. Setelah pelaksanaan KMB dan pemulihan kedaulatan RI, unsur-unsur ALRI, terutama yang berada di Jawa dan Sumatra, khususnya Tegal, Pekalongan, Jakarta, Sibolga, dan Sabang, diperintahkan untuk mengikuti seleksi di pangkalan utama Surabaya.  Hasilnya sebanyak kurang-lebih 1.200 orang dipilih dan dipersiapkan untuk menjadi cikal-bakal pasukan amfibi ALRI. Sekitar 95% dari mereka yang terpilih berasal dari Corps Marinier Corps Armada IV Tegal di bawah kepemimpinan Mayor Suhadi, yang kemudian hari menjadi Komandan pertama KKo ALRI. Setelah beberapa kali konsolidasi Marinir kemudian ditetapkan menjadi Korps Komando Angkatan Laut RI dengan singkatan KKo AL.  Pada bulan November 1951, diadakanlah pertemuan perwira-perwira KKo AL di Ksatrian ALRI Wonokitri, Surabaya, untuk memb...