Pergeseran Sikap AS terhadap RI dalam Sengketa Irian Barat
Situasi politik mulai berubah menyusul pengangkatan Averell Harriman sebagai Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Jauh pada tanggal 29 November 1961. Harriman berhasil meyakinkan para pembuat kebijakan di Washington untuk mengambil peran aktif dalam soal Irian Barat. Harriman mengusulkan suatu pertemuan antara Den Haag dan Jakarta. Pada tanggal 1 Desember 1961 Penasihat Keamanan Nasional Presiden Kennedy, McGeorge Bundy, menyatakan dukungannya terhadap Indonesia. Menurutnya, posisi AS perlu dievaluasi kembali. Bila AS mempertahankan sikap pro-Belandanya, justru kelompok komunislah yang akan diuntungkan. Bundy mengatakan kepada Kennedy untuk tidak melawan kepentingan kelompok moderat Indonesia. Kennedy memerintahkan Duta Besar Jones untuk memberitahu Bung Karno bahwa AS kini siap membantu menemukan solusi yang terbaik atas masalah Irian Barat. Kennedy bahkan membuat surat untuk menenangkan Bung Karno yang terlanjur hancur karena sikap AS yang mendukung Belanda dalam Ma...