Postingan

Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI)

Pada bulan Juni 1962, Nasution diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KSAB) yang kosong sejak November 1953 sambil tetap menjadi Menteri Koordinator Pertahanan dan Keamanan. Kedudukannya sebagai Kepala Staf Angkatan Darat digantikan Achmad Yani. (Ricklefs, 2005 : 533-534). Sebelumnya Nasution sempat mendirikan partai politik bernama Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) pada tanggal 20 Mei 1954. Tanggal itu dipilih karena merupakan Hari Kebangkitan Nasional. IPKI didirikan berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945 dan Undang-undang Dasar 1945, dan berdasarkan ideologi Panca Sila. IPKI bertujuan mempertahankan dan membina Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mewujudkan masyarakat Panca Sila. Sesuai dengan asasnya, IPKI menyatakan dirinya sebagai partai pendobrak dan penerobos segala penyelewengan dan kemacetan yang menghalangi tercapainya tujuan dan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945. IPKI mempunyai lambang Tugu Proklamasi dengan perisai Panca Sila di dalamnya, yang ...

Herlina Kasim Si Pending Emas

Ahmad Cholis Hamzah saksi mata dari Surabaya menuturkan bahwa ada seorang sukarelawati namanya Herlina Kasim yang betul-beul diterjunkan di Irian. Herlina Kasim yang juga punya nama Siti Rachmah Kasim arek Malang (Arema) ini lahir tahun 1941 sering ikut demo menentang Belanda selepas pidato presiden Sukarno itu. Dia sebenarnya adalah pendiri Mingguan Karya di Ternate Maluku. Darahnya mendidih setelah mendengar pidato Bung Karno di Yogyakarta itu, lalu dia minta ijin pada Panglima Kodam XVI Pattimura agar segera diterjunkan di hutan belantara Irian untuk ikut berperang melawan Belanda. Kodam lalu menerjunkan 20 sukarelawan termasuk dirinya. Hal ini membuat dia masuk dalam sejarah Indonesia, menjadi satu-satunya wanita yang diterjunkan di Irian. Nama dia tentu melegenda di tanah air karena keberanian dan semangat nasionalisme nya yang tinggi. " Saya sendiri tidak bisa membayangkan seorang perempuan diterjunkan dari pesawat militer Angkatan Udara dikegelapan malam di hutan yang sanga...

Sukarelawan/Sukarelawati Pembebasan Irian Barat

Presiden Soekarno mengumumkan Tri Komando Rakyat (Trikora) pada 19 December 1961 di Yogyakarta untuk memobilisasi rakyat. Jutaan rakyat, pemuda, dan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia mendaftar menjadi barisan sukarelawan. (Sedjarah Perdjuangan Pemuda Indonesia). Langkah militer pertama yang dilakukan adalah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962. Jumlah personal yang dipersiapkan sekitar 300.000 personal, di antaranya ada 23.000 sukarelawan/sukarelawati. Bung Karno Meminta Sukarelawan Berenang hingga Irian Barat  Martin Sitompul dalam sebuah artikelnya di Historia.id, 30 Mei 2921 menulis bahwa desakan kalangan sipil untuk melancarkan ofensif rupanya makin kuat. Suasana itu sepertinya ikut memantik Presiden Sukarno untuk segera menghajar Belanda. Hingga sekali waktu, Bung Karno mengumpulkan sejumlah jenderal senior dan para menteri. Bung Karno langsung memberondong Soeharto dengan serangkaian pertanyaan.  “Mulai kapan inflitrasi b...

John F. Kennedy dan Robert Kennedy Dibuat Pusing oleh Subandrio

Pada tanggal 12 Juli 1962 pembicaraan Middleburg tentang Irian Barat kembali digelar, dengan Ellsworth Bunker sebagai penengahnya. New York Times melaporkan bahwa Menlu Indonesia tersebut menuntut bahwa selama periode pemerintahan peralihannya yang singkat, PBB hanya akan memainkan peran simbolis.  Subandrio juga mengusulkan supaya personal militer Indonesia yang saat itu sudah berada di wilayah Irian Barat diperbolehkan tetap tinggal dan menjalankan tugas militer mereka selama periode pemerintahan PBB.  Ketika Belanda menolak tuntutan tersebut, Subandrio mengancam akan menarik diri dan kembali ke Indonesia.  Robert Kennedy dan John F. Kennedy mendesak Subandrio untuk tidak memutuskan keluar dari pembicaraan. Dalam sebuah pembicaraan dengan Menlu RI tersebut pada tanggal 20 Juli 1962, Robert Kennedy mengingatkan bahwa Perundingan Middleburg hampir mencapai kata akhir yang baik. Dia berharap bahwa tidak ada tindakan yang diambil yang akan menghalangi tercapainya penyelesa...

Perundingan Middleburg Dilanjutkan Kembali

Indonesia terus memperkuat kehadiran militernya di Irian Barat. Dalam sebuah operasi militer untuk membebaskan Irian Barat yang dinamakan Operasi Mandala, satuan-satuan militer Indonesia mempersiapkan diri untuk merebut wilayah tersebut dengan kekuatan bersenjata. Washington melipatkan tekanannya baik atas Den Haag maupun Jakarta untuk membuka kembali perundingan. Kedua belah pihak yang bertikai menanggapi dengan positif. Pada tanggal 12 Juli 1962 pembicaraan Middleburg kembali digelar, dengan Ellsworth Bunker sebagai penengahnya. Menunjuk pada ketetapan Formula Bunker yang  mengatur bahwa pemerintahan PBB akan berlangsung untuk kurun waktu satu atau dua tahun, Menteri Luar Negeri Subandrio meminta bahwa pemerintah itu akan berakhir pada tanggal 1 Juni 1963.  New York Times melaporkan bahwa Menlu Indonesia tersebut menuntut bahwa selama periode pemerintahan peralihannya yang singkat, PBB hanya akan memainkan peran simbolis.  Subandrio juga mengusulkan supaya personal mili...

Serangan Terhadap Mentalitas Borjuis

Pada bulan Maret 1962, Presiden mengangkat Aidit dan Nyoto sebagai menteri-menteri penasihat tanpa portfolio. Itu berarti bahwa PKI berada di luar kabinet inti dan berpotensi memberi kesulitan bagi mereka, karena dengan kedudukan itu mereka bertanggungjawab untuk kegiatan pemerintah namun tidak mempunyai kekuasaan. Partai ini hanya semakin kelihatan dan dibenci oleh musuh-musuhnya.  Menurut Ricklefs, PKI memanfaatkan kampanye Irian Barat untuk meningkatkan pengaruh dan memperbanyak jumlah anggota. (2095 : 534). Pada bulan Juli 1962, jumlah anggota front kaum Tani PKI (BTI) mencari 5,7 juta orang (seperempat dari keseluruhan jumlah petani).  Pada akhir tahun 1962, jumlah anggota SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia) mencapai 3,3 juta orang.  Pada awal tahun 1963, jumlah anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia, didirikan tahun 1954), masing-masing mencapai 1,5 juta orang.  Pada akhir tahun 1962 jumlah PKI mencapai 2 juta orang, sehingga...

Nasution Menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KSAB)

Presiden Sukarno menginginkan supaya kampanye untuk merebut Irian Barat menjadi alat untuk menggembleng Indonesia ke dalam momentum massa yang ia pandang sangat penting artinya bagi revolusi yang berkesinambungan dan sangat cocok dengan bakat-bakat kepemimpinannya.  Pada bulan Desember 1961 dibentuk Komando Operasi Tertinggi (KOTI) bagi pembebasan Irian Barat. Presiden Sukarno menjadi panglimanya. Nasution mewakilinya dan Mayor Jenderal Achmad Yani menjadi kepala stafnya. Sedangkan Komando Mandala diketuai oleh Mayor Jenderal Soeharto. Pada bulan Januari 1962, suatu pasukan Indonesia menderita kekalahan besar di laut Arafuru, di mana Komodor Yos Soedarso dan prajurit lainnya gugur. Angkatan Darat menuntut agar Suryadarma digantikan sebagai pimpinan Angkatan Udara karena tidak berhasil memberikan bantuan kekuatan udara yang cukup memadai. Presiden menggantinya dengan Marsekal Madya Omar Dhani. Pada bulan Juni 1962, Nasution diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Bersenjata (KSAB) yan...