Suluh Indonesia Surat Kabar PNI
Pada pertengahan tahun 1953, Ketua Umum PNI Sidik Djojosukarto meminta beberapa anggota partai, antara lain M. Tabrani, Mohammad Arsyad, M.A. Pane, dan Rufinus Tobing, untuk menerbitkan surat kabar sebagai alat perjuangan partai. Pada tanggal 1 Oktober 1953, terbitlah Suluh Indonesia (Suluh Indonesia) di Jakarta sebagai surat kabar milik Partai Nasional Indonesia (PNI). Pemimpin redaksinya yang pertama, Sayuti Melik, menyatakan Sulindo berhaluan politik PNI tetapi menolak menyebutnya sebagai organ partai. M. Tabrani, wartawan pergerakan yang kemudian menjadi direktur utama dan tim, mendirikan perseroan terbatas dengan nama PT Pertjetakan dan Penerbitan Suluh Indonesia. Semua saham perseroan Sulindo dialihkan menjadi milik tunggal Jajasan Marhaenis. Pada bulan-bulan pertama pihak penerbit mengalami banyak kesulitan teknis karena harus berpindah-pindah percetakan selagi percetakan milik sendiri yang dipimpin Sutan Takdir Alisjahbana selaku direktur belum berfungsi dengan baik....