Postingan

Islamic Development Bank (IsDB)

IsDB  bersama-sama dengan Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia turut berperan dalam pembangunan di Indonesia melalui keikutsertaannya memberi pinjaman pada Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). The Islamic Development Bank (IsDB) is a multilateral development finance institution established in 1975, headquartered in Jeddah, Saudi Arabia. It focuses on Islamic finance principles—such as prohibiting interest and promoting risk-sharing—to fund infrastructure and socio-economic growth across its 57 member countries and Muslim communities globally. Key Structure and Facts Members: 57 countries spanning four continents, with Saudi Arabia as the largest shareholder. Core Operations: Funds large-scale infrastructure, agriculture, education, and health projects using Sharia-compliant instruments like Sukuk (Islamic bonds). Group Entities: Includes specialized arms like the IsDB Institute (research/training), the International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC), and the Private Sector ...

Asian Development Bank (ADB)

Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) di Manila, Filipina, didirikan 67 negara Asia pada tahun 1966. Indonesia merupakan  pemilik saham terbesar keenam. Asian Development Bank ADB is committed to achieving a prosperous, inclusive, resilient, and sustainable Asia and the Pacific, while sustaining its efforts to eradicate extreme poverty. Established in 1966, the Asian Development Bank (ADB) assists its members and partners by providing loans, technical assistance, grants, and equity investments to promote social and economic development. The Bank maximizes the development impact of its assistance by facilitating policy dialogues, providing advisory services, and mobilizing financial resources through co-financing operations that tap official, commercial, and export credit sources. More than half of both the world’s total population and the world’s urban population now live in Asia and the Pacific. Asia's rapidly developing cities face inadequate basic services, environmenta...

World Bank dan IMF

A. Bank Dunia Dari portal World Bank Group dapat diperoleh informasi sebagai berikut : JULY 1944 BRETTON WOODS CONFERENCE In July 1944 – one year before the end of World War II – delegates from 44 countries met for the United Nations Monetary and Financial Conference held at the Mount Washington Hotel in Bretton Woods, New Hampshire. The conference aimed to create the framework for post-war international economic cooperation and reconstruction. The intellectual leaders at the conference were John Maynard Keynes (Adviser to the Treasury in the United Kingdom), and Harry Dexter White (Assistant Secretary of the Treasury in the United States). While the conference resulted in the formation of two institutions, the International Monetary Fund (IMF) and the International Bank for Reconstruction and Development (World Bank), the creation of the World Bank was not the primary focus. The majority of time and effort was spent on the IMF Commission under Harry Dexter White’s leadership. The work...

Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo)

Bapindo didirikan pemerintah pada tanggal 25 Mei 1960. Bank ini bertugas membantu pemerintah dalam membelanjai usaha pembangunan semesta. Kemudian dengan adanya Undang-undang No. 14 Tahun 1967 tentang Undang-undang Pokok Perbankan, Bapindo dimasukkan dalam bank pembangunan.  Tugas  Sebagai bank pembangunan, Bapindo bertugas memberi kredit investasi jangka menengah dan panjang untuk semua bidang usaha sektor ekonomi.  Sumber Dana  Sumber Dana Bapindo terdiri atas modal sendiri, dana pinjaman, dan dana yang dihimpun dari masyarakat. Modal sendiri bersumber dari modal dasar yang berasal dari pemerintah sebesar Rp 50 miliar.  Dana pinjaman berasal dari lembaga keuangan seperti Bank Indonesia, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, Islamic Development Bank, dan beberapa lembaga lainnya.  Dana yang dihimpun dari masyarakat berupa giro, deposito, obligasi dan lain-lain. Kredit Investasi  Dalam memberikan kredit investasi jangka menengah dan panjang, Bapindo lebih...

Bank Eksim

Bank Ekspor Impor Indonesia disingkat BEII atau Bank Eksim, merupakan salah satu bank umum devisa milik negara. Tugas dan usaha bank tersebut diarahkan pada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum sektor produksi, pengolahan, dan pemasaran barang-barang ekspor. Bank tersebut sesungguhnja sudah giat sejak penjajahan, yaitu sebagai bagian dari kegiatan Nederlandsche Handels Maatschappij (NHM). De Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) was een grote Nederlandse handels- en financieringsmaatschappij. Koning Willem I richtte het bedrijf op op 29 maart 1824 in Den Haag om de handel en de scheepvaart na de Franse tijd te herstellen, met een sterke focus op de Nederlandse koloniƫn (Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) adalah perusahaan perdagangan dan pembiayaan besar asal Belanda. Raja Willem I mendirikan perusahaan ini pada tanggal 29 Maret 1824 di Den Haag untuk memulihkan perdagangan dan pelayaran setelah masa pendudukan Prancis,...

Bank Dagang Negara d/h Escompto Bank

Bank ini memulai sejarahnya pada tahun 1857 di Batavia (Jakarta) dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij.  Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij – NIEM didirikan di Batavia oleh Paulus Tiedeman Jr. dan Carl Frederik Wilhelm Wiggers van Kerchem  pada tahun 1857 (Akta Notaris J.J. Mijnssen No. 132 tanggal 22 Agustus 1857 dan disahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Surat Keputusan No. 22 tang-gal 5 November 1857).  Setelah penyerahan ke-daulatan tahun 1949  namanya disingkat menjadi N.V. Escomptobank dan selanjutnya setelah dimiliki RI menjadi P.T. Escomptobank.  Pada tahun 1960 untuk menampung segala kegiatan, Escomptobank NV yang dinasionalisasi diubah  menjadi Bank Dagang Negara (BDN). Tugas bank tersebut adalah melakukan usaha bank umum dalam arti seluas-luasnya. Ketika pemerintah melakukan integrasi seluruh bank milik negara ke dalam bank tunggal BNI, BDN tidak ikut diintegrasikan ke dalam sistem bank tunggal tersebut. Menguta...

Bank Bumi Daya d/h Bank Umum Negara (Buneg)

Bank Umum Negara (Buneg) yang didirikan 19 Agustus 1959 berasal dari Nederlandsche Indische Handels Bank NV milik Belanda (didirikan pada tahun 1863), yang diambil alih oleh pemerintah RI untuk pembebasan Irian Barat (kini Papua) dengan PP no. 39 tahun 1959. Kemudian pada 9 September 1959 menteri Keuangan menetapkan anggaran Dasar Bank Umum Negara (BUNEG). Dan secara historis hari itu dinyatakan sebagai lahir lahir Bank Bumi Daya. Pada Masa Hindia Belanda Nederlandsche Indische Handels Bank NV ini adalah bank besar yang memegang peranan penting ekspor, antara lain hasil-hasil perkebunan Jawa dan Sumatra. Pada tahun 1965, ketika berlangsung konfrontasi terhadap Malaysia, pemerintah RI mengambil alih perusahaan-perusahaan milik Inggris, di antaranya The Chartered Bank dan diserahkan ke Buneg, kecuali The Chartered Bank di Surabaya dan Medan. Tahun itu juga Buneg digabungkan dengan BNI dan menjadi BNI Unit IV. Pada tahun 1968, BNI Unit IV menjadi Bank Bumi Daya (BBD). Tugas Bank Bumi Da...