Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)
Haris Setyawan menulis dalam sebuah artikelnya bahwa di masa pemerintahan Orde Lama, Presiden Sukarno pernah berambisi memproduksi kekuatan senjata nuklir di Indonesia. Salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan negara Indonesia yang berdikari dan menciptakan perdamaian dunia. Namun, cita-cita itu gagal pasca terjadinya G30S yang membuat Republik Rakyat Cina (RRC) batal memberikan dukungan. Ambisi Sukarno untuk membuat senjata nuklir, diungkapkannya di Kongres Muhammadiyah di Bandung pada 24 Juli 1965. Dalam pidatonya, ia berkata bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki senjata nuklir. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan berhasil membuat bom atom sendiri,” ujarnya dikutip dari buku berjudul Nuklir Sukarno: Kajian Awal atas Politik Tenaga Atom Indonesia 1958- 1967 yang ditulis oleh Teuku Reza Fadeli. Pernyataan Sukarno tersebut menjadi indikasi terjadinya perubahan orientasi pengembangan nuklir di Indonesia. Tujuan semula untuk perdamaian (atoms for pe...