Postingan

Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal

Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal merupakan sebuah pemakaman yang ada di jalan Pahlawan, Semarang. Taman Makam Pahlawan ini dibangun untuk menghormati jasa para pejuang dan pahlawan yang membela Indonesia atas nama kemerdekaan bangsa.Nama “Giri Tunggal” memiliki arti secara harfiah “Gunung Tunggal” yang memiliki simbolisme kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan. Pemakaman Giri Tunggal dimulai pada tahun 1945. Pemakaman ini diresmikan dengan nama Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal pada tanggal 10 November 1955, yang merupakan Hari Pahlawan di Indonesia. Pemakaman ini dihadiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, tentara, dan keluarga yang dimakamkan. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 dengan pembacaan keputusan Presiden Sukarno, dan ditutup dengan penampilan lagu “Gugur Bunga” karya Ismail Marzuki. Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini? Salah satu pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang adalah Mgr. A. Soegijapranata. Ia merupakan seo...

Beberapa Taman Makam Pahlawan (TMP) di Surabaya

Sebagai kota yang dijuluki Kota Pahlawan, Surabaya memiliki beberapa Taman Makam Pahlawan. Ada tiga taman makam pahlawan (TMP) di Surabaya.  Yang pertama yakni TMP Kusuma Bangsa. TMP itu berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng. Berikutnya yakni Taman Makam Pahlawan Sepuluh November. TMP ini berada di Jalan Mayor Jenderal Sungkono, Kecamatan Dukuhpakis. Yang terakhir yakni Taman Makam Pahlawan Ngagel. TMP ini berada di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo (detikJatim) TMP Khusus  Kecuali itu, di Surabaya juga ada TMP khusus, tempat dimakamkannya Pahlawan Nasional salah seorang pendiri Budi Utomo, Dr.Sutomo di Jalan Bubutan Surabaya dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman, dekat Pemakaman Umum Rangkah di Jalan Kenjeran Surabaya. (jatimkini.com) Tokoh Peristiwa 10 November, Bung Tomo, dimakamkan di TPU Ngagel, di dekat TMP Ngagel Surabaya. Empat Pahlawan Nasional  Berikut ini, detikJatim merangkum 4 pahlawan nasional ...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara

Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara atau TMP Kusuma Negara merupakan kompleks pemakaman Wijaya Brata yang ada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia.  Dikenal juga sebagai TMP Semaki. Tempat ini dibuat khusus sebagai pemakaman para pahlawan, anggota militer, dan pejabat tinggi Negara Indonesia. Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara didirikan pada tanggal 7 Oktober 1945 di wilayah Semaki, Yogyakarta dan diresmikan pada tanggal 4 Juni 1964 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini? Sebagai Taman Makam Pahlawan, tempat ini menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh Indonesia, yakni sebagai berikut. (1) Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman (JendralSudirman; 24 Januari 1916 – 29 Januari 1950) Jenderal Besar Republik Indonesia pada zaman Revolusi; (2) Letjen TNI Oerip Soemohardjo - tokoh pelopor dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat; (3) Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo - Pahlawan Revolusi; (4) Supeno - Menteri Pem...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra

Pada tahun 1958, TMP Cikutra mulai dibangun karena adanya kebutuhan mendesak akan ruang pemakaman yang layak bagi para pejuang bangsa, khususnya dari kalangan militer. Bukan hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir, pendirian TMP Cikutra menjadi simbol penghormatan negara atas jasa para pejuang yang gugur demi kemerdekaan Indonesia. TMP Cikutra dibangun dengan dua tugu yang menjulang tinggi di bagian depan area makam sebagai penanda dan ciri khas utama kawasan ini. Di dalam kompleks pemakaman terdapat tugu yang memuat daftar nama pahlawan yang dimakamkan. Selain itu, berdiri pula monumen bertuliskan "Esa Hilang Dua Terbilang" yang merupakan simbol filosofis yang merepresentasikan perjuangan atau kegigihan untuk sampai ke tujuan. Hasil Tukar Tanah TMP Cikutra ternyata memiliki sejarah administratif yang panjang. Mulanya, lahan seluas 13.670 meter persegi yang digunakan sebagai TMP itu merupakan tanah milik perorangan atas nama Odje. Karena adanya kebutuhan yang mendesak ak...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata

Pemakaman pahlawan sebelumnya berada di Ancol yang ketika itu masih berupa rawa dan hutan belukar. Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung pengembangan kawasan pemakaman pahlawan di Jakarta. Pemerintah kemudian memindahkan makam menuju kawasan Kalibata dengan menggunakan lahan sekitar lima hektare. Pembangunan kompleks pemakaman baru tersebut mulai dilakukan pada 1953. Perencanaan dan pembangunan melibatkan arsitek Indonesia, kontraktor Belanda, serta Tentara Nasional Indonesia. Arsitek Friedrich Silaban menjadi perancang utama yang sebelumnya juga merancang rencana TMP Ancol. Pembangunan dilaksanakan Algemeen Ingenieurs- en Architecten Bureau bersama Dinas Bangunan Tentara Sub Direktorium. Kolaborasi tersebut kemudian menghasilkan kawasan pemakaman pahlawan di Jalan Raya Kalibata. TMP Kalibata diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 10 November 1954, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Taman Makam Pahlawan Nasional melalui Keputusan...

Suluh Indonesia Surat Kabar PNI

Pada pertengahan tahun 1953, Ketua Umum PNI Sidik Djojosukarto meminta beberapa anggota partai, antara lain M. Tabrani, Mohammad Arsyad, M.A. Pane, dan Rufinus Tobing, untuk menerbitkan surat kabar sebagai alat perjuangan partai.  Pada tanggal 1 Oktober 1953, terbitlah Suluh Indonesia (Suluh Indonesia) di Jakarta sebagai surat kabar milik Partai Nasional Indonesia (PNI). Pemimpin redaksinya yang pertama, Sayuti Melik, menyatakan Sulindo berhaluan politik PNI tetapi menolak menyebutnya sebagai organ partai. M. Tabrani, wartawan pergerakan yang kemudian menjadi direktur utama dan tim, mendirikan perseroan terbatas dengan nama PT Pertjetakan dan Penerbitan Suluh Indonesia. Semua saham perseroan Sulindo dialihkan menjadi milik tunggal Jajasan Marhaenis.  Pada bulan-bulan pertama pihak penerbit mengalami banyak kesulitan teknis karena harus berpindah-pindah percetakan selagi percetakan milik sendiri yang dipimpin Sutan Takdir Alisjahbana selaku direktur belum berfungsi dengan baik....

Trikora (Tri Komando Rakyat)

Isi Trikora (Tri Komando Rakyat) : (1) Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial; (2) Kibarkanlah Sang Saka Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia; (3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa. Trikora disampaikan oleh Presiden Sukarno pada rapat raksasa dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun-alun Utara Yogyakarta bersamaan dengan pelantikan alumni Akademi Militer Nasional (AMN). Trikora dikeluarkan karena usaha diplomasi untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda tidak membawa hasil. Latar Belakang  Dalam KMB (Konferensi Meja Bundar), Belanda berjanji akan mengembalikan Irian Barat dalam waktu satu tahun. Tapi bukannya memberikan, Belanda justru menjanjikan akan mendirikan negara Papua.  Perjuangan untuk membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda telah menjadi program pemerintah Indonesia sejak Kabinet RIS (20 Desember 1949-6 September ...