Postingan

Korps Baret Biru (Brimob)

Brimob (Brigade Mobil) adalah salah satu bagian terintegral dalam Keluarga Besar Polri yang memiliki 5 kemampuan dasar Brimob yaitu Jibom (Penjinakan Bom), Resmob (Reserse Mobil), Perlawanan Teror (Wanteror) SAR (Search and Rescue) dan Penanggulangan Huru Hara (PHH).  Sejarah  Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua. Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan POLRI. Brimob tergolong sebagai sebuah unit paramiliter negara ditinjau dari tanggung jawab dan ruang lingkup tugas pokoknya. Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut ...

Pasukan Khas Baret Jingga

Dalam riwayatnya, korps ini telah berganti nama berulang kali. Namanya semula adalah Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP). Hari lahir resmi pasukan ini adalah 17 Oktober 1947, yaitu Hari H Operasi Kalimantan, yang merupakan gelar operasi pasukan para pertama dalam sejarah TNI/ABRI, untuk meraih sejumlah sasaran strategis di daerah Kalimantan dalam masa perjuangan kemerdekaan RI. Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Pada tahun 1952 dibentuk pasukan yang berkualifikasi  para (terjun payung militer) dengan personal yang berasal dari PPP. Pasukan tersebut kemudian disebut Pasukan Gerak Tjepat (PGT), yang di kemudian hari meraih nama besar tersendiri dengan prestasi-prestasi penugasan tempurnya. Kedua pasukan TNI-AU itu, PPP dan PGT, berada di bawah Komando Pertahanan Pangkalan AU (Koppau). Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) PPP dan PGT kemudian dilebur menjadi satu dengan nama Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat).  Dalam tahapan awal perkembangannya, pasukan ini lebih mendekati bentuk...

Komando Baret Merah dari Batujajar ke Cijantung

Korps Baret Merah yang lahir pada tanggal 16 April 1952 dibentuk berdasarkan instruksi Panglima Tentara dan Territorium III Jawa Barat, No. 55/Instr/PDS tertanggal 16 April 1952 yang menetapkan pembentukan Kesatuan Komando Territorium III sebagai nama Korps ini untuk pertama kalinya. Komandannya yang pertama adalah Mayor Mohammad Idjon Djanbi, seorang Belanda yang bernama asli R.B. Visser, bekas perwira tentara Kerajaan Belanda yang bersimpati kepada perjuangan RI. Mayor Idjon Djanbi kaya dengan pengalaman penugasan tempur misi komando dalam Tentara Kerajaan.  Batujajar  Pada tanggal 1 Juni 1952, Markas Komando Kesatuan Territorium III ini dipindahkan ke Batujajar, Jawa Barat. Operasi Terhadap DI /TII  Pada tanggal 6 Desember 1952, sesudah Latihan Komando I, dilantik Kompi A. Kompi A ini mendapat tugas praktik operasi terhadap DI/TII di Jawa Barat, yang dilaksanakan dengan berhasil. KKAD Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesatuan Komando Territorium III diserahkan dari Komand...

Korps Komando/ KKo AL

Marinir AL yang pada awal pembentukannya bernama Corps Marinier (CM), terbentuk pada tanggal 15 November 1945, beberapa bulan setelah terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada tanggal 10 September 1945. Setelah pelaksanaan KMB dan pemulihan kedaulatan RI, unsur-unsur ALRI, terutama yang berada di Jawa dan Sumatra, khususnya Tegal, Pekalongan, Jakarta, Sibolga, dan Sabang, diperintahkan untuk mengikuti seleksi di pangkalan utama Surabaya.  Hasilnya sebanyak kurang-lebih 1.200 orang dipilih dan dipersiapkan untuk menjadi cikal-bakal pasukan amfibi ALRI. Sekitar 95% dari mereka yang terpilih berasal dari Corps Marinier Corps Armada IV Tegal di bawah kepemimpinan Mayor Suhadi, yang kemudian hari menjadi Komandan pertama KKo ALRI. Setelah beberapa kali konsolidasi Marinir kemudian ditetapkan menjadi Korps Komando Angkatan Laut RI dengan singkatan KKo AL.  Pada bulan November 1951, diadakanlah pertemuan perwira-perwira KKo AL di Ksatrian ALRI Wonokitri, Surabaya, untuk memb...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal

Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal merupakan sebuah pemakaman yang ada di jalan Pahlawan, Semarang. Taman Makam Pahlawan ini dibangun untuk menghormati jasa para pejuang dan pahlawan yang membela Indonesia atas nama kemerdekaan bangsa.Nama “Giri Tunggal” memiliki arti secara harfiah “Gunung Tunggal” yang memiliki simbolisme kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan. Pemakaman Giri Tunggal dimulai pada tahun 1945. Pemakaman ini diresmikan dengan nama Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal pada tanggal 10 November 1955, yang merupakan Hari Pahlawan di Indonesia. Pemakaman ini dihadiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, tentara, dan keluarga yang dimakamkan. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 dengan pembacaan keputusan Presiden Sukarno, dan ditutup dengan penampilan lagu “Gugur Bunga” karya Ismail Marzuki. Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini? Salah satu pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang adalah Mgr. A. Soegijapranata. Ia merupakan seo...

Beberapa Taman Makam Pahlawan (TMP) di Surabaya

Sebagai kota yang dijuluki Kota Pahlawan, Surabaya memiliki beberapa Taman Makam Pahlawan. Ada tiga taman makam pahlawan (TMP) di Surabaya.  Yang pertama yakni TMP Kusuma Bangsa. TMP itu berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng. Berikutnya yakni Taman Makam Pahlawan Sepuluh November. TMP ini berada di Jalan Mayor Jenderal Sungkono, Kecamatan Dukuhpakis. Yang terakhir yakni Taman Makam Pahlawan Ngagel. TMP ini berada di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo (detikJatim) TMP Khusus  Kecuali itu, di Surabaya juga ada TMP khusus, tempat dimakamkannya Pahlawan Nasional salah seorang pendiri Budi Utomo, Dr.Sutomo di Jalan Bubutan Surabaya dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman, dekat Pemakaman Umum Rangkah di Jalan Kenjeran Surabaya. (jatimkini.com) Tokoh Peristiwa 10 November, Bung Tomo, dimakamkan di TPU Ngagel, di dekat TMP Ngagel Surabaya. Empat Pahlawan Nasional  Berikut ini, detikJatim merangkum 4 pahlawan nasional ...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara

Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara atau TMP Kusuma Negara merupakan kompleks pemakaman Wijaya Brata yang ada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia.  Dikenal juga sebagai TMP Semaki. Tempat ini dibuat khusus sebagai pemakaman para pahlawan, anggota militer, dan pejabat tinggi Negara Indonesia. Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara didirikan pada tanggal 7 Oktober 1945 di wilayah Semaki, Yogyakarta dan diresmikan pada tanggal 4 Juni 1964 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini? Sebagai Taman Makam Pahlawan, tempat ini menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh Indonesia, yakni sebagai berikut. (1) Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman (JendralSudirman; 24 Januari 1916 – 29 Januari 1950) Jenderal Besar Republik Indonesia pada zaman Revolusi; (2) Letjen TNI Oerip Soemohardjo - tokoh pelopor dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat; (3) Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo - Pahlawan Revolusi; (4) Supeno - Menteri Pem...