Postingan

Bank Eksim

Bank Ekspor Impor Indonesia disingkat BEII atau Bank Eksim, merupakan salah satu bank umum devisa milik negara. Tugas dan usaha bank tersebut diarahkan pada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum sektor produksi, pengolahan, dan pemasaran barang-barang ekspor. Bank tersebut sesungguhnja sudah giat sejak penjajahan, yaitu sebagai bagian dari kegiatan Nederlandsche Handels Maatschappij (NHM). De Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) was een grote Nederlandse handels- en financieringsmaatschappij. Koning Willem I richtte het bedrijf op op 29 maart 1824 in Den Haag om de handel en de scheepvaart na de Franse tijd te herstellen, met een sterke focus op de Nederlandse koloniƫn (Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) adalah perusahaan perdagangan dan pembiayaan besar asal Belanda. Raja Willem I mendirikan perusahaan ini pada tanggal 29 Maret 1824 di Den Haag untuk memulihkan perdagangan dan pelayaran setelah masa pendudukan Prancis,...

Bank Dagang Negara d/h Escompto Bank

Bank ini memulai sejarahnya pada tahun 1857 di Batavia (Jakarta) dengan nama Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij.  Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij – NIEM didirikan di Batavia oleh Paulus Tiedeman Jr. dan Carl Frederik Wilhelm Wiggers van Kerchem  pada tahun 1857 (Akta Notaris J.J. Mijnssen No. 132 tanggal 22 Agustus 1857 dan disahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda dengan Surat Keputusan No. 22 tang-gal 5 November 1857).  Setelah penyerahan ke-daulatan tahun 1949  namanya disingkat menjadi N.V. Escomptobank dan selanjutnya setelah dimiliki RI menjadi P.T. Escomptobank.  Pada tahun 1960 untuk menampung segala kegiatan, Escomptobank NV yang dinasionalisasi diubah  menjadi Bank Dagang Negara (BDN). Tugas bank tersebut adalah melakukan usaha bank umum dalam arti seluas-luasnya. Ketika pemerintah melakukan integrasi seluruh bank milik negara ke dalam bank tunggal BNI, BDN tidak ikut diintegrasikan ke dalam sistem bank tunggal tersebut. Menguta...

Bank Bumi Daya d/h Bank Umum Negara (Buneg)

Bank Umum Negara (Buneg) yang didirikan 19 Agustus 1959 berasal dari Nederlandsche Indische Handels Bank NV milik Belanda (didirikan pada tahun 1863), yang diambil alih oleh pemerintah RI untuk pembebasan Irian Barat (kini Papua) dengan PP no. 39 tahun 1959. Kemudian pada 9 September 1959 menteri Keuangan menetapkan anggaran Dasar Bank Umum Negara (BUNEG). Dan secara historis hari itu dinyatakan sebagai lahir lahir Bank Bumi Daya. Pada Masa Hindia Belanda Nederlandsche Indische Handels Bank NV ini adalah bank besar yang memegang peranan penting ekspor, antara lain hasil-hasil perkebunan Jawa dan Sumatra. Pada tahun 1965, ketika berlangsung konfrontasi terhadap Malaysia, pemerintah RI mengambil alih perusahaan-perusahaan milik Inggris, di antaranya The Chartered Bank dan diserahkan ke Buneg, kecuali The Chartered Bank di Surabaya dan Medan. Tahun itu juga Buneg digabungkan dengan BNI dan menjadi BNI Unit IV. Pada tahun 1968, BNI Unit IV menjadi Bank Bumi Daya (BBD). Tugas Bank Bumi Da...

Bank Tabungan Negara d/h Post Spaar Bank

Bank Tabungan Negara (BTN) didirikan pada tahun 1898 dengan nama Post Bank atau Bank Tabungan Pos. Fungsi utama BTN, sejak dulu sampai sekarang, adalah sebagai pengumpul tabungan kecil yang kemudian disalurkan ke penanaman modal atau investasi. Bisnis Postpaarbank terus berkembang. Hingga tahun 1939, bank milik pemerintah kolonial ini telah memiliki empat cabang, di Jakarta, Medan, Surabaya, dan Makassar.  Pada 1940, kegiatan perbankan sempat terganggu akibat penyerbuan Jerman ke negeri Belanda. Akibatnya, nasabah ramai-ramai menarik simpanannya dan terjadilah rush money. Namun kondisi ini berhasil diatasi pada 1941. Pada era penjajahan Jepang, Postpaarbank dibubarkan dan diganti menjadi Tyokin Kyoku. Kantor Tabungan Pos Didirikan Setelah Indonesia merdeka, Tyokin Kyoku lantas diambil alih pemerintah dan berganti nama menjadi Kantor Tabungan Pos RI. Kantor Tabungan Pos RI pun mendapat tugas perdana yakni menukarkan seluruh uang Jepang dengan Oeang RI (ORI) saat itu.  Kegiatan ...

Bank Rakyat Indonesia aka Bank Koperasi Tani dan Nelayan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada 16 Desember 1895. Saat itu BRI masih dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden   (Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi) atau biasa disebut Bank Priayi sebagai lembaga keuangan milik kaum priyayi Purwokerto atau istilahnya pribumi. Bank Priayi dibentuk untuk mengelola dana kas masjid untuk disalurkan kepada masyarakat dengan skema yang sangat sederhana. Disebut Bank Priayi karena didirikan oleh pangreh praja dan bertujuan membantu para priayi agar tidak jatuh pada cengkeraman rentenir. Perkembangan BRI Zaman Penjajahan Belanda  Pada zaman penjajahan Belanda, BRI bernama Algemene Volkscredietbank (AVB). Zaman Pendudukan Jepang  Pada zaman pendudukan Jepang, BRI bernama Syomin Ginko. Zaman Indonesia Merdeka  Pada zaman Indone...

Bank Negara Indonesia (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk  pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai Bank sentral dengan nama “Bank Negara Indonesia” berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946. Dalam portal Bank Indonesia disebutkan bahwa sesuai mandat yang tertulis dalam penjelasan UUD 45 pasal 23 yaitu “Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia yang akan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas ditetapkan dengan Undang-undang”, maka Pemerintah Republik Indonesia membentuk bank sirkulasi yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Sebagai upaya menegakkan kedaulatan ekonomi, BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI). Keberadaan BNI milik RI dan DJB milik NICA membuat terjadinya dualisme bank sirkulasi di Indonesia dan munculnya peperangan mata uang (currency war). Pada masa ini, uang DJB yang dikenal dengan sebutan “uang merah” dan ORI dikenal sebagai “uang putih”. DJB Menjadi BI Pada tahun 1951, muncul desakan kuat untuk ...

Bank Indonesia Dari Masa ke Masa

Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Belanda berusaha menguasai kembali Indonesia melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Pada masa ini, NICA mendirikan kembali De Javasche Bank (DJB) untuk mencetak dan mengedarkan uang NICA. Hal ini bertujuan untuk mengacaukan ekonomi Indonesia. Sesuai mandat yang tertulis dalam penjelasan UUD 45 pasal 23 yaitu “Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia yang akan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas ditetapkan dengan Undang-undang”, maka Pemerintah Republik Indonesia membentuk bank sirkulasi yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Sebagai upaya menegakkan kedaulatan ekonomi, BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI). Keberadaan BNI milik RI dan DJB milik NICA membuat terjadinya dualisme bank sirkulasi di Indonesia dan munculnya peperangan mata uang (currency war). Pada masa ini, uang DJB yang dikenal dengan sebutan “uang merah” dan ORI dikenal sebagai “uang putih”. Republik Indonesia Serikat (RIS) Pad...