Postingan

Pertempuran Laut Aru

Pada tanggal 15 Januari 1962 terjadi Peristiwa Aru. Tiga MTB (Motor Torpedo Boat) Angkatan Laut RI yang tergabung dalam Kesatuan Patroli Cepat, yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau, di bawah pimpinan Kapten Wiratmo (Komandan KRI Macan Tutul), sedang mengadakan patroli di Laut Arafuru. Dalam patroli ini turut pula beberapa pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut, seperti Deputi Kepala Staf Angkatan Laut Komodor Yos Sudarso (yang berada dalam satu kapal dengan Kapten Wiratno di KRI Macan Tutul), Kepala Direktorat Operasi Markas Besar Angkatan Laut Kolonel Soedomo dan Asisten II Kepala Staf Angkatan Darat Kolonel Moersid. Pada saat itulah dijumpai kapal-kapal perang Belanda, termasuk kapal induk Karel Doorman, dan dua buah pesawat, Neptune dan Firefly. Pertempuran laut tidak dapat dihindarkan lagi, tetapi persenjataan MTB-MTB tidak dapat mengimbangi persenjataan kapal-kapal perang Belanda. (ENI Jilid 16, 2004: 438). Dalam pertempuran itu, KRI Macan Tutul tenggel...

Keris Sebagai Warisan Dunia

Pada tahun 1960-an, di Surakarta dibentuk Boworoso Tosanaji, perhimpunan pecinta keris yang bernaung di bawah Museum Radyapustaka. Tokohnya adalah Kangjeng Raden Tumenggung Hardjonagoro. Sepuluh tahun kemudian berdiri pula Panitikadga. Kemudian tahun 1981 di Yogyakarta dibentuk Pametriwiji (Pahemanan Memetri Wesi Aji) dengan to tokoh Hariyono Arumbinang dengan cabang di Jakarta.  Organisasi ini didirikan untuk melestarikan budaya keris yang pernah hampir punah pada zaman pendudukan Jepang.  Secara teratur mereka mengadakan sarasehan, dan berdiskusi mengenai ilmu perkerisan. Selain itu diselenggarakan pula berbagai pameran keris, dan pendirian museum keris.  Pada tahun 1982, diselenggarakan Pekan Tosan Aji Indonesia di Taman Ismail Marzuki dengan dukungan para pecinta keris dari Jakarta , Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Semarang, dan Surabaya.  Pusat Keris Jakarta yang berdiri tahun 1983, selain mengadakan pameran tetap , menerbitkan berbagai buku mengenai keris. ...

Komando Mandala Pembebasan Irian Barat

Pada 17 Agustus 1960, pemerintah RI memutuskan hubungan dengan Belanda dengan alasan Belanda tidak bersedia mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI. Sejak saat itulah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia melakukan persiapan yang serius untuk membebaskan Irian Barat. Konfrontasi dengan Belanda dimulai. Pembelian Senjata Pemerintah RI melakukan pembelian senjata secara besar-besaran dari Uni Soviet. Pembelian tersebut ditandatangani oleh Menteri Keamanan Nasional Jenderal A. H. Nasution pada 4 Maret 1961 di Jakarta. Pembelian ini dilakukan karena Amerika Serikat enggan memberi bantuan senjata kepada Indonesia. Sementara itu Belanda juga meminta bantuan AS untuk memata-matai persiapan militer Indonesia. AS mengirim pesawat mata-mata ke atas kota Surabaya yang menjadi pangkalan utama Operasi Pembebasan Irian Barat . Trikora  Pada 11 Desember 1961 Presiden Sukarno membentuk Dewan Pertahanan Nasional (Depernas). Depernas inilah yang mengusulkan pembentukan Komando Tertinggi Pembebasan...

Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)

Haris Setyawan  menulis dalam sebuah artikelnya bahwa di masa pemerintahan Orde Lama, Presiden Sukarno pernah berambisi memproduksi kekuatan senjata nuklir di Indonesia. Salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan negara Indonesia yang berdikari dan menciptakan perdamaian dunia. Namun, cita-cita itu gagal pasca terjadinya G30S yang membuat Republik Rakyat Cina (RRC) batal memberikan dukungan.  Ambisi Sukarno untuk membuat senjata nuklir, diungkapkannya di Kongres Muhammadiyah di Bandung pada 24 Juli 1965. Dalam pidatonya, ia berkata bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki senjata nuklir. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan berhasil membuat bom atom sendiri,” ujarnya dikutip dari buku berjudul Nuklir Sukarno: Kajian Awal atas Politik Tenaga Atom Indonesia 1958- 1967 yang ditulis oleh Teuku Reza Fadeli.  Pernyataan Sukarno tersebut menjadi indikasi terjadinya perubahan orientasi pengembangan nuklir di Indonesia. Tujuan semula untuk perdamaian (atoms for pe...

Para Pejuang Mendirikan Partai Rakyat Indonesia (PRI)

Partai Rakyat Indonesia (PRI) didirikan oleh Sutomo (Bung Tomo) bersama para pejuang pada tanggal 20 Mei 1950 dengan Pancasila sebagai asasnya. Partai bergerak di bidang politik ekonomi dan sosial dan  bertujuan (a) mempertahankan dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; (b) mewujudkan susunan negara yang berdasarkan Panca Sila; (c) mencapai terlaksananya peri kemanusiaan dan perdamaian dunia atas dasar kekeluargaan dan mengakui serta menghargai kemerdekaan dan kedaulatan masing-masing.  PRI didirikan tanpa membeda-bedakan latar belakang. Mereka terikat oleh satu tujuan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Para pejuang itu ada yang langsung memanggul senjata, ada yang secara tidak langsung berjuang berdampingan dengan rakyat dalam bentuk-bentuk kelasykaran, dan ada yang berada dalam organisasi-organisasi ketentaraan resmi, seperti yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia, Angkatan Laut ...

Kostrad

Komando Cadangan Strategis TNI-AD Dharma Putra Komando Cadangan Strategis TNI-AD Dharma Putra lebih dikenal dengan singkatan Kostrad. Kostrad merupakan salah satu Komando Utama (Kotama) Mabes ABRI. Markas Komando Kostrad melakukan pembinaan dan operasi sekaligus, dengan tugas pokok : (1) Membina kesiapan operasi atas semua jajaran komandonya; (2) Menyelenggarakan operasi pertahanan keamanan tingkat strategik, sesuai dengan kebijakan Panglima ABRI. Komando utama (Kotama)  ini secara resmi dibentuk pada 6 Maret 1961, dipimpin oleh seorang Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang berpangkat Mayor Jenderal.  Sebagai Kotama TNI-AD maupun Kotama Mabes ABRI, Kostrad dapat ditempatkan di bawah perintah sebuah Komando Gabungan ABRI.  Hingga kini Kostrad telah menyelesaikan beragam tugas nasional penting seperti Operasi Trikora tahun 1961-1962, Operasi Dwikora tahun 1964-1965, Operasi Penumpasan Gestok tahun 1966-1967, Operasi Penumpasan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kali...

Korps Baret Biru (Brimob)

Brimob (Brigade Mobil) adalah salah satu bagian terintegral dalam Keluarga Besar Polri yang memiliki 5 kemampuan dasar Brimob yaitu Jibom (Penjinakan Bom), Resmob (Reserse Mobil), Perlawanan Teror (Wanteror) SAR (Search and Rescue) dan Penanggulangan Huru Hara (PHH).  Sejarah  Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua. Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan POLRI. Brimob tergolong sebagai sebuah unit paramiliter negara ditinjau dari tanggung jawab dan ruang lingkup tugas pokoknya. Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut ...