Postingan

Jalan Sukarno di Rabat Maroko

Admin Khalifah Tour menulis sebuah artikel berjudul Sang Proklamator Indonesia di Tanah Maroko. Tulisannya dimulai dengan pertanyaan, "Siapa yang tidak mengenal Soekarno?". Dilanjutkan dengan jawaban, " Seorang bapak proklamator dan menjadi presiden pertama Indonesia dari tahun 1945 hingga 1967. Keberanian, keteguhan hati, dan niat yang tulus demi Indonesia merdeka, tergambar jelas dalam tiap-tiap orasi yang ia lakukan. Menggerakkan seluruh rakyat Indonesia dalam satu keyakinan dan satu tujuan yang sama, yakni Indonesia merdeka. Namanya begitu masyhur di telinga seluruh rakyat Indonesia, bahkan di dunia." Selanjutnya Admin menyebut salah satu negara yaitu Maroko. Pemerintah Maroko menetapkan satu ruas jalan dengan nama Rue Soukarno (زنقة سوكارنو) atau jalan Sukarno di kota Rabat, Ibu Kota Maroko. Letaknya tepat berada di samping kantor pos terbesar di Maroko yang berada di pusat kota Rabat, Maroko. Kantor posnya sendiri berada di pusat kota, tidak jauh dari stasiun ...

Masjid St. Petersburg Dibuka Kembali dan Dikenal Sebagai Masjid Sukarno

Saint Petersburg, adalah ibukota Rusia ketika masih berbentuk kekaisaran. Kota itu ketika era Uni Soviet bernama Leningrad (Lenin Gorad), nama yang dinisbatkan kepada bapak pendiri Uni Soviet, Vladimir Ilyisch  Lenin. Saint Peterburg disebut sebut sebagai kota terindah di Eropa, dengan gedung-gedung berarsitektur menawan dan lanskap kota yang megah. Salah satu bangunan indah di antara deretan arsitektur kota tersebut adalah bangunan masjidnya. Keindahan Saint Petersburg atau Leningrad inilah yang kemudian menarik minat Bung Karno atau Ir.  Sukarno, Proklamator yang juga presiden pertama Republik Indonesia untuk berkunjung ke sana dalam kunjungan resminya ke Uni Soviet bersama putri kecilnya Megawati Soekarno Putri. Kunjungan Bung Karno yang hanya dua hari di Leningrad inilah yang kemudian mengubah sejarah masjid Saint Petersburg yang terlantar dijadikan gudang itu. Sebuah perubahan indah yang menjadi kenangan abadi  bagi kaum Muslim di Saint Petersburg.  Majalah Hist...

Menemukan Makam Imam Bukhari di Uzbekistan

Nama Presiden Sukarno bagi umat Islam di negara Rusia memiliki arti tersendiri, beliau sangat berjasa menumbuhkan kembali spirit Islam. Jauh sebelum  Kennedy mengundang Sukarno, pemimpin Uni Soviet, Perdana Mentri Nikita Khrushchev, pada tahun 1956 sudah terlebih dahulu mengundang Putra Sang Fajar itu berkunjung ke Rusia. Kedatangan Presiden Sukarno disambut gegap gempita oleh ribuan rakyat Uni Soviet, ketika pesawat Kepresidenan Indonesia mendarat di kota Moskow. Sekitar 150 musisi memainkan lagu Indonesia Raya, membuat Presiden Sukarno terharu. Rayuan Pulau Kelapa  Pemerintah Uni Soviet juga menginstruksikan media elektronik (TV dan radio) menyiarkan program-program khusus tentang Indonesia. Selain itu surat kabar terbesar di Rusia memasang poster Sukarno disertai satu artikel panjang berisi tentang kepemimpinannya dalam melawan imperialisme dunia barat. Bahkan lagu-lagu Indonesia seperti Rayuan Pulau Kelapa dikumandangkan dalam bahasa Rusia, yang terus-menerus disiarkan mel...

Kunjungan Bung Karno ke Baghdad

Pemerintah Irak mengaku masih menyimpan kenang-kenangan sejarah tokoh Proklamator Kemerdekaan RI, Ir. Sukarno yang pernah berkunjung ke Baghdad, Irak pada 1961. Dalam kunjungan itu, Bung Karno disambut hangat oleh Perdana Menteri Irak saat itu Mayor Jenderal Abdel Karim Qassim. Sejarah mencatat kunjungan Bung Karno ke Baghdad saat itu untuk memperkuat hubungan diplomatik, menegaskan posisi Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina, serta mengukuhkan solidaritas pemimpin dunia ketiga yang mandiri. Dokumentasi sejarah Bung Karno dan hubungan baik Indonesia dan Irak tersebut masih tersimpan rapi di Baghdad, yaitu berupa rekaman video lawas 1960-an. “Kami masih menyimpan film dokumenter kunjungan bersejarah tersebut,” kata Al-Khalidy. Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Irak secara resmi didirikan pada tahun 1950. Irak merupakan salah satu negara yang cepat mengakui kemerdekaan Indonesia, dengan pengakuan de jure pada tahun 1947, dan KBRI Baghdad kemudian dibuka pada 27 Maret 1950 unt...

Berziarah ke Makam Salahuddin Al Ayubi

Pada tahun 1957 Bung Karno diundang ke Damaskus, ibukota Suriah. Ketika itu, Presiden Suriah dijabat Syukri al-Quwatli. Dalam kunjungan itu, Bung Karno sempat berziarah ke makam pahlawan besar Islam, Salahuddin Al Ayyubi.  Dari kunjungan itu, Bung Karno mendapat fakta yang mungkin hingga kini masih jarang diketahui orang, khususnya kaum muslimin. Sebab, Salahuddin Al Ayyubi tidak hanya pahlawan besar yang berhasil membuka Palestina.  Lebih dari itu, Salahuddin juga yang mengajak seluruh kaum muslimin untuk merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW setiap tahun. Tujuannya, adalah untuk selalu menjaga semangat Islam.  Peristiwa itu diungkapkan Bung Karno saat perayaan Maulid Nabi di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, 6 Agustus 1963.  Dalam pidatonya, Bung Karno menceritakan pengalamannya di tahun 1957 ketika datang ke Damaskus. Pada waktu itu presidennya Presiden Suriah adalah Syukri al-Quwatli. Pada sore hari, Presiden Quatli mengajak untuk ke makam Salahuddin Al-Ayyubi....

Nkrumah

Kwame Nkrumah merupakan Presiden pertama Republik Ghana (1960) yang terletak di pantai Afrika Barat yang sebelumnya bernama Pantai Gading. Nama aslinya Francis Nwia Kofi. Nkrumah lahir di Nkroful, Ghana tahun 1909. Pada tahun 1931ia lulus dari Achimota College, lalu mengajar.  Belajar di AS Pada tahun 1935 ia meneruskan pendidikannya ke Amerika Serikat. Empat tahun kemudian ia lulus dari Universitas Lincoln, lalu mengikuti program pascasarjana di Universitas Pennsylvania. Dalam masa itu ia menjadi dosen ilmu politik pada Universitas Lincoln, sekaligus Presiden Organisasi Pelajar Afrika di Amerika Serikat dan Kanada.  Pergi ke Inggris  Pad tahun 1945 ia pergi ke Inggris untuk mengorganisasikan Kongres Pan Afrika. Dua tahun kemudian ia diundang United Gold Coast Convention kembali ke Ghana untuk duduk sebagai Sekretaris Jenderal. Pada tahun 1949 Nkrumah  memutuskan mendirikan Convention People's Party (CCP) yang memperjuangkan "berpemerintahan sendiri sekarang juga." P...

Nasser

Biografi tokoh pendiri Gerakan Non-Blok seperti Josip Broz Tito: Presiden Yugoslavia; Jawaharlal Nehru: Perdana Menteri India sudah kami sampaikan. Adapun biografi Bung Karno sudah kami unggah beberapa tahun yang lalu. Yang belum kami sampaikan adalah biografi Gamal Abdel Nasser: Presiden Mesir; dan Kwame Nkrumah: Presiden Ghana. Inilah biografi Gamal Abdel Nasser (1918-1970) Jamal Abdel 'Abd An-Nasser (Bhs. Arab) lahir di Alexandria tahun 1918. Pendidikan pertamanya di Desa Al-Khatatibah. Ia lalu tinggal di Kairo bersama pamannya. Di sekolah Nasser kerap bertikai dengan guru-gurunya, terutama yang berkebangsaan Inggris. Selama di SMA ia kerap terjun dalam berbagai demonstrasi di jalan-jalan menentang Inggris.  Selama beberapa bulan setelah menyelesaikan pendidikan menengahnya, ia masuk sekolah tinggi hukum. Ia kemudian mengikuti pendidikan militer di Royal Military Academy, dan lulus sebagai Letnan Dua. Revolusi Perwira Bebas  Ketika berdinas militer di Sudan, Nasser bertem...