Pernikahan dengan Haryati
Selanjutnya Bung Karno menikahi seorang penari dan Staf Sekretaris Negara Bidang Kesenian bernama Haryati. Haryati merupakan putri bungsu dari Bupati Ponorogo periode 1916–1926, Kanjeng Pangeran Koesoemajoedho. Keduanya menikah pada tanggal 21 Mei 1963, namun pernikahan mereka tak diumumkan kepada masyarakat luas. Selama menjadi istri Sukarno, Haryati tak akur dengan istri yang lain. Sukarno dan Haryati pun memutuskan bercerai pada tahun 1966. (Joni Setiawan, Tribuntrens.com). Surat Cinta Bung Karno kepada Haryati "Ini lho arloji bertahta emas itu. Biasakan memakainya. Nanti setelah sebulan, kamu akan tahu mana yang hendak dipilih: yang hitam, atau yang satunya, atau keduanya? Jadi, nanti sebulan lagi, bilanglah. (Kalau kamu suka keduanya, aku senang juga). Masa aku tidak senang, lha yang meminta saja wanita jantung hatiku!. Jangankan sekedar arloji, minta apa pun akan aku beri. Tie, surat-suratku ini tolong disimpan, ya! Supaya menjadi gambaran cintaku kepadamu, yang bisa dibaca...