Postingan

Kunjungan Pertama Presiden Sukarno ke Italia dan Vatikan

Willem Othman seorang wartawan Belanda menulis sebuah artikel berjudul Bung Karno Sahabatku (2001) pada laman DBNL - Digitale Bibliotheek voor de Nederlanse Letteren. Keseluruhan tulisan sungguh menarik dan karenanya akan kami muat secara utuh karena bukan saja bercerita tentang pertemuan Othman dengan Bung Karno tapi juga sikap pemerintah dan bangsa Belanda terhadap Bung Karno.  --- Roma (1956). Tanggal 10 Juni, pukul empat petang hari. Di Bandara Ciampino terhampar sebuah permadani merah. Presiden Italia Giovanni Gronchi, para anggota kabinet, dan korps diplomatik mengikuti gerakan pesawat DC7B yang menggelinding perlahan. Pesawat itu disewa Pemerintah Indonesia dari Pan American Airways. Hari itu cuaca cerah di musim panas. Seragam yang berwarna-warni dari barisan kehormatan caribinieri tampak menonjol di tengah jas kelepak para pejabat tinggi. Pintu pesawat terbuka. Didahului oleh juru potret istana Rochman dan juru film kepresidenan Silitonga, Presiden Soekarno keluar dari pes...

Bung Karno Berkunjung ke Itali dan Vatikan

Dalam lawatannya ke berbagai negara pada pertengahan 1959, Presiden Sukarno menyempatkan untuk bertemu dengan Paus Yohanes XXIII. Pada 14 Mei 1959, Sukarno tiba di Roma, Italia. Selain Duta Besar Indonesia untuk Italia dan Vatikan Abu Hanifah, Bung Karno disambut oleh seorang petinggi Vatikan Angelo Dellecqua, perwakilan Kepresidenan dan Kementerian Luar Negeri Italia. Turut pula Duta Besar Pakistan, Polandia, Turki, Filipina, Bulgaria, Yordania, serta kuasa-kuasa usaha dari India, Jepang, dan Libya. Ini menandakan betapa Indonesia menggalang persahabatan diplomatik lintas negara. Dari Roma, Presiden Sukarno meneruskan kunjungan ke Vatikan. Di Istana Vatikan, Paus Yohanes XXIII menerima Bung Karno dengan hangat. Dalam pidato sambutannya yang diucapkan dalam bahasa Prancis, Paus memuji peranan umat Katolik dalam membangun Indonesia. Peranan itu terutama dalam membangun dan memajukan sekolah-sekolah, rumahsakit, dan kegiatan sosial. Paus juga menyatakan kesediaan Takhta Suci Vatikan deng...

Presiden Sukarno Berkunjung ke Denmark

Pada awal Mei 1959 Presiden Soekarno melakukan kunjungan kenegaraan ke Denmark sebagai bagian dari tur Eropa. Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat hubungan diplomatik dan mempelajari kebijakan sosial-ekonomi.  Selama di Denmark Presiden Sukarno menginap di Hotel Angleterre, Kopenhagen. Merakyat Pada 5 Mei 1959, Presiden Sukarno mengunjungi perumahan kolektif Carlsro dan menaiki sepeda, menunjukkan gayanya yang merakyat. Saat itu terjadi momen ikonik saat ia meminjam sepeda untuk berkeliling Carlsro dekat Kopenhagen guna berbaur dengan warga setempat. Memuji Koperasi  Presiden Sukarno mengagumi sistem koperasi dan jaminan sosial menyeluruh di Denmark sebagai contoh untuk Indonesia. ---  Denmark Selayang Pandang  Denmark adalah negara Skandinavia berdaulat di Eropa Utara, yang terdiri dari semenanjung Jutlandia dan lebih dari 400 pulau. Sebagai monarki konstitusional dengan populasi hampir 6 juta jiwa, ibu kotanya adalah Kopenhagen. Dikenal karena kualitas hidup yan...

Bung Karno Menghadiri Peringatan Hari Buruh di Polandia

J.D. Legge dalam bukunya Sukarno: A Political Biography, mengisahkan tur dunia Presiden Sukarno yang  melibatkan hingga 12 negara dan wilayah di dunia. Mulai dari Turki, Polandia, Hungaria, Rusia, Skandinavia, Brasil, Argentina, Meksiko, Amerika Serikat, Jepang, Kamboja, dan Vietnam Utara. Dikutip dari British Pathe, tur tersebut berlangsung sekitar 1-2 bulan. Di bawah absennya sang Proklamator, pemerintahan Indonesia dipegang PM Ir Djuanda (Kumparan News, 29 Oktober 2021). Setelah berkunjung ke Turki, Presiden Sukarno bertolak ke Polandia. Tidak banyak informasi mengenai kunjungan ini, kami mengumpulkan beberapa informasi dari mesin pencari, ANRI, Kanal Arsip, Instagram, YouTube, TikTok, dan media online meski hasilnya kurang memuaskan.  Inilah catatan yang berhasil kami kumpulan kan dan kami rangkum untuk pembaca. Hubungan Diplomatik Polandia dan Indonesia telah menjalin hubungan diplomatik erat sejak tahun 1955 tapi Presiden Sukarno baru melakukan kunjungan kenegaraan ke Po...

Kunjungan Presiden Sukarno ke Turki

Muhammad Abdullah Azzam dalam  "Kala Rakyat Turki Mengenal Indonesia dari Kunjungan Sukarno" pada Anadolu Agency menulis  bahwa Presiden pertama Indonesia Sukarno pada Jumat 24 April 1959 mengunjungi Ankara, ibu kota Turki dengan rombongan besar. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia dari penjajahan ternyata bukan hanya berkesan bagi rakyat Indonesia, tapi juga bangsa Turki. Omer Faruk Kose, warga Turki di provinsi Ankara, mengenal Indonesia yang telah merdeka dari kunjungan Presiden Sukarno ke Turki. Dia punya kesan tersendiri terhadap bapak pendiri Republik Indonesia itu. Pada 1959, dia menyaksikan kunjungan presiden pertama Indonesia itu ke Turki, di era pemerintahan Perdana Menteri Adnan Menderes. Kose menjadi saksi mata bersama masyarakat Turki lainnya saat Sukarno tiba di Ankara, ibu kota Turki. “Soekarno dari mobil terbuka memberikan salam kepada masyarakat yang menyambutnya di jalanan, saya memberikan tepuk tangan kepada mereka [Sukarno dan Menderes],” ungkap Kose kepada ...

Bung Karno Mengakhiri Lawatannya di Amerika Latin dengan Berkunjung ke Meksiko

Berbagai penjuru Meksiko dilanda kerusuhan selepas kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes alias El Mencho. Bos kartel narkotika itu tewas dalam serangan pasukan Meksiko ke markas kartel Jalisco New Generation yang dikendalikannya. Amerika Serikat mengklaim membantu penyerbuan itu (kompas.id). Seperti itulah Meksiko hari ini. Berbeda  saat Bung Karno berkunjung tahun 1959 setelah mengunjungi Brasil, Argentina dan Venezuela. Bung Karno Berkunjung ke Meksiko Dalam lawatannya ke negara-negara Amerika Latin, Meksiko menjadi negara terakhir yang dikunjungi Presiden Sukarno. Sebagai penghormatan, pemerintah Meksiko meresmikan sekolah Indonesia di Meksiko. Martin Sitompul dalam Historia.ID, 31 Okt 2024 menulis, "Di Bandara Ezeiza, Buenos Aires, Presiden Arturo Frondizi melepas keberangkatan Presiden Sukarno. Dari Argentina, Bung Karno meneruskan perjalanan ke Meksiko pada 26 Mei 1959. Setibanya di Mexico City, ibu kota Meksiko, Presiden Adolfo Lopez Mateos menyambut rombongan Bung Karn...

Presiden Sukarno Berkunjung ke Venezuela dan Terinspirasi Untuk Merancang Jembatan Selat Sunda

Pada pagi 27 Mei 1959 Presiden Sukarno tiba di Bandara Aeropuerto Internacional de Maiquetía (kini bernama Bandara Aeropuerto Internacional Simón Bolívar) di Caracas. Pagi itu bandara lebih sibuk dari biasanya. Ada banyak pejabat Venezuela dan satu batalion korps Infantería de Marina (Korps Marinir Venezuela) berjaga-jaga. Hari itu Venezuela kedatangan tamu negara dari jauh yakni Presiden Sukarno dari Indonesia yang tiba untuk singgah sesaat selepas kunjungannya dari Argentina. Presiden Sukarno menjadi presiden pertama dari negara Asia yang mampir ke kawasan itu, untuk membawa pesan persahabatan dari rakyat Indonesia sekaligus merintis hubungan diplomatik. Dalam lawatannya ke Amerika Selatan tahun 1959 itu Presiden Sukarno menggunakan pesawat carteran Boeing 707 milik maskapai Pan American (Pan Am) Airways. Dalam rombongan ada sejumlah menteri seperti Menteri Luar Negeri (Menlu) Dr. Soebandrio. Sebelumnya, Presiden Sukarno bertandang ke Buenos Aires, Argentina.  Dari Argentina, ...