Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2026

Bung Karno Menerima Gelar Doctor (Hc) dari Universitas Budapest 561). Bung Karno Menerima Gelar Doctor (Hc) dari Universitas Budapest

Pada bulan April 1960 Presiden Sukarno berkunjung ke  Hongaria. Kunjungan sejak 14 April ini menghasilkan pernyataan bersama: menyeru negara peserta Geneva Summit 1955 hentikan percobaan senjata nuklir. Juga mendorong dialog untuk selesaikan masalah dunia. Presiden Sukarno  pun menerima gelar Doktor HC bidang Teknik dari Universitas Budapest. Presiden Sukarno  juga bertemu  Ketua Dewan Presidium Hongaria Istvan Dobi, sesaat sebelum tinggalkan Budapest, 17 April 1960 (ANRI). 27 Gelar Doctor Honoris Causa VOI memberikan ulasan tentang 27 gelar Dr (Hc) yang diperolehnya termasuk yang diperoleh beliau dari Universitas Budapest. President Soekarno Receives An Honoris Causa Doctoral Degree From The University Of Budapest In History Today, 17 April 1960 17 April 2022, 03:30 President Soekarno has received 27 Doctoral Honoris Causa degrees from various universities at home and abroad. (WIKIPEDIA) JAKARTA – History today, 62 years ago, April 17, 1960, President Soekarno recei...

Kedatangan Kapal Induk Belanda Karel Doorman di Irian Barat

Dalam pidato Laksana Malaikat Menyerbu dari Langit Jalannya Revolusi Kita (Jarek) 17 Agustus 1960 Bung Karno berbicara mengenai program politik untuk membebaskan Irian Barat dari kolonialisme Belanda dan kedatangan Kapal Induk Karel Doorman. "Ya!, pengalaman-pengalaman Kabinet-kabinet yang lalu sudah jelas. Ya!, kolonialis Belanda makin bersikap kepala batu! Ya!, Belanda malahan mengirim Karel Doorman ke Irian Barat. Tetapi juga ya!, kita sekarang sudah benar-benar menemukembali perjoangan kita dan menemu-kembali Revolusi! Karena itu, ya!, benar sekali anjuran Dewan Pertimbangan Agung supaya kita melaksanakan politik pembebasan Irian Barat secara Revolusioner, menurut bahasa tersendiri Revolusi Nasional Indonesia! Belanda makin berkepalabatu. Belanda malahan mengirimkan Karel Doorman-nya. Satu negara rentenier kecil yang sebenarnya sudah jatuh seperti Nederland itu, yang masih bernafsu kolonialisme, sekarang mencoba mengirimkan deurwaardernya, yang bemama Karel Doorman! Sekarang d...

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej Berkunjung ke Indonesia

Pada tanggal 9 Februari 1960 Raja Thailand Bhumibol Adulyadej pertama kali datang ke Jakarta. Rombongan Raja dan Permaisuri tiba di Indonesia pada waktu sore hari. Presiden Sukarno bersama jajarannya di Istana Merdeka bersama-sama menyambut kedatangan Raja dan Permaisuri Thailand di Bandar Udara Kemayoran. Respon rakyat Indonesia saat itu positif, mereka membludak ke jalan-jalan raya dan memadati beranda tangga Istana Merdeka demi menyambut tamu asing. Tujuan kedatangan Raja Thailand ke Indonesia menghadiri undangan kunjungan persahabatan sesama negara di Asia. Rombongan Raja Thailand tinggal 8 hari di Istana Merdeka, Jakarta, mereka menginap dengan tenang, aman, dan nyaman. Selama 8 hari berada di Istana Merdeka, Jakarta, Raja Bhumibol beserta istrinya merasa betah dan bahagia. Menurut Raja Thailand perjamuan Presiden Sukarno pada rombongannya terbilang istimewa. Bahkan mereka pun terkesan dengan sambutan rakyat Indonesia yang begitu ramai dan antusias mengantarkan rombongannya dari ...

Bung Karno Dikawal Yakuza

Kunjungan Presiden Sukarno ke Jepang Dalam unggahan sebelumnya pernah kami sampaikan bahwa seorang tokoh PRRI/Permesta , Ventje  Sumual pada tahun 1958 pernah berkunjung ke Jepang pada saat ketika Presiden RI Sukarno pun  sedang berkunjung ke Jepang. Seperti apa kunjungan Bung Karno ke Jepang itu, berikut ini kami kutipkan berita  dari CNBC mengenai kunjungan tersebut dan repotnya pengawalan Presiden. Yakuza Turun Gunung Kejadian ini berlangsung pada 29 Januari hingga 11 Februari 1958. Saat itu, Presiden Sukarno melakukan lawatan ke Jepang setelah sebelumnya berkunjung ke sejumlah negara Timur Tengah dan Thailand. Menurut koran Merdeka (30 Januari 1958), selama berada di Jepang Sukarno dijadwalkan bertemu Perdana Menteri Jepang Nobusuke Kishi (1957-1960), Kaisar Hirohito (1926-1989), serta mengunjungi berbagai kota, termasuk Osaka, Kobe dan Hiroshima. Di balik agenda kenegaraan itu, tim pengawal presiden diliputi rasa was-was. Sebab mereka mendapat kabar adanya ancaman se...