Fidel Castro Bapak Revolusi Kuba


Sejarah mencatat, Fidel dan Sukarno adalah sahabat karib. Keduanya bertemu saat Sukarno berkunjung ke Kuba tahun 1960. Saat itu, Fidel dan Che Guevara menyambut kedatangan presiden Indonesia itu secara meriah.

Biografi Fidel Castro 

Fidel Castro Ruz lahir di Biran 13 August 1926 dan wafat di Havana 25 November 2016. Ia adalah ahli hukum dari Universitas Havana. Sewaktu masih menjadi mahasiswa, Castro sudah giat dalam politik. Tahun 1953 ia mengobarkan revolusi bersenjata di negerinya, tetapi gagal. Ia kemudian menghimpun kekuatan di Meksiko, menyusup kembali ke Kuba, dan melancarkan perang gerilya yang didukung rakyat. Tahun 1959 kekuasaan Batista tumbang dan Castro menjadi kepala negara.

Castro memulai pemerintahannya dengan mengambil alih tanah dan industri milik orang-orang kaya dalam dan luar negeri. Hubungan dengan Amerika Serikat terganggu dan akhirnya putus sama sekali. Castro menyatakan dirinya komunis dan berpaling kepada Uni Soviet untuk mendapat bantuan ekonomi dan militer. Ia berhasil membangun kekuatan militer yang tangguh hingga dapat menghalau penyerbuan kaum Kontra, yang dibantu dinas rahasia AS (CIA), di Teluk Babi tahun 1961.

Tahun 1962 Castro pernah membuat cemas dunia. Waktu itu pesawat mata-mata AS mengetahui bahwa Uni Soviet menggelar peluru kendali di Kuba. Karena merasa terancam, AS menuntut pembongkaran segera  peralatan perang itu, dan Kuba diblokade oleh AS. Perang nuklir sudah akan pecah, kalau saja Uni Soviet tidak mengalah.*)

Fidel Castro masih memimpin Kuba sampai tahu 2008 sebagai Presiden. Di bawah Fidel Castro, Kuba sering mengirim tentaranya ke negara-negara Amerika Latin dan Afrika untuk membantu pemberontakan (Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid 4, Jakarta PT Delta Pamungkas 2004:54).

*) Uni Soviet bubar pada 25 Desember tahun 1991 menjadi 15 negara yang merdeka yang tersebar di kawasan Baltik, Eropa Timur, Kaukasus, dan Asia Tengah : Rusia, Ukraina, Belarus, Uzbekistan, Kazakhstan, Estonia, Latvia, Lithuania, Moldova, Armenia, Azerbaijan, Georgia, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Kasman Singodimedjo (1908-1982)

Liberalisme Politik