Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Kesepakatan Middelburg

Pada awal Maret 1962, Presiden Kennedy menolak memberi izin bagi Belanda untuk mengangkut kekuatan militernya yang akan diberangkatkan ke Irian Barat melalui Terusan Panama yang berada di bawah kendali AS.  Menyadari bahwa setiap solusi militer yang tidak mendapat dukungan AS akan menjadi suatu bencana politik, Belanda setuju mengadakan pembicaraan dengan Indonesia.  Akhirnya Jakarta dan Den Haag sepakat untuk berunding di bawah pengawasan PBB guna mencari solusi bagi persoalan Irian Barat. Negosiasi itu akan ditengahi oleh pihak ketiga, yakni Amerika Serikat.  Perundingan diadakan di kota Middleburg, Virginia - tidak jauh dari Washing - dimulai pada tanggal 20 Maret 1962.  Washington setuju untuk menjadi penengah dan menunjuk Ellsworth Bunker untuk duduk sebagai mediator. Bunker adalah Mantan Duta Besar AS untuk Argentina, Italia, dan India, yang nantinya menjadi Duta Besar AS untuk Vietnam. Pemerintah Belanda diwakili oleh Dr. Jan H. van Royen Duta Besar Belanda un...

Pergeseran Sikap AS terhadap RI dalam Sengketa Irian Barat

Situasi politik mulai berubah menyusul pengangkatan Averell Harriman sebagai Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Jauh pada tanggal 29 November 1961. Harriman berhasil meyakinkan para pembuat kebijakan di Washington untuk mengambil peran aktif dalam soal Irian Barat. Harriman mengusulkan suatu pertemuan antara Den Haag dan Jakarta.  Pada tanggal 1 Desember 1961 Penasihat Keamanan Nasional Presiden Kennedy, McGeorge Bundy, menyatakan dukungannya terhadap Indonesia. Menurutnya, posisi AS perlu dievaluasi kembali. Bila AS mempertahankan sikap pro-Belandanya, justru kelompok komunislah yang akan diuntungkan. Bundy mengatakan kepada Kennedy untuk tidak melawan kepentingan kelompok moderat Indonesia. Kennedy memerintahkan Duta Besar Jones untuk memberitahu Bung Karno bahwa AS kini siap membantu menemukan solusi yang terbaik atas masalah Irian Barat. Kennedy bahkan membuat surat untuk menenangkan Bung Karno yang terlanjur hancur karena sikap AS yang mendukung Belanda dalam Ma...

Yosaphat Soedarso Gugur di Laut Arafuru

Dalam pertempuran di Laut Aru, KRI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Soedarso, Kapten Memet Sastrawirya, Kapten Wiratmo, beserta 23 awak lainnya. Waktu itu, karena lawan terlampau kuat, KRI Macan Tutul sengaja mengumpankan dirinya untuk melindungi dua kapal lainnya agar dapat meloloskan diri. Yos Sudarso berpesan : "Kobarkan terus semangat pertempuran!". (ENI 2004 : 174). Biografi Yos Soedarso  Yos lahir di Salatiga, Jawa Tengah, pada  tahun 1925. Setelah tamat  HIS, ia meneruskan ke HIK milik misi Katolik di Muntilan, Jawa Tengah. Sekolah itu terhenti karena pendudukan Jepang sehingga ia pindah ke Sekolah Pelayaran Tinggi di Semarang. Selanjutnya ia mengikuti Latihan Perwira Angkatan Laut, Pendidikan Kadet di Kalibakung, Tegal, dan Latihan Spesial Operasi di Sarangan, Magetan. Pada zaman Jepang ia menjadi Mualim II pada Gyo Osama Butai pada usia 19 tahun. Sesudah bergabung dengan BKR-Laut pada awal revolusi, ia menjadi perwira penyelidik militer khusus, perwira s...

Pertempuran Laut Aru

Pada tanggal 15 Januari 1962 terjadi Peristiwa Aru. Tiga MTB (Motor Torpedo Boat) Angkatan Laut RI yang tergabung dalam Kesatuan Patroli Cepat, yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau, di bawah pimpinan Kapten Wiratmo (Komandan KRI Macan Tutul), sedang mengadakan patroli di Laut Arafuru. Dalam patroli ini turut pula beberapa pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut, seperti Deputi Kepala Staf Angkatan Laut Komodor Yos Sudarso (yang berada dalam satu kapal dengan Kapten Wiratno di KRI Macan Tutul), Kepala Direktorat Operasi Markas Besar Angkatan Laut Kolonel Soedomo dan Asisten II Kepala Staf Angkatan Darat Kolonel Moersid. Pada saat itulah dijumpai kapal-kapal perang Belanda, termasuk kapal induk Karel Doorman, dan dua buah pesawat, Neptune dan Firefly. Pertempuran laut tidak dapat dihindarkan lagi, tetapi persenjataan MTB-MTB tidak dapat mengimbangi persenjataan kapal-kapal perang Belanda. (ENI Jilid 16, 2004: 438). Dalam pertempuran itu, KRI Macan Tutul tenggel...

Keris Sebagai Warisan Dunia

Pada tahun 1960-an, di Surakarta dibentuk Boworoso Tosanaji, perhimpunan pecinta keris yang bernaung di bawah Museum Radyapustaka. Tokohnya adalah Kangjeng Raden Tumenggung Hardjonagoro. Sepuluh tahun kemudian berdiri pula Panitikadga. Kemudian tahun 1981 di Yogyakarta dibentuk Pametriwiji (Pahemanan Memetri Wesi Aji) dengan to tokoh Hariyono Arumbinang dengan cabang di Jakarta.  Organisasi ini didirikan untuk melestarikan budaya keris yang pernah hampir punah pada zaman pendudukan Jepang.  Secara teratur mereka mengadakan sarasehan, dan berdiskusi mengenai ilmu perkerisan. Selain itu diselenggarakan pula berbagai pameran keris, dan pendirian museum keris.  Pada tahun 1982, diselenggarakan Pekan Tosan Aji Indonesia di Taman Ismail Marzuki dengan dukungan para pecinta keris dari Jakarta , Yogyakarta, Surakarta, Madiun, Semarang, dan Surabaya.  Pusat Keris Jakarta yang berdiri tahun 1983, selain mengadakan pameran tetap , menerbitkan berbagai buku mengenai keris. ...

Komando Mandala Pembebasan Irian Barat

Pada 17 Agustus 1960, pemerintah RI memutuskan hubungan dengan Belanda dengan alasan Belanda tidak bersedia mengembalikan Irian Barat ke pangkuan RI. Sejak saat itulah Angkatan Bersenjata Republik Indonesia melakukan persiapan yang serius untuk membebaskan Irian Barat. Konfrontasi dengan Belanda dimulai. Pembelian Senjata Pemerintah RI melakukan pembelian senjata secara besar-besaran dari Uni Soviet. Pembelian tersebut ditandatangani oleh Menteri Keamanan Nasional Jenderal A. H. Nasution pada 4 Maret 1961 di Jakarta. Pembelian ini dilakukan karena Amerika Serikat enggan memberi bantuan senjata kepada Indonesia. Sementara itu Belanda juga meminta bantuan AS untuk memata-matai persiapan militer Indonesia. AS mengirim pesawat mata-mata ke atas kota Surabaya yang menjadi pangkalan utama Operasi Pembebasan Irian Barat . Trikora  Pada 11 Desember 1961 Presiden Sukarno membentuk Dewan Pertahanan Nasional (Depernas). Depernas inilah yang mengusulkan pembentukan Komando Tertinggi Pembebasan...

Badan Tenaga Atom Nasional (Batan)

Haris Setyawan  menulis dalam sebuah artikelnya bahwa di masa pemerintahan Orde Lama, Presiden Sukarno pernah berambisi memproduksi kekuatan senjata nuklir di Indonesia. Salah satu tujuan utamanya adalah mewujudkan negara Indonesia yang berdikari dan menciptakan perdamaian dunia. Namun, cita-cita itu gagal pasca terjadinya G30S yang membuat Republik Rakyat Cina (RRC) batal memberikan dukungan.  Ambisi Sukarno untuk membuat senjata nuklir, diungkapkannya di Kongres Muhammadiyah di Bandung pada 24 Juli 1965. Dalam pidatonya, ia berkata bahwa dalam waktu dekat Indonesia akan memiliki senjata nuklir. “Insya Allah dalam waktu dekat ini kita akan berhasil membuat bom atom sendiri,” ujarnya dikutip dari buku berjudul Nuklir Sukarno: Kajian Awal atas Politik Tenaga Atom Indonesia 1958- 1967 yang ditulis oleh Teuku Reza Fadeli.  Pernyataan Sukarno tersebut menjadi indikasi terjadinya perubahan orientasi pengembangan nuklir di Indonesia. Tujuan semula untuk perdamaian (atoms for pe...

Para Pejuang Mendirikan Partai Rakyat Indonesia (PRI)

Partai Rakyat Indonesia (PRI) didirikan oleh Sutomo (Bung Tomo) bersama para pejuang pada tanggal 20 Mei 1950 dengan Pancasila sebagai asasnya. Partai bergerak di bidang politik ekonomi dan sosial dan  bertujuan (a) mempertahankan dan menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia; (b) mewujudkan susunan negara yang berdasarkan Panca Sila; (c) mencapai terlaksananya peri kemanusiaan dan perdamaian dunia atas dasar kekeluargaan dan mengakui serta menghargai kemerdekaan dan kedaulatan masing-masing.  PRI didirikan tanpa membeda-bedakan latar belakang. Mereka terikat oleh satu tujuan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Para pejuang itu ada yang langsung memanggul senjata, ada yang secara tidak langsung berjuang berdampingan dengan rakyat dalam bentuk-bentuk kelasykaran, dan ada yang berada dalam organisasi-organisasi ketentaraan resmi, seperti yang tergabung dalam Tentara Republik Indonesia, Angkatan Laut ...

Kostrad

Komando Cadangan Strategis TNI-AD Dharma Putra Komando Cadangan Strategis TNI-AD Dharma Putra lebih dikenal dengan singkatan Kostrad. Kostrad merupakan salah satu Komando Utama (Kotama) Mabes ABRI. Markas Komando Kostrad melakukan pembinaan dan operasi sekaligus, dengan tugas pokok : (1) Membina kesiapan operasi atas semua jajaran komandonya; (2) Menyelenggarakan operasi pertahanan keamanan tingkat strategik, sesuai dengan kebijakan Panglima ABRI. Komando utama (Kotama)  ini secara resmi dibentuk pada 6 Maret 1961, dipimpin oleh seorang Panglima Kostrad (Pangkostrad) yang berpangkat Mayor Jenderal.  Sebagai Kotama TNI-AD maupun Kotama Mabes ABRI, Kostrad dapat ditempatkan di bawah perintah sebuah Komando Gabungan ABRI.  Hingga kini Kostrad telah menyelesaikan beragam tugas nasional penting seperti Operasi Trikora tahun 1961-1962, Operasi Dwikora tahun 1964-1965, Operasi Penumpasan Gestok tahun 1966-1967, Operasi Penumpasan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kali...

Korps Baret Biru (Brimob)

Brimob (Brigade Mobil) adalah salah satu bagian terintegral dalam Keluarga Besar Polri yang memiliki 5 kemampuan dasar Brimob yaitu Jibom (Penjinakan Bom), Resmob (Reserse Mobil), Perlawanan Teror (Wanteror) SAR (Search and Rescue) dan Penanggulangan Huru Hara (PHH).  Sejarah  Dikutip dari Tribratanews.polri.go.id, Korps Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (Korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia pada tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru Tua. Brimob termasuk satuan elit (pasukan khusus) dalam jajaran kesatuan POLRI. Brimob tergolong sebagai sebuah unit paramiliter negara ditinjau dari tanggung jawab dan ruang lingkup tugas pokoknya. Brimob pertama-tama terbentuk dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Kesatuan ini pada mulanya diberikan tugas untuk melucuti senjata tentara Jepang, melindungi kepala negara, dan mempertahankan ibukota. Brimob turut ...

Pasukan Khas Baret Jingga

Dalam riwayatnya, korps ini telah berganti nama berulang kali. Namanya semula adalah Pasukan Pertahanan Pangkalan (PPP). Hari lahir resmi pasukan ini adalah 17 Oktober 1947, yaitu Hari H Operasi Kalimantan, yang merupakan gelar operasi pasukan para pertama dalam sejarah TNI/ABRI, untuk meraih sejumlah sasaran strategis di daerah Kalimantan dalam masa perjuangan kemerdekaan RI. Pasukan Gerak Tjepat (PGT) Pada tahun 1952 dibentuk pasukan yang berkualifikasi  para (terjun payung militer) dengan personal yang berasal dari PPP. Pasukan tersebut kemudian disebut Pasukan Gerak Tjepat (PGT), yang di kemudian hari meraih nama besar tersendiri dengan prestasi-prestasi penugasan tempurnya. Kedua pasukan TNI-AU itu, PPP dan PGT, berada di bawah Komando Pertahanan Pangkalan AU (Koppau). Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat) PPP dan PGT kemudian dilebur menjadi satu dengan nama Komando Pasukan Gerak Tjepat (Kopasgat).  Dalam tahapan awal perkembangannya, pasukan ini lebih mendekati bentuk...

Komando Baret Merah dari Batujajar ke Cijantung

Korps Baret Merah yang lahir pada tanggal 16 April 1952 dibentuk berdasarkan instruksi Panglima Tentara dan Territorium III Jawa Barat, No. 55/Instr/PDS tertanggal 16 April 1952 yang menetapkan pembentukan Kesatuan Komando Territorium III sebagai nama Korps ini untuk pertama kalinya. Komandannya yang pertama adalah Mayor Mohammad Idjon Djanbi, seorang Belanda yang bernama asli R.B. Visser, bekas perwira tentara Kerajaan Belanda yang bersimpati kepada perjuangan RI. Mayor Idjon Djanbi kaya dengan pengalaman penugasan tempur misi komando dalam Tentara Kerajaan.  Batujajar  Pada tanggal 1 Juni 1952, Markas Komando Kesatuan Territorium III ini dipindahkan ke Batujajar, Jawa Barat. Operasi Terhadap DI /TII  Pada tanggal 6 Desember 1952, sesudah Latihan Komando I, dilantik Kompi A. Kompi A ini mendapat tugas praktik operasi terhadap DI/TII di Jawa Barat, yang dilaksanakan dengan berhasil. KKAD Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesatuan Komando Territorium III diserahkan dari Komand...

Korps Komando/ KKo AL

Marinir AL yang pada awal pembentukannya bernama Corps Marinier (CM), terbentuk pada tanggal 15 November 1945, beberapa bulan setelah terbentuknya Badan Keamanan Rakyat (BKR) Laut pada tanggal 10 September 1945. Setelah pelaksanaan KMB dan pemulihan kedaulatan RI, unsur-unsur ALRI, terutama yang berada di Jawa dan Sumatra, khususnya Tegal, Pekalongan, Jakarta, Sibolga, dan Sabang, diperintahkan untuk mengikuti seleksi di pangkalan utama Surabaya.  Hasilnya sebanyak kurang-lebih 1.200 orang dipilih dan dipersiapkan untuk menjadi cikal-bakal pasukan amfibi ALRI. Sekitar 95% dari mereka yang terpilih berasal dari Corps Marinier Corps Armada IV Tegal di bawah kepemimpinan Mayor Suhadi, yang kemudian hari menjadi Komandan pertama KKo ALRI. Setelah beberapa kali konsolidasi Marinir kemudian ditetapkan menjadi Korps Komando Angkatan Laut RI dengan singkatan KKo AL.  Pada bulan November 1951, diadakanlah pertemuan perwira-perwira KKo AL di Ksatrian ALRI Wonokitri, Surabaya, untuk memb...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal

Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal merupakan sebuah pemakaman yang ada di jalan Pahlawan, Semarang. Taman Makam Pahlawan ini dibangun untuk menghormati jasa para pejuang dan pahlawan yang membela Indonesia atas nama kemerdekaan bangsa.Nama “Giri Tunggal” memiliki arti secara harfiah “Gunung Tunggal” yang memiliki simbolisme kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan. Pemakaman Giri Tunggal dimulai pada tahun 1945. Pemakaman ini diresmikan dengan nama Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal pada tanggal 10 November 1955, yang merupakan Hari Pahlawan di Indonesia. Pemakaman ini dihadiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, tentara, dan keluarga yang dimakamkan. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 dengan pembacaan keputusan Presiden Sukarno, dan ditutup dengan penampilan lagu “Gugur Bunga” karya Ismail Marzuki. Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini? Salah satu pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang adalah Mgr. A. Soegijapranata. Ia merupakan seo...

Beberapa Taman Makam Pahlawan (TMP) di Surabaya

Sebagai kota yang dijuluki Kota Pahlawan, Surabaya memiliki beberapa Taman Makam Pahlawan. Ada tiga taman makam pahlawan (TMP) di Surabaya.  Yang pertama yakni TMP Kusuma Bangsa. TMP itu berada di Jalan Kusuma Bangsa, Kecamatan Genteng. Berikutnya yakni Taman Makam Pahlawan Sepuluh November. TMP ini berada di Jalan Mayor Jenderal Sungkono, Kecamatan Dukuhpakis. Yang terakhir yakni Taman Makam Pahlawan Ngagel. TMP ini berada di Jalan Ngagel Jaya Selatan, Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo (detikJatim) TMP Khusus  Kecuali itu, di Surabaya juga ada TMP khusus, tempat dimakamkannya Pahlawan Nasional salah seorang pendiri Budi Utomo, Dr.Sutomo di Jalan Bubutan Surabaya dan pencipta lagu kebangsaan Indonesia Raya, Wage Rudolf Supratman, dekat Pemakaman Umum Rangkah di Jalan Kenjeran Surabaya. (jatimkini.com) Tokoh Peristiwa 10 November, Bung Tomo, dimakamkan di TPU Ngagel, di dekat TMP Ngagel Surabaya. Empat Pahlawan Nasional  Berikut ini, detikJatim merangkum 4 pahlawan nasional ...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Negara

Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara atau TMP Kusuma Negara merupakan kompleks pemakaman Wijaya Brata yang ada di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta, DI Yogyakarta, Indonesia.  Dikenal juga sebagai TMP Semaki. Tempat ini dibuat khusus sebagai pemakaman para pahlawan, anggota militer, dan pejabat tinggi Negara Indonesia. Taman Makam Pahlawan Kusuma Negara didirikan pada tanggal 7 Oktober 1945 di wilayah Semaki, Yogyakarta dan diresmikan pada tanggal 4 Juni 1964 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini? Sebagai Taman Makam Pahlawan, tempat ini menjadi tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh Indonesia, yakni sebagai berikut. (1) Jenderal Besar TNI (Anumerta) Raden Soedirman (JendralSudirman; 24 Januari 1916 – 29 Januari 1950) Jenderal Besar Republik Indonesia pada zaman Revolusi; (2) Letjen TNI Oerip Soemohardjo - tokoh pelopor dibentuknya Tentara Keamanan Rakyat; (3) Brigjen TNI (Anumerta) Katamso Darmokusumo - Pahlawan Revolusi; (4) Supeno - Menteri Pem...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra

Pada tahun 1958, TMP Cikutra mulai dibangun karena adanya kebutuhan mendesak akan ruang pemakaman yang layak bagi para pejuang bangsa, khususnya dari kalangan militer. Bukan hanya sebagai tempat peristirahatan terakhir, pendirian TMP Cikutra menjadi simbol penghormatan negara atas jasa para pejuang yang gugur demi kemerdekaan Indonesia. TMP Cikutra dibangun dengan dua tugu yang menjulang tinggi di bagian depan area makam sebagai penanda dan ciri khas utama kawasan ini. Di dalam kompleks pemakaman terdapat tugu yang memuat daftar nama pahlawan yang dimakamkan. Selain itu, berdiri pula monumen bertuliskan "Esa Hilang Dua Terbilang" yang merupakan simbol filosofis yang merepresentasikan perjuangan atau kegigihan untuk sampai ke tujuan. Hasil Tukar Tanah TMP Cikutra ternyata memiliki sejarah administratif yang panjang. Mulanya, lahan seluas 13.670 meter persegi yang digunakan sebagai TMP itu merupakan tanah milik perorangan atas nama Odje. Karena adanya kebutuhan yang mendesak ak...

Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata

Pemakaman pahlawan sebelumnya berada di Ancol yang ketika itu masih berupa rawa dan hutan belukar. Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung pengembangan kawasan pemakaman pahlawan di Jakarta. Pemerintah kemudian memindahkan makam menuju kawasan Kalibata dengan menggunakan lahan sekitar lima hektare. Pembangunan kompleks pemakaman baru tersebut mulai dilakukan pada 1953. Perencanaan dan pembangunan melibatkan arsitek Indonesia, kontraktor Belanda, serta Tentara Nasional Indonesia. Arsitek Friedrich Silaban menjadi perancang utama yang sebelumnya juga merancang rencana TMP Ancol. Pembangunan dilaksanakan Algemeen Ingenieurs- en Architecten Bureau bersama Dinas Bangunan Tentara Sub Direktorium. Kolaborasi tersebut kemudian menghasilkan kawasan pemakaman pahlawan di Jalan Raya Kalibata. TMP Kalibata diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 10 November 1954, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Taman Makam Pahlawan Nasional melalui Keputusan...

Suluh Indonesia Surat Kabar PNI

Pada pertengahan tahun 1953, Ketua Umum PNI Sidik Djojosukarto meminta beberapa anggota partai, antara lain M. Tabrani, Mohammad Arsyad, M.A. Pane, dan Rufinus Tobing, untuk menerbitkan surat kabar sebagai alat perjuangan partai.  Pada tanggal 1 Oktober 1953, terbitlah Suluh Indonesia (Suluh Indonesia) di Jakarta sebagai surat kabar milik Partai Nasional Indonesia (PNI). Pemimpin redaksinya yang pertama, Sayuti Melik, menyatakan Sulindo berhaluan politik PNI tetapi menolak menyebutnya sebagai organ partai. M. Tabrani, wartawan pergerakan yang kemudian menjadi direktur utama dan tim, mendirikan perseroan terbatas dengan nama PT Pertjetakan dan Penerbitan Suluh Indonesia. Semua saham perseroan Sulindo dialihkan menjadi milik tunggal Jajasan Marhaenis.  Pada bulan-bulan pertama pihak penerbit mengalami banyak kesulitan teknis karena harus berpindah-pindah percetakan selagi percetakan milik sendiri yang dipimpin Sutan Takdir Alisjahbana selaku direktur belum berfungsi dengan baik....

Trikora (Tri Komando Rakyat)

Isi Trikora (Tri Komando Rakyat) : (1) Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial; (2) Kibarkanlah Sang Saka Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia; (3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa. Trikora disampaikan oleh Presiden Sukarno pada rapat raksasa dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun-alun Utara Yogyakarta bersamaan dengan pelantikan alumni Akademi Militer Nasional (AMN). Trikora dikeluarkan karena usaha diplomasi untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda tidak membawa hasil. Latar Belakang  Dalam KMB (Konferensi Meja Bundar), Belanda berjanji akan mengembalikan Irian Barat dalam waktu satu tahun. Tapi bukannya memberikan, Belanda justru menjanjikan akan mendirikan negara Papua.  Perjuangan untuk membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda telah menjadi program pemerintah Indonesia sejak Kabinet RIS (20 Desember 1949-6 September ...

Trisnojuwono

Majalah Tempo edisi 28/11 tanggal 11 September 1971 menulis rubrik berjudul Trisnojuwono yang terasa  lucu  jika dibaca sekarang : "CSD bukan sedjenis LSD. Kepandjangannja ialah: Club Sky Diving, jaitu perkumpulan penggemar-penggemar terdjun -- bukan di air atau dikasur - tetapi diudara, dengan parasut. Adanja di Bandung dan jang mendirikan adalah: Trisnojuwono. Madjukah perkumpulan ini? Peminatnja banjak tetapi klub jang harus bermodalkan pesawat terbang ini, kekurangan fasilitas..." (data.tempo.co). Trisnojuwono adalah sastrawan kelahiran Yogyakarta,  12 November 1925, yang kemudian menjadi wartawan Pikiran Rakyat dan meninggal di Bandung 29 Oktober 1996 dalam usia 70 tahun. Terakhir beliau tinggal di Komplek Wartawan Baleendah. Biografi Trisnojuwono pengarang novel dan cerita pendek yang banyak dikenal pada tahun 1950 dan 1960-an. Sejak muda ia terlibat dalam revolusi kemerdekaan dan selanjutnya memasuki dinas tentara sampai tahun 1950-an. Pengalaman selama revolusi ba...

Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia vs Belanda di Irian Barat

Dalam pidatonya di Konferensi Negara-negara Non-Blok di Beograd pada bulan September 1961, Bung Karno meminta dukungan untuk membebaskan Irian Barat. Diplomasi Bung Karno disertai dengan langkah-langkah perjuangan. Walaupun tidak yakin apakah Bung Karno akan mewujudkan ancamannya untuk menggunakan kekerasan guna menyelesaikan sengketa Irian Barat, pemerintah Kennedy tetap tidak ingin bahwa perselisihan itu akan memanas menjadi konflik militer internasional.  Para pembuat kebijakan dalam pemerintahan Kennedy sadar bahwa Uni Soviet telah membantu Indonesia dengan perlengkapan dan penasihat militer untuk menghadapi kekuatan Belanda di kawasan tersebut. Hingga September 1961 bantuan militer Uni Soviet kepada Indonesia telah mencapai lebih dari $ 800 juta. Sementara itu untuk menanggapi ancaman Indonesia, Belanda mempersiapkan militernya untuk mempertahankan posisi mereka. Terjadilah perlombaan militer antara Belanda dan Indonesia di Irian Barat dan sekitarnya. A. Kekuatan Militer Belan...

Indonesia Juara Thomas Cup 1958

Karena perkembangan badminton yang makin meningkat di Indonesia, PBSI memutuskan untuk ikut serta dan mendaftarkan diri pada gelaran Piala Thomas 1957-1958. Saat itu kekuatan Malaya [Malaysia] yang juara tiga kali berturut-turut tengah menurun sehingga diyakini Indonesia punya peluang bagus untuk berbicara banyak di turnamen tersebut. Soedirman dan sejumlah pengurus PBSI lain,  kemudian mencari informasi dan zona yang dianggap membuat Indonesia punya kans besar untuk lolos. Indonesia lalu bergabung dengan zona Australia yang terdiri dari Australia dan Selandia Baru. Indonesia tanpa kesulitan menang atas Australia dan Selandia Baru dengan skor 9-0. Meski lolos ke babak antarzona, nama Indonesia belum diperhitungkan tim-tim lain. Di tengah sorotan minim tersebut, Indonesia mampu melangkahi Denmark dan Thailand yang lebih difavoritkan lolos ke babak final. Dalam format Thomas Cup saat itu, Malaya sebagai juara bertahan memang hanya tinggal menunggu di babak final yang disebut sebagai ...

Nasionalisasi De Javasche Bank (DJB)

De Javasche Bank merupakan salah satu bank terkemuka pada masa kolonial Belanda, didirikan di Batavia pada tanggal 24 Januari 1828. Selain berkantor pusat di Batavia, De Javasche Bank membuka cabang di berbagai kota seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Cirebon, Makasar, Palembang dan Pontianak. Kantor cabang De Javasche Bank Surabaya dibuka pada tanggal 14 September 1829 dengan kepala cabang pertama F.H. Preyer dibantu asisten A.H. Buchler dan J.D.A Loth sebagai komisaris. Kantor cabang De Javashe Bank di Surabaya merupakan kantor yang pertama kali menerapkan sistem kliring antar enam Bank utama yaitu Nederlandsche Handel Mij Factorij, De Hongkong Bankdan Shanghai Banking Corp, De Chartered Bank of India Australia dan China, De Nederlandsche Indische Handelsbank dan DeJavasche Bank. Selain itu kantor ini tercatat sebagai kantor pertama yang menyelenggarakan proses kliring di gedung kantornya sendiri dan bertindak sebagai penyelenggara (disbudporapar.surabaya.go.id) Sejarah De Javasche B...

Islamic Development Bank (IsDB)

IsDB  bersama-sama dengan Bank Pembangunan Asia dan Bank Dunia turut berperan dalam pembangunan di Indonesia melalui keikutsertaannya memberi pinjaman pada Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). The Islamic Development Bank (IsDB) is a multilateral development finance institution established in 1975, headquartered in Jeddah, Saudi Arabia. It focuses on Islamic finance principles—such as prohibiting interest and promoting risk-sharing—to fund infrastructure and socio-economic growth across its 57 member countries and Muslim communities globally. Key Structure and Facts Members: 57 countries spanning four continents, with Saudi Arabia as the largest shareholder. Core Operations: Funds large-scale infrastructure, agriculture, education, and health projects using Sharia-compliant instruments like Sukuk (Islamic bonds). Group Entities: Includes specialized arms like the IsDB Institute (research/training), the International Islamic Trade Finance Corporation (ITFC), and the Private Sector ...