Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2026

Bank Rakyat Indonesia aka Bank Koperasi Tani dan Nelayan

Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. BRI didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja pada 16 Desember 1895. Saat itu BRI masih dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden   (Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pangreh Praja Berkebangsaan Pribumi) atau biasa disebut Bank Priayi sebagai lembaga keuangan milik kaum priyayi Purwokerto atau istilahnya pribumi. Bank Priayi dibentuk untuk mengelola dana kas masjid untuk disalurkan kepada masyarakat dengan skema yang sangat sederhana. Disebut Bank Priayi karena didirikan oleh pangreh praja dan bertujuan membantu para priayi agar tidak jatuh pada cengkeraman rentenir. Perkembangan BRI Zaman Penjajahan Belanda  Pada zaman penjajahan Belanda, BRI bernama Algemene Volkscredietbank (AVB). Zaman Pendudukan Jepang  Pada zaman pendudukan Jepang, BRI bernama Syomin Ginko. Zaman Indonesia Merdeka  Pada zaman Indone...

Bank Negara Indonesia (BNI)

PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk  pada awalnya didirikan di Indonesia sebagai Bank sentral dengan nama “Bank Negara Indonesia” berdasarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 tahun 1946 tanggal 5 Juli 1946. Dalam portal Bank Indonesia disebutkan bahwa sesuai mandat yang tertulis dalam penjelasan UUD 45 pasal 23 yaitu “Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia yang akan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas ditetapkan dengan Undang-undang”, maka Pemerintah Republik Indonesia membentuk bank sirkulasi yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Sebagai upaya menegakkan kedaulatan ekonomi, BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI). Keberadaan BNI milik RI dan DJB milik NICA membuat terjadinya dualisme bank sirkulasi di Indonesia dan munculnya peperangan mata uang (currency war). Pada masa ini, uang DJB yang dikenal dengan sebutan “uang merah” dan ORI dikenal sebagai “uang putih”. DJB Menjadi BI Pada tahun 1951, muncul desakan kuat untuk ...

Bank Indonesia Dari Masa ke Masa

Pasca Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Belanda berusaha menguasai kembali Indonesia melalui Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Pada masa ini, NICA mendirikan kembali De Javasche Bank (DJB) untuk mencetak dan mengedarkan uang NICA. Hal ini bertujuan untuk mengacaukan ekonomi Indonesia. Sesuai mandat yang tertulis dalam penjelasan UUD 45 pasal 23 yaitu “Berhubung dengan itu kedudukan Bank Indonesia yang akan mengeluarkan dan mengatur peredaran uang kertas ditetapkan dengan Undang-undang”, maka Pemerintah Republik Indonesia membentuk bank sirkulasi yaitu Bank Negara Indonesia (BNI). Sebagai upaya menegakkan kedaulatan ekonomi, BNI menerbitkan uang dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI). Keberadaan BNI milik RI dan DJB milik NICA membuat terjadinya dualisme bank sirkulasi di Indonesia dan munculnya peperangan mata uang (currency war). Pada masa ini, uang DJB yang dikenal dengan sebutan “uang merah” dan ORI dikenal sebagai “uang putih”. Republik Indonesia Serikat (RIS) Pad...

Hotel Indonesia di Jantung Kota Jakarta

“Mereka suka memperlihatkan Hotel Indonesiaku yang penuh gairah. Kami menghasilkan dua juta dolar Amerika setelah hotel itu berjalan selama setahun,” tutur Presiden Sukarno dalam otobiografi, Penjambung Lidah Rakjat Indonesia (1966). --- Hotel Indonesia mulai dibangun tahun 1959 untuk menghadapi Asian Games IV Tahun 1962 di Jakarta. --- Menurut Dian Dewi Purnamasari, setelah Konferensi Asia Afrika tahun 1955 diselenggarakan di Bandung, Presiden Soekarno banyak menerima tamu kenegaraan. Namun, seiring tamu internasional yang berdatangan, hingga tahun 1960 ibu kota negara belum memiliki hotel berskala internasional. Padahal, saat itu citra Indonesia sebagai negara baru di forum internasional tengah moncer. “Bung Karno saat itu lalu memanggil tokoh perhotelan dan pariwisata Indonesia Margono Djojohadikusumo. Mereka membahas rencana pembangunan hotel bertaraf Internasional di lokasi yang dekat dengan daerah elite Menteng dan kota satelit Kebayoran Baru,” tutur Arifin Pasaribu (79), pejabat...

Timnas Bermain di Olympiade Melbourne

Timnas Indonesia pernah tampil sekali di ajang pesta olahraga internasional Olimpiade 1956 di Melbourne. Saat itu Timnas Indonesia diisi oleh nama-nama seperti Rusli Ramang, Maulwi Saelan, Ramlan, Endang Witarsa, Thio Him Tjiang, dan lain-lain di bawah asuhan pelatih Antun Toni Pogacnik, yang semasa masih aktif bermain membela Yugoslavia dan Kroasia. Ia melatih Timnas Indonesia dari tahun 1954-1964. Sebelum tampil di Olimpiade 1956, Timnas Indonesia harus melewati fase kualifikasi terlebih dahulu melawan China Taipe. Namun China Taipe menolak untuk bertanding dengan menggunakan lambang FIFA. Karena itulah Timnas Indonesia menang walk out dan meraih tiket Olimpiade 1956. Saat itu sistem cabang olahraga sepak bola di Olimpiade belum menggunakan fase grup seperti sekarang, tetapi langsung fase gugur. Pada Olimpiade 1956 ini terdapat 16 tim yang tampil pada cabang olahraga sepak bola, yaitu Yugoslavia, Amerika Serikat, Australia, Jepang, India, Indonesia, Uni Soviet, Tim Persatuan Jerman (...

Gelora Bung Karno

Pembangunan kompleks Gelora Bung Karno memiliki kaitan erat dengan penyelenggaraan Asian Games. Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Asian Games IV Tahun 1962. Untuk itu pada tahun 1960 dibangunlah stadion beserta fasilitasnya yang memadai untuk peristiwa besar tersebut.  Istana Olahraga (Istora) selesai dibangun pada tanggal 20 Mei 1961. Seluruh kompleks selesai dibangun tepat satu bulan sebelum pembukaan Asian Games IV pada tanggal 24 Agustus 1962.  Kompleks ini mempunyai berbagai sarana dan prasarana : Stadion Utama, Istana Olahraga , Stadion Renang , dan Fasilitas lain. Stadion Utama  Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan salah satu stadion sepak bola terbesar di Asia, berkapasitas tempat duduk 110.000 orang. Di samping untuk olah raga, stadion ini sering dipakai untuk upacara besar, pertunjukan seni dan lain-lain. Istana Olahraga  Stadion Olahraga disingkat Istora, adalah gelanggang tertutup dengan daya tampung 10.000 tempat duduk. Is...