Asian Development Bank (ADB)


Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank) di Manila, Filipina, didirikan 67 negara Asia pada tahun 1966. Indonesia merupakan  pemilik saham terbesar keenam.

Asian Development Bank

ADB is committed to achieving a prosperous, inclusive, resilient, and sustainable Asia and the Pacific, while sustaining its efforts to eradicate extreme poverty.

Established in 1966, the Asian Development Bank (ADB) assists its members and partners by providing loans, technical assistance, grants, and equity investments to promote social and economic development. The Bank maximizes the development impact of its assistance by facilitating policy dialogues, providing advisory services, and mobilizing financial resources through co-financing operations that tap official, commercial, and export credit sources.

More than half of both the world’s total population and the world’s urban population now live in Asia and the Pacific. Asia's rapidly developing cities face inadequate basic services, environmental degradation, and increasing poverty. ADB’s vision is to transform the archetypical chaotic, polluted, inequitable cities of Asia and the Pacific into competitive, equitable, environmentally sustainable, and climate resilient urban centers—in short, livable cities. To realize this operational priority, ADB has prepared the Livable Cities Operational Plan. This plan will help ADB and cities in developing member countries adopt a holistic approach to achieve livable cities with the following strategic areas:

Improve the coverage, quality, efficiency, and reliability of services in urban areas to make them energy-efficient, gender-responsive, inclusive, and sustainable by supporting integrated development, building capacities, and promoting high-level technologies. 

Strengthen urban planning and financial sustainability of cities by promoting inclusive and participatory processes and supporting cities to develop and efficiently use their financial resources. 

Improve urban environments, climate resilience, and disaster management through, for example, enhancing resources and building capacity. (www.adb.org).

---

Terjemahan Bahasa Indonesia:

Asian Development Bank

ADB berkomitmen untuk mewujudkan kawasan Asia dan Pasifik yang makmur, inklusif, tangguh, dan berkelanjutan, sembari terus berupaya mengentaskan kemiskinan ekstrem.

Didirikan pada tahun 1966, Asian Development Bank (ADB) membantu negara anggota dan mitranya dengan menyediakan pinjaman, bantuan teknis, hibah, dan investasi ekuitas guna mendorong pembangunan sosial dan ekonomi. Bank ini memaksimalkan dampak pembangunan dari bantuannya dengan memfasilitasi dialog kebijakan, menyediakan layanan konsultasi, serta memobilisasi sumber daya keuangan melalui operasi pembiayaan bersama (*co-financing*) yang memanfaatkan sumber-sumber kredit resmi, komersial, dan ekspor.

Saat ini, lebih dari separuh total populasi dunia maupun populasi perkotaan dunia tinggal di kawasan Asia dan Pasifik. Kota-kota di Asia yang berkembang pesat menghadapi masalah berupa layanan dasar yang tidak memadai, kerusakan lingkungan, dan meningkatnya kemiskinan. 

Visi ADB adalah mengubah kota-kota di Asia dan Pasifik—yang umumnya dicirikan oleh kekacauan, polusi, dan ketimpangan—menjadi pusat perkotaan yang kompetitif, berkeadilan, berkelanjutan secara lingkungan, dan tangguh terhadap iklim; singkatnya, kota yang layak huni (*livable cities*). Untuk mewujudkan prioritas operasional ini, ADB telah menyusun Rencana Operasional Kota Layak Huni (*Livable Cities Operational Plan*). Rencana ini akan membantu ADB dan kota-kota di negara anggota berkembang dalam menerapkan pendekatan holistik guna mewujudkan kota yang layak huni melalui bidang-bidang strategis berikut:

Meningkatkan cakupan, kualitas, efisiensi, dan keandalan layanan di wilayah perkotaan agar hemat energi, responsif gender, inklusif, dan berkelanjutan dengan cara mendukung pembangunan terpadu, membangun kapasitas, serta mendorong penggunaan teknologi tingkat tinggi.

Memperkuat perencanaan perkotaan dan keberlanjutan keuangan kota dengan mendorong proses yang inklusif dan partisipatif, serta mendukung kota-kota dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber daya keuangan mereka secara efisien.

Memperbaiki lingkungan perkotaan, meningkatkan ketangguhan iklim, dan memperkuat manajemen bencana, antara lain melalui peningkatan sumber daya dan pengembangan kapasitas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Partindo Di Bawah Sukarno

Puputan