Perbandingan Kekuatan Militer Indonesia vs Belanda di Irian Barat


Dalam pidatonya di Konferensi Negara-negara Non-Blok di Beograd pada bulan September 1961, Bung Karno meminta dukungan untuk membebaskan Irian Barat. Diplomasi Bung Karno disertai dengan langkah-langkah perjuangan.

Walaupun tidak yakin apakah Bung Karno akan mewujudkan ancamannya untuk menggunakan kekerasan guna menyelesaikan sengketa Irian Barat, pemerintah Kennedy tetap tidak ingin bahwa perselisihan itu akan memanas menjadi konflik militer internasional. 

Para pembuat kebijakan dalam pemerintahan Kennedy sadar bahwa Uni Soviet telah membantu Indonesia dengan perlengkapan dan penasihat militer untuk menghadapi kekuatan Belanda di kawasan tersebut. Hingga September 1961 bantuan militer Uni Soviet kepada Indonesia telah mencapai lebih dari $ 800 juta.

Sementara itu untuk menanggapi ancaman Indonesia, Belanda mempersiapkan militernya untuk mempertahankan posisi mereka. Terjadilah perlombaan militer antara Belanda dan Indonesia di Irian Barat dan sekitarnya.


A. Kekuatan Militer Belanda 


(1) Angkatan Darat 

Personal :1.450 


Terdiri dari :

1.200 personal Yon Infantri Ke-6;

320 personal Yon AW AAA Ke-7  di Biak dengan 12 senapan 40 mm; 

50 personal Peleton Pengaman di Biak.


(2) Angkatan Udara 

Personal : 450

1 skuadron, Biak : 12 jet Hawker Hunter;

Firefly : 9;

R4D : 3; 

P2V7 : 9


(3) Angkatan Laut 

Personal : 2.650 (termasuk 1.000 marinir) 

DDE : 1;

DD : 2 ;

Kapal kecil : 20 (1 AGS, 3 LCU, 4 LCTR, 6; LCTM, dll)


B. Kekuatan Militer Indonesia 


(1) Angkatan Darat

Personal :  283.000 


Terdiri dari :

129 Batalyon Infantri;

8 Batalyon Artileri;

23.000 anggota paramiliter.


(2) Angkatan Udara

Personal: 9.400


Pesawat Tempur 

MIG-17 : 46 ;

F-15 : 19;

LA-14 : 25.


Pembom ringan 


IL-28 : 20;

B-25 : 18;

B-26 : 8;

TU-2 : 12.


Pembom sedang 

TU-16 : 10.


Pesawat Angkut 

C-130B :10;

C-47 : 29;

IL : 21.


(3) Angkatan Laut 

Personal: 15.000 


Penghancur : 4;

Penghancur pantai : 2;

Submarine: 2;

Kapal amfibi: 12;

Kapal PT : 16;

Kapal patroli : 35;

Tambahan dan bantuan : 45.

(Assessment of Dutch and Indonesian Forces Available in West New Guinea Dispute, 2 Januari 1961. Folder : General, 1961-1963, Kennedy Library).

Para pejabat di Washington takut bahwa pertempuran terbuka akan benar-benar terjadi, sehingga pemerintah Kennedy terdorong untuk segera mencari solusi bagi masalah Irian Barat. Salah satu langkah yang ditempuh adalah membawa masalah tersebut ke PBB (Wardaya, 2008 : 249-250).

Komentar