Gelora Bung Karno
Pembangunan kompleks Gelora Bung Karno memiliki kaitan erat dengan penyelenggaraan Asian Games. Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Asian Games IV Tahun 1962. Untuk itu pada tahun 1960 dibangunlah stadion beserta fasilitasnya yang memadai untuk peristiwa besar tersebut.
Istana Olahraga (Istora) selesai dibangun pada tanggal 20 Mei 1961. Seluruh kompleks selesai dibangun tepat satu bulan sebelum pembukaan Asian Games IV pada tanggal 24 Agustus 1962.
Kompleks ini mempunyai berbagai sarana dan prasarana : Stadion Utama, Istana Olahraga , Stadion Renang , dan Fasilitas lain.
Stadion Utama
Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan salah satu stadion sepak bola terbesar di Asia, berkapasitas tempat duduk 110.000 orang. Di samping untuk olah raga, stadion ini sering dipakai untuk upacara besar, pertunjukan seni dan lain-lain.
Istana Olahraga
Stadion Olahraga disingkat Istora, adalah gelanggang tertutup dengan daya tampung 10.000 tempat duduk. Istora pernah menjadi tempat kejuaraan dunia seperti Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis Thomas Cup, Kejuaraan Dunia Tinju IBF maupun WBC.
Stadion Renang
Stadion Renang bertaraf internasional ini memiliki berbagai macam kolam : Kolam Loncat Indah, Kolam, Kolam Pemanasan dan Kolam Anak-anak.
Fasilitas lain
Falisilitas lainnya terdiri dari Lintasan Lari, Stadion Tenis, Gedung-gedung Olahraga, Gedung Basket, Gedung Latihan Bulu Tangkis, Gedung A, B, C, dll.
Keistimewaan
Gelora Bung Karno yang terletak di wilayah Senayan, Jakarta ini memiliki sarana dan prasarana olahraga termasuk kompleks perkampungan atlet yang sangat lengkap. Salah satu keistimewaan kompleks ini adalah segi arsitekturnya. Stadion Utama Gelora Bung Karno dibangun dengan arsitektur kuda-kuda temu gelang. Arsitektur ini pada zamannya, merupakan salah satu teknologi yang canggih dan jarang dipergunakan di seluruh dunia (Ignas Bethan, 2004 : 518-519).
Sukses Menyelenggarakan Asian Games IV
Kawasan Gelora Bung Karno yang memiliki luas 279,1 Ha merupakan Kawasan olahraga terintegrasi yang terletak di pusat Kota Jakarta. Berdiri lebih dari setengah abad, GBK terus mengikuti dimanika dan perkembangan bangsa Indonesia. Bermula dari Asian Games III Tahun 1958 di Tokyo dimana oleh Asian Games Federation, Indonesia ditunjuk untuk menjadi penyelenggara Asian Games IV Tahun 1962. Kepercayan dunia menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah disambut Presiden R.I. Pertama Ir. Sukarno dengan membangun sebuah mega proyek berbentuk komplek olahraga yang dilengkapi dengan beragam fasilitas seperti wisma atlet dan dan diberi nama Gelora Bung Karno. Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games IV mampu mengangkat nama Indonesia di mata internasional (gbk.id).
Sewaktu saya masih kecil ayah mengajak ke sini untuk menonton pertandingan sepakbola. Anniversary Cup namanya.
Komentar
Posting Komentar