Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal
Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal merupakan sebuah pemakaman yang ada di jalan Pahlawan, Semarang. Taman Makam Pahlawan ini dibangun untuk menghormati jasa para pejuang dan pahlawan yang membela Indonesia atas nama kemerdekaan bangsa.Nama “Giri Tunggal” memiliki arti secara harfiah “Gunung Tunggal” yang memiliki simbolisme kebersamaan dan kesatuan dalam perjuangan.
Pemakaman Giri Tunggal dimulai pada tahun 1945. Pemakaman ini diresmikan dengan nama Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal pada tanggal 10 November 1955, yang merupakan Hari Pahlawan di Indonesia. Pemakaman ini dihadiri oleh pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, tentara, dan keluarga yang dimakamkan. Acara ini dibuka pada pukul 08.00 dengan pembacaan keputusan Presiden Sukarno, dan ditutup dengan penampilan lagu “Gugur Bunga” karya Ismail Marzuki.
Siapa Pahlawan yang Dimakamkan di Sini?
Salah satu pahlawan yang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Semarang adalah Mgr. A. Soegijapranata. Ia merupakan seorang uskup yang pro nasionalis karena memiliki prinsip 100% Katolik, 100% Indonesia. Ia wafat pada 22 Juli 1963 pada usia 66 tahun dan ditetapkan menjadi pahlawan nasional melalui SK Presiden RI No. 152 Tahun 1963.
Setelah wafat, Uskup Agung Semarang dan Pahlawan Nasional Indonesia Albertus Soegijapranata diterbangkan dari Steyl, Belanda, dan dimakamkan dalam sebuah upacara militer di Giri Tunggal pada tanggal 30 Juli 1963.
Jumlah Jenazah para pejuang dan pahlawan di Taman Makam Giri Tunggal mencapai 2.120 orang. Terdiri atas 1.528 anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), 17 pegawai negeri sipil (PNS), 290 pejuang rakyat, serta 285 pahlawan tak dikenal.
Dari jumlah tersebut, ada dua orang, Kho Siang Bo dan Lie Eng Hok, yang secara eksplisit memiliki nama Tionghoa; Kho mungkin adalah seorang pejuang selama Pertempuran Lima Hari pada bulan Oktober 1945, sementara Lie adalah seorang tokoh Partai Komunis Indonesia yang pernah ditahan di Boven Digoel selama lima tahun.
Pada Tahun 2010-2011 TMP Giri Tunggal mengalami perubahan nama menjadi Taman Makam Pahlawan Nasional Giri Tunggal dan mengalami sejumlah renovasi yang dilakukan oleh Kementrian Sosial RI (Zihan Berliana Ram Ghani, goodnewsfromindonesia.id, 10 Agustus 2023; Suara Merdeka ; Wikipedia, jatengprov.go.id).
Ada dua pahlawan nasional lainnya di Semarang yang tidak dimakamkan di TMP Giri Tunggal.
(1) Tjipto Mangoenkoesoemo
Dr. Tjipto Mangoenkosoemo lahir di Pecangaan, Kabupaten Jepara, pada tahun 1886. Ia dikenal sebagai pahlawan pergerakan kemerdekaan Indonesia
Bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangoenkoesoemo juga dikenal sebagai Tokoh Tiga Serangkai. Ia merupakan tokoh utama yang mendirikan organisasi Boedi Oetomo.
Tjipto Mangoenkoesoemo meninggal dunia pada masa pengasingan akibat penyakit asma pada 8 Maret 1943. Beliau dimakamkan di Ambarawa, Kabupaten Semarang.
(2) Jenderal Gatot Subroto
Gatot Subroto merupakan pahlawan nasional asal Jateng yang dikenal atas perjuangan militer dalam merebut kemerdekaan Indonesia. Ia juga pernah menjabat sebagai Panglima Kodam IV Diponegoro serta Wakil Staf Kepala Angkatan Darat.
Gatot Subroto merupakan pahlawan nasional yang lahir di Banyumas, 10 Oktober 1907. Jenderal Gatot Subroto meninggal dunia di Jakarta pada 11 Juni 1962. Beliau kemudian dimakamkan di Ungaran (regional.espos.id)
Komentar
Posting Komentar