Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Upaya Pembunuhan Presiden Sukarno di Sulawesi Selatan

Dalam bukunya Sejarah Indonesia Modern 1200-2004, Ricklefs mengemukakan fakta bahwa perasaan radikal di dalam negeri semakin meningkat dan atmosfir persekongkolan semakin panas dengan adanya usaha pembunuhan lagi kepada Presiden Sukarno pada bulan Januari 1962 ketika beliau berkunjung ke Sulawesi Selatan. Sukarno lalu mendesak supaya musuh-musuhnya dihukum. Pada bulan Januari, Syafruddin, Natsir, Simbolon, Burhaduddin, serta banyak pemimpin senior lainnya dari Masyumi dan PSI dijebloskan ke dalam penjara . (2005:532). Tanggal 7 Januari 1962 menjadi satu dari sekian banyak saat-saat menegangkan bagi Presiden Pertama Republik Indonesia, Sukarno. Kala itu Bung Karno tengah menuju Gedung Olahraga Mattoangin, Makassar, Sulawesi Selatan untuk menyampaikan pidatonya, ketika sekelompok orang mencoba membunuh Bung Karno saat melawat ke Makasar. Sebuah granat meledak di antara iring-iringan mobil rombongan Presiden Sukarno di Jalan Cendrawasih, Makassar, Sulawesi Selatan. ( Yopi Makdori, Liputan...

Para Pemberontak di Berbagai Tempat Menyerahkan Diri kepada Pemerintah

Perundingan-perundingan pihak tentara dengan kaum pemberontak PRRI /Permesta yang berlangsung sejak akhir tahun 1958 pada akhirnya membuahkan hasil. Pada saat itu, pihak pemberontak sedang kehabisan amunisi dan perbekalan lainnya. Pada buka Februari -April 1961, beberapa gerombolan Permesta menyerah di Sulawesi Utara. Kemudian Syafruddin memerintahkan supaya pasukan-pasukannya menyerah, dan antara bulan Juni dan Oktober 1961, banyak gerombolan menuruti perintah tersebut. Simbolon, Zulkifli Lubis, Sumual, Syafruddin, Natsir, dan para pemimpin lainnya dikembalikan ke Jakarta. Sumitro Djojohadikusumo sedang berada di luar negeri dan menetap di sana hingga tahun 1967.  Banyak kaum pemberontak Aceh, anggota Darul Islam di Jawa Barat, dan pengikut Kahar Muzakar juga meletakkan senjata. Akan tetapi, Kahar sendiri tetap berada di bukit-bukit Sulawesi Selatan, yang semakin terjepit oleh pasukan-pasukannya pemerintah, sampai saat ia tewas pada bulan Februari 1965. Pada 14 April 1961  Ko...