Pertempuran Laut Aru


Pada tanggal 15 Januari 1962 terjadi Peristiwa Aru. Tiga MTB (Motor Torpedo Boat) Angkatan Laut RI yang tergabung dalam Kesatuan Patroli Cepat, yakni KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang dan KRI Harimau, di bawah pimpinan Kapten Wiratmo (Komandan KRI Macan Tutul), sedang mengadakan patroli di Laut Arafuru. Dalam patroli ini turut pula beberapa pejabat tinggi dari Markas Besar Angkatan Laut, seperti Deputi Kepala Staf Angkatan Laut Komodor Yos Sudarso (yang berada dalam satu kapal dengan Kapten Wiratno di KRI Macan Tutul), Kepala Direktorat Operasi Markas Besar Angkatan Laut Kolonel Soedomo dan Asisten II Kepala Staf Angkatan Darat Kolonel Moersid. Pada saat itulah dijumpai kapal-kapal perang Belanda, termasuk kapal induk Karel Doorman, dan dua buah pesawat, Neptune dan Firefly. Pertempuran laut tidak dapat dihindarkan lagi, tetapi persenjataan MTB-MTB tidak dapat mengimbangi persenjataan kapal-kapal perang Belanda. (ENI Jilid 16, 2004: 438).

Dalam pertempuran itu, KRI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso, Kapten Memet Sastrawirya, Kapten Wiratmo, beserta 23 awak lainnya. Waktu itu, karena lawan terlampau kuat, KRI Macan Tutul sengaja mengumpankan dirinya untuk melindungi dua kapal lainnya agar dapat meloloskan diri. Yos Sudarso berpesan : "Kobarkan terus semangat pertempuran!".( Yosaphat Sudarso, 2004 : 174).

Hari Dharma Samudera

Tanggal 15 Januari ditetapkan sebagai Hari Dharma Samudera yang diperingati setiap tahun untuk mengenang Pertempuran Laut Aru, Maluku. Pada peristiwa tersebut salah satu kapal perang Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) yaitu Rl Macan Tutul tenggelam,  mengakibatkan gugurnya Deputi I KSAL Komodor Yos Sudarso beserta sekitar 25 anak buah kapal (ABK) Rl Macan Tutul. (maritimnews.com).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Partindo Di Bawah Sukarno