Komando Baret Merah dari Batujajar ke Cijantung
Korps Baret Merah yang lahir pada tanggal 16 April 1952 dibentuk berdasarkan instruksi Panglima Tentara dan Territorium III Jawa Barat, No. 55/Instr/PDS tertanggal 16 April 1952 yang menetapkan pembentukan Kesatuan Komando Territorium III sebagai nama Korps ini untuk pertama kalinya. Komandannya yang pertama adalah Mayor Mohammad Idjon Djanbi, seorang Belanda yang bernama asli R.B. Visser, bekas perwira tentara Kerajaan Belanda yang bersimpati kepada perjuangan RI. Mayor Idjon Djanbi kaya dengan pengalaman penugasan tempur misi komando dalam Tentara Kerajaan.
Batujajar
Pada tanggal 1 Juni 1952, Markas Komando Kesatuan Territorium III ini dipindahkan ke Batujajar, Jawa Barat.
Operasi Terhadap DI /TII
Pada tanggal 6 Desember 1952, sesudah Latihan Komando I, dilantik Kompi A. Kompi A ini mendapat tugas praktik operasi terhadap DI/TII di Jawa Barat, yang dilaksanakan dengan berhasil.
KKAD
Pada tanggal 9 Februari 1953, Kesatuan Komando Territorium III diserahkan dari Komando Tentara dan Territorium III kepada Markas Besar Angkatan Darat RI/ADRI. Sejak hari itu nama korps diubah menjadi Korps Komando Angkatan Darat, disingkat KKAD.
Tim Pelatih Komando Inti
Pada tanggal 22 Februari 1954 dilakukan Latihan Komando II selama 6 bulan penuh, dengan maksud Utama membentuk Tim Pelatih Komando Inti, dengan peserta bintara maupun perwira terpilih. Latihan yang disempurnakan ini menjadi pola dasar pembentukan kualifikasi jurit komando di kurun berikutnya, selain menjadi referensi pola latihan komando beberapa korps lain dalam TNI/ABRI.
Benny Moerdani
Salah seorang perwira yang mengikuti latihan adalah Letnan Benny Moerdani, yang di kemudian hari menjadi Panglima ABRI dengan pangkat Jenderal TNI, dan Menteri Pertahanan Keamanan.
RPKAD
Pada tahun 1959 korps yang bernama Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat ini diubah namanya menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat disingkat RPKAD, diucapkan Erpekad.
RPKAD berhasil mengemban seluruh misinya di saat-saat sulit bagi Indonesia, baik dalam beragam tugas operasi menumpas DI/ TII, PRRI/Permesta maupun operasi-operasi penumpasan Gestok.
Cijantung
Pada tahun 1966, RPKAD ditingkatkan menjadi Pusat Pasukan Khusus Angkatan Darat dengan Markas di Cijantung, Jakarta.
Kopasandha
Pada 17 Februari 1971 menjadi Komando Pasukan Sandhi Yudha, dengan singkatan Kopasandha. Selain dilakukan regrouping juga dilakukan spesialisasi seperti intel-operasi, zeni Tempur khusus dan demolisi, terjun bebas, daki serbu, penyerbuan lintas air dan selam, dan sebagainya.
Kopassus TNI-AD
Pada tanggal 23 Mei 1985, dilakukan lagi perubahan nama menjadi Komando Pasukan Khusus TNI-AD (Kopassus TNI-AD). Komandan Kopassus TNI-AD berpangkat Brigadir Jenderal TNI. (Subagyo Sayogya, Ensiklopedia Nasional Indonesia Jilid 9, 2004 : 49-50).
Komentar
Posting Komentar