Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata
Pemakaman pahlawan sebelumnya berada di Ancol yang ketika itu masih berupa rawa dan hutan belukar. Kondisi tersebut dinilai kurang mendukung pengembangan kawasan pemakaman pahlawan di Jakarta.
Pemerintah kemudian memindahkan makam menuju kawasan Kalibata dengan menggunakan lahan sekitar lima hektare. Pembangunan kompleks pemakaman baru tersebut mulai dilakukan pada 1953.
Perencanaan dan pembangunan melibatkan arsitek Indonesia, kontraktor Belanda, serta Tentara Nasional Indonesia. Arsitek Friedrich Silaban menjadi perancang utama yang sebelumnya juga merancang rencana TMP Ancol.
Pembangunan dilaksanakan Algemeen Ingenieurs- en Architecten Bureau bersama Dinas Bangunan Tentara Sub Direktorium. Kolaborasi tersebut kemudian menghasilkan kawasan pemakaman pahlawan di Jalan Raya Kalibata.
TMP Kalibata diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 10 November 1954, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan. Kawasan tersebut kemudian ditetapkan sebagai Taman Makam Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 1976.
Pengelolaannya kembali diatur melalui Keputusan Presiden Nomor 13 Tahun 1984. Luas kawasan kemudian berkembang hingga mencapai sekitar 23 hektare (Yusuf Bagus Prasetyo, Danang Sundoro, rri.co.id, 13 Agt 2026).
Pengelolaan Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, dialihkan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia mulai 1 April 2026.
Saat ini terdapat 216 makam Pahlawan Nasional di TMPN Utama Kalibata (news.okezone.com).
Hingga saat ini jumlah makam yang tercatat di TMP Kalibata mencapai lebih dari 10.100 unit. Ribuan makam tersebut menjadi tempat peristirahatan berbagai tokoh dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Pahlawan Pertama
Siapa saja yang dapat dikebumikan di TMP Kalibata, diatur oleh Undang-undang No. 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Menurut data dari Pemprov DKI, Pahlawan pertama yang dikebumikan di TMP Kalibata adalah H. Agus Salim yang wafat pada tanggal 4 November 1954 dalam usia 70 tahun dan dikebumikan pada tanggal 5 November 1954. Semasa hidupnya H. Agus Salim yang dijuluki The Grand Old Man pernah menjadi Ketua Syarikat Islam dan Menteri Luar Negeri RI.
Komentar
Posting Komentar