Trikora (Tri Komando Rakyat)

Isi Trikora (Tri Komando Rakyat) :

(1) Gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda Kolonial;

(2) Kibarkanlah Sang Saka Merah Putih di Irian Barat tanah air Indonesia;

(3) Bersiaplah untuk mobilisasi umum mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa.

Trikora disampaikan oleh Presiden Sukarno pada rapat raksasa dalam rangka perjuangan pembebasan Irian Barat pada tanggal 19 Desember 1961 di Alun-alun Utara Yogyakarta bersamaan dengan pelantikan alumni Akademi Militer Nasional (AMN).

Trikora dikeluarkan karena usaha diplomasi untuk membebaskan Irian Barat dari tangan Belanda tidak membawa hasil.

Latar Belakang 

Dalam KMB (Konferensi Meja Bundar), Belanda berjanji akan mengembalikan Irian Barat dalam waktu satu tahun. Tapi bukannya memberikan, Belanda justru menjanjikan akan mendirikan negara Papua. 

Perjuangan untuk membebaskan Irian Barat dari penjajahan Belanda telah menjadi program pemerintah Indonesia sejak Kabinet RIS (20 Desember 1949-6 September 1950). Kabinet Nasir (6 September 1950-27 April 1951) juga memrogramkan pembebasan Irian Barat. Demikian juga Kabinet Sukiman, Kabinet Wilopo, Kabinet Ali-Wongso sampai Kabinet Kerja (6 Maret 1962-13 November 1963). Kabinet Ali Sastroamidjojo bahkan membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukotanya Soa Siu di Tidore, dan Sultan Tidore, Zainal Abidin Sjah, diangkat sebagai gubernurnya. 

Usaha perundingan secara damai selalu gagal. Uni Indonesia-Belanda dibatalkan pada tahun 1954. Konferensi Meja Bundar dibatalkan pada tanggal 18 November 1957. Pemogokan buruh di perusahaan-perusahaan Belanda terjadi tanggal 2 Desember 1957, diikuti nasionalisasi. Front Nasional Pembebasan Irian Barat dibentuk tanggal 10 November 1958. Hubungan diplomatik dengan Belanda diputuskan pada tanggal 17 Agustus 1960.

Pada bulan September 1961 Belanda mencoba menjadikan masalah Irian Barat sebagai masalah dekolonisasi lewat forum PBB, tetapi usaha ini dapat digagalkan oleh delegasi Indonesia. 

Langkah Militer 

Langkah militer pertama yang dilakukan adalah membentuk Komando Mandala Pembebasan Irian Barat pada tanggal 2 Januari 1962. Mengenai hal itu akan kami sampaikan pada unggahan selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Partindo Di Bawah Sukarno

Puputan