Bank Bumi Daya d/h Bank Umum Negara (Buneg)


Bank Umum Negara (Buneg) yang didirikan 19 Agustus 1959 berasal dari Nederlandsche Indische Handels Bank NV milik Belanda (didirikan pada tahun 1863), yang diambil alih oleh pemerintah RI untuk pembebasan Irian Barat (kini Papua) dengan PP no. 39 tahun 1959. Kemudian pada 9 September 1959 menteri Keuangan menetapkan anggaran Dasar Bank Umum Negara (BUNEG). Dan secara historis hari itu dinyatakan sebagai lahir lahir Bank Bumi Daya.

Pada Masa Hindia Belanda Nederlandsche Indische Handels Bank NV ini adalah bank besar yang memegang peranan penting ekspor, antara lain hasil-hasil perkebunan Jawa dan Sumatra.

Pada tahun 1965, ketika berlangsung konfrontasi terhadap Malaysia, pemerintah RI mengambil alih perusahaan-perusahaan milik Inggris, di antaranya The Chartered Bank dan diserahkan ke Buneg, kecuali The Chartered Bank di Surabaya dan Medan.

Tahun itu juga Buneg digabungkan dengan BNI dan menjadi BNI Unit IV.

Pada tahun 1968, BNI Unit IV menjadi Bank Bumi Daya (BBD).

Tugas Bank Bumi Daya diarahkan pada usaha perbankan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi nasional di samping usaha bank umum yang mengutamakan sektor perkebunan (Bob Widyahartono, 2004 : 147, Arsip Nasional, Wikipedia).

Sumber Dana 

Penghimpunan Dana BBD berasal dari rekening koran/giro, deposito berjangka dan dana likuiditas Bank Indonesia dalam bentuk mata uang rupiah. Di samping itu ada pula dana valuta asing.

Kredit

Kegiatan pemberian pinjaman oleh BBD dilakukan berupa kredit eksploitasi/Umum dan kredit investasi dalam rupiah serta kredit valuta asing. Kredit tersebut sebagian besar diperuntukkan bagi sektor ekspor dan produksi. 

Perdagangan Luar Negeri 

Kegiatan perdagangan luar negeri juga merupakan salah satu kegiatan BBD yang utama. Kegiatan lainnya adalah jasa transfer di dalam negeri maupun luar negeri, yang meliputi transfer masuk maupun keluar. 

BBD memiliki cabang di seluruh Indonesia dan perwakilan luar negeri yaitu di Hong Kong, Singapura dan Amsterdam.

Pada tahun 1999 BBD bergabung menjadi Bank Mandiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Partindo Di Bawah Sukarno

Puputan