Bank Eksim
Bank Ekspor Impor Indonesia disingkat BEII atau Bank Eksim, merupakan salah satu bank umum devisa milik negara. Tugas dan usaha bank tersebut diarahkan pada perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan ekonomi nasional dengan jalan melakukan usaha bank umum sektor produksi, pengolahan, dan pemasaran barang-barang ekspor.
Bank tersebut sesungguhnja sudah giat sejak penjajahan, yaitu sebagai bagian dari kegiatan Nederlandsche Handels Maatschappij (NHM).
De Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) was een grote Nederlandse handels- en financieringsmaatschappij. Koning Willem I richtte het bedrijf op op 29 maart 1824 in Den Haag om de handel en de scheepvaart na de Franse tijd te herstellen, met een sterke focus op de Nederlandse koloniƫn
(Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) adalah perusahaan perdagangan dan pembiayaan besar asal Belanda. Raja Willem I mendirikan perusahaan ini pada tanggal 29 Maret 1824 di Den Haag untuk memulihkan perdagangan dan pelayaran setelah masa pendudukan Prancis, dengan fokus utama pada wilayah jajahan Belanda.)
Pada tahun 1960, NHM yang merupakan cikal bakal ABN Amro dinasionalisasi dan diserahkan kepada Bank Koperasi Tani dan Nelayan (BKTN) yang didirikan tahun 1958. Segala kegiatan usaha NHM di Indonesia dalam lalu lintas pembayaran internasional dilanjutkan oleh BKTN. Sebelum itu BKTN telah menjalankan kegiatan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Dalam masa peralihan, diadakan pemisahan antara cabang-cabang BKTN yang berasal dari BRI dan cabang-cabang BKTN yang berasal dari NHM. Yang pertama ditugasi menjalankan usaha perkreditan rakyat, khususnya perkreditan untuk koperasi ta I dan nelayan, sedangkan yang kedua mendapat tugas menjalankan perkreditan bagi golongan-golongan lain yang telah lazim dikerjakan oleh cabang-cabang tersebut. Ini yang disebut urusan Eksim oleh BKTN (historiek.net, 27 November 2023; Wikipedia; Bob Widyahartono,2004:149-150).
Pada tahun 1962 BKTN diubah menjadi BNI Unit II. Tapi pada tahun 1968, BEII atau Bank Eksim menampung dan mengambil alih kegiatan BNI Unit II untuk urusan Eksim sedangkan untuk urusan rural kembali menjadi hak BRI.
Sumber Dana
Sebagai bank umum, sumber dana Bank Eksim adalah dana rupiah dan valuta asing. Dana rupiah terdiri dari atas giro, deposito, sertifikat deposito, deposito on call, dana likuiditas BI, pinjaman yang diterima dari bank-bank lain dan setoran jaminan. Dana valuta asing terdiri dari pinjaman antara bank, deposito non-bank dan garansi impor.
Kegiatan
Kegiatan Bank Eksim sangat erat kaitannya dengan ekonomi dan perdagangan internasional kita, terutama dengan ekspor dalam bentuk pemberian kredit ekspor dan impor. Kredit ekspor adalah untuk komoditi pertanian seperti kopi, kayu, karet, minyak kelapa sawit, udang, lada, rotan, teh dan sebagainya.
Bank Eksim memiliki kantor luar negeri di New York.
Manajemen Bank Eksim seperti bank-bank pemerintah lainnya.
Komentar
Posting Komentar