Roeslan Abdulgani Sang Ideolog


Kemarin kami sampaikan unggahan Penjelasan Manipol USDEK oleh H. Roeslan Abdulgani. Berikut ini kami sampaikan biografi singkat Roeslan Abdulgani.

Roeslan Abdulgani lahir di Surabaya tanggal 24 November 1914. Menjelang remaja ia bergabung pada Natify, kepanduan yang berhaluan nasional. Ia juga menjadi anggota Jong Islamieten Bond serta Indonesia Muda, organisasi yang dianggap berbahaya oleh pemerintah Hindia Belanda.

Dikeluarkan dari Sekolah 

Setelah tamat HBS (sekolah lanjutan), Roeslan diterima di Openbare Eurepese Kweekschool, sekolah guru untuk orang Eropa. Saat akan mengikuti ujian penghabisan, Roeslan dikeluarkan dari sekolah karena diketahui menjadi anggota Indonesia Muda di Surabaya. Alasan resmi yang digunakan untuk mengeluarkannya, "tingkat laku buruk di luar sekolah." Roeslan kemudian menjadi Ketua Pedoman Besar Indonesia Muda, menggantikan Sukarni yang menghilang karena dikejar-kejar Belanda untuk ditangkap.

Zaman Jepang

Pada jaman Jepang, Roeslan berjuang dan memimpin gerakan Angkatan Muda. 

Sesudah Proklamasi kemerdekaan, ia ikut merebut kekuasaan dari tangan Jepang. 

Pertempuran Surabaya 

Ketika tentara Sekutu mendarat di Surabaya dan pertempuran pecah, Roeslan terlibat dalam berbagai pertempuran. 

Menjadi Sekretaris Jenderal Kementrian Penerangan 

Sesudah 10 November 1945, Roeslan menyingkir ke Malang dan bekerja pada Kementrian Penerangan. Di kota itu Roeslan berhasil menyelenggarakan Sidang Pleno KNIP. Ia pun diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kementrian Penerangan yang berkedudukan di Yogyakarta.

Agresi Militer II

Saat terjadi Agresi Militer II 19 Desember 1949, beberapa pesawat terbang Belanda menembaki kota Yogyakarta. Roeslan terkena tembakan pada tangan kanannya dan beberapa jari terpaksa dipotong di rumah sakit. 

Pindah ke Jakarta 

Setelah penyerahan kedaulatan, Roeslan ikut pindah ke Jakarta. Karirnya terus menanjak. Ia diangkat menjadi Sekretaris Jenderal Kementrian Luar Negeri dan menjadi Sekretaris Jenderal Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. 

Menjadi Menteri Luar Negeri 

Dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo II, Roeslan ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri. 

Jabatan lain yang pernah dipegangnya adalah Wakil Ketua Dewan Nasional, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung, Menteri Koordinator Hubungan dengan Rakyat, Wakil Menteri Pertama dan Wakil Perdana Menteri. 

Jubir Usman 

Roeslan juga dikenal sebagai "Jubir Usman", singkatan dari Juru Bicara Usdek Manipol. 

Era Suharto 

Sewaktu Jenderal Soeharto diangkat sebagai ke-2, Roeslan diangkat sebagai Wakil Tetap RI di PBB sampai tahun 1971 dengan pangkat Duta Besar. 

Hari Tua

Di hari tuanya Roeslan membantu beberapa surat kabar sebagai kolumnis, terutama Surabaya Post di Surabaya dan harian Merdeka di Jakarta (ENI Jilid 1, Jakarta : PT Delta Pamungkas, 2004:11-12).

Penasihat Presiden 

Roeslan juga menjadi Ketua Tim Penasihat Presiden mengenai Pancasila selama 20 tahun sejak tahun 1978.

Rektor IKIP

Tidak banyak yang tahu bahwa H. Roeslan Abdulgani adalah Rektor IKIP Bandung yang pertama. Suami dari Sihawati Nawangwulan itu juga berhasil meraih gelar Jenderal TNI Kehormatan Bintang Empat dan Bintang Mahaputra (Tempo, 29 Juni 2022).

Setidaknya sekali kami pernah bertemu langsung dan mendengarkan ceramah beliau. Beliau juga mengirimi kami artikel-artikel yang ditulisnya di media mengenai persoalan hubungan Indonesia dan dunia internasional serta perdamaian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Kasman Singodimedjo (1908-1982)

Liberalisme Politik