Pedoman Pelaksanaan GBHN


Pada tahun 1959-1965, yang sering disebut Orde Lama, Bangsa Indonesia pernah memiliki semacam GBHN yang ditetapkan oleh MPRS (Tap MPRS No. I/MPRS/1960). Meskipun demikian dalam kenyataannya yang dijadikan GBHN tidak lain adalah Pidato Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul Manifesto Politik (Manipol). Pada waktu itu, MPRS juga menetapkan Pidato Presiden Sukarno tanggal 17 Agustus 1960 yang berjudul Jalannya Revolusi Kita dan Pidato Presiden Sukarno di PBB yang berjudul To Build The World sebagai Pedoman Pelaksanaan GBHN yang ditetapkan dengan Ketetapan MPRS No. IV/MPRS/1963. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa GBHN pada waktu itu semata-mata hanyalah kumpulan pidato Presiden Sukarno (M. Djadijono, Garis-garis Besar Haluan Negara dalam ENI Jilid 6, Jakarta, PT Delta Pamungkas, 2004 :59).

Pidato-pidato Presiden Sukarno tersebut yakni Penemuan Kembali Revolusi Kita (Rediscovery of Our Revolution) yang kemudian disebut sebagai Manifesto Politik (Manipol), Jalannya Revolusi Kita (Jarek) dan To Build The World Anew (Membangun Dunia Kembali) sudah kami sampaikan kepada para pemerhati sejarah Indonesia lewat berbagai unggahan. 

Pada kesempatan ini kami akan menyampaikan Pedoman Pelaksanaan GBHN tersebut yang berasal dari sumber resmi pemerintah yang sistematika perinciannya berasal dari Dewan Pertimbangan Agung.

Sumbernya kami peroleh dari Penerbitan Khusus 166, Pedoman-pedoman Pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia, Jakarta :Departemen Penerangan RI, 1961 dalam Tujuh Bahan Pokok Indoktrinasi, Jakarta: Departemen Penerangan dan Percetakan Negara, 1961.

Dewan Pertimbangan Agung (DPA) dalam sidang-sidangnya tanggal 14 September 1960, 30 September 1960 dan 19 Januari 1961 menggap perlu untuk memperinci Manifesto Politik. Presiden Sukarno menyetujui sistematika perincian tersebut.


A. Keputusan DPA No. 1/Kpts/Sd/I/61 tanggal 19 Januari 1961 memutuskan Perincian Jalannya Revolusi Kita sebagai berikut : 

I. PREAMBULE 

II. PENEGASAN BERBAGAI SEGI POKOK REVOLUSI INDONESIA:

1. Hakikat daripada Tiap-tiap Revolusi;

2. Revolusi Indonesia adalah Bagian Revolusi Dunia;

3. Satu Pimpinan dan Satu Konsepsi Revolusi;

4. Landreform adalah Bagian Mutlak dari Revolusi Indonesia.

III. PENEGASAN TENTANG CARA-CARA MELAKSANAKAN MANIPOL

1. Gotong-Royong;

2. Front Nasional;

3. Retooling;

4. Irian Barat;

5. Keamanan;

6. Politik Luar Negeri;

7. Mempertinggi Peradaban dan Indoktrinasi Manipol;

8. Tanah untuk Tani;

9. Pelaksana.


B. Keputusan DPA No. 2/Sd/I/61 tanggal 19 Januari 1961 memutuskan bahwa isi pidato Membangun Dunia Kembali adalah pedoman pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia di bidang politik luar negeri Republik Indonesia, yang telah diperkuat oleh Ketetapan MPRS No. 1/MPRS/1960 tanggal 16 November 1960.

Perincian isi pidato Membangun Dunia Kembali adalah sebagai berikut :

I. PREAMBULE 

II. GARIS-GARIS BESAR POLITIK LUAR NEGERI INDONESIA:

Dasar, sifat, dan tujuan politik Luar Negeri Republik Indonesia adalah :

1. Berdasarkan UUD 1945.

2. Bersifat bebas aktif, anti imperiasme dan kolonialisme.

3. Bertujuan : 

a. Mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan nasional Indonesia yang penuh.

b. Mengabdi pada perjuangan untuk kemerdekaan nasional Indonesia dari seluruh Bangsa-Bangsa di dunia.

c. Mengabdi pada perjuangan untuk membela perdamaian dunia.

III. PANCA SILA SEBAGAI DASAR PIAGAM UNIVERSAL UNTUK KESEJAHTERAAN UMAT MANUSIA 

IV. USAHA-USAHA POKOK 

1. Membebaskan Irian Barat dari Imperialisme dan kolonialisme Belanda.

2. Menyokong perjuangan kemerdekaan negara-negara Amerika dan Amerika Latin.

3. Ko-eksistensi dan Perlucutan Senjata.

4. Retooling PBB.

V. KESIMPULAN 


Pidato Presiden Sukarno Membangun Dunia Kembali akan kami lampirkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Kasman Singodimedjo (1908-1982)

Liberalisme Politik