Mr. Ali Sastromidjojo Dua Kali Menjadi Perdana Menteri


Mr. Ali Sastroamidjojo lahir di Grabag, Magelang, Jawa Tengah, 21 Mei 1903 dan meninggal di Jakarta pada 13 Maret 1976. 

Semasa bersekolah Ali aktif dalam organisasi pemuda, seperti pada organisasi Jong Java (1918-1922)

Semasa menjadi mahasiswa Ali aktif dalam pergerakan merebut kemerdekaan lewat keanggotaannya dalam Perhimpunan Indonesia di Negeri Belanda (1923-1928). Aktivitas politiknya membuat ia ditahan polisi Belanda bersama Mohammad Hatta, Natzir Datuk Pamuntjak dan Abdul Masjid.

Ali mendapatkan gelar Meester in de Raechten (Sarjana Hukum) dari Universitas Leiden, Belanda pada tahun 1927.

Pada 1928, Ali membuka kantor pengacara di Yogyakarta dan Madiun (1932-1942). Ia juga menerbitkan majalah Djanget dan koresponden harian Sedio Utomo.  Selain itu ia mengajar di Perguruan Taman Siswa (1928-1929).

Ali pernah bergabung dengan Partai Nasionalis Indonesia (PNI) pimpinan Ir. Sukarno (1928) dan menjadi editor Suluh Indonesia Muda. Setelah PNI dibubarkan pada November 1936, ia bergabung dengan Gerakan Indonesia (Gerindo). Asas dan tujuan organisasi ini sama dengan Partindo, yakni nasional-revolusioner, tetapi berhaluan kooperatif. 

Setelah Perang Dunia II usai, Ali menjabat sebagai wakil ketua delegasi Republik Indonesia dalam perundingan dengan Belanda (Februari, 1948) dan menjadi anggota delegasi Republik Indonesia dalam perundingan Konferensi Meja Bundar.

Setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia, Ali diangkat menjadi Duta Besar Indonesia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko (1950-1955). Selain itu, Ali juga menjabat ketua umum Konferensi Asia Afrika di Bandung pada tahun 1955, wakil tetap Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 1957-1960, dan menjadi ketua umum PNI (1960-1966).

Tahun 1965  terjadi perpecahan dalam PNI antara DPP  PNI Ali-Surachman dengan DPP PNI Osa-Usep. Dalam Kongres Persatuan di Bandung tahun 1966, Ali-Surachman disingkirkan. 

Menjadi Perdana Menteri 

Ali adalah Perdana Menteri ke-8 Indonesia yang sempat dua kali menjabat pada periode 1953-1955 Kabinet Ali Sastroamidjojo I dan periode 1956-1957 Kabinet Ali Sastroamidjojo II. Selain itu, Ali juga menjabat sebagai Wakil Menteri Penerangan pada Kabinet Presidensial, Menteri Pengajaran pada Kabinet Amir Sjarifuddin I, Kabinet Amir Sjarifuddin II, serta Kabinet Hatta I, dan Wakil Ketua MPRS pada Kabinet Kerja III, Kabinet Kerja IV, Kabinet Dwikora I, dan Kabinet Dwikora II.

Selain menjadi tokoh politik, Ali juga rajin mempublikasikan hasil pemikirannya, antara lain pada Pengantar Hukum Internasional (1971), Politik Luar Negeri Indonesia Dewasa Ini (1972), otobiografi Tonggak-tonggak Perjalananku (1974), dan Empat Mahasiswa Indonesia di Negeri Belanda (1975).

Ali Sastroamidjojo menerima sejumlah medali penghargaan dari pemerintah RI atas jasa-jasanya dalam perjuangan kemerdekaan. Pada tahun 1960 ia menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Fairleigh Dickinson University, New Jersey, AS (Perpusnas; Bambang Widiatmoko,2004 : 434-435).

Photo by Howard Sochurek/The LIFE Picture Collection/Getty Images)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Kasman Singodimedjo (1908-1982)

Liberalisme Politik