Nasution Mempersatukan Semua Organisasi Veteran

 

 


Nasution berhasil mempersatukan semua organisasi para veteran ke dalam suatu liga veteran di bawah kekuasaan pihak tentara pada bulan Agustus 1959. PKI yang telah mendapatkan banyak keberhasilan di kalangan kaum veteran, sangat terpukul oleh langkah Nasution sehingga partai tersebut kehilangan satu-satunya badan pendukungnya yang terorganisasi yang mempunyai nilai militer yang potensial (Ricklefs, 2008 : 513).

Menurut Cahyono (ENI Jilid 17) sejak tanggal 2 Januari 1957 organisasi Veteran diberi nama resmi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) dan berkedudukan di ibukota Negara. Organisasi ini didirikan dan disahkan oleh Kongres Nasional Pejuanga Kemerdekaaan Seluruh Indonesia yang diadakan di Jakarta pada tanggal 22 Desember 1956 hingga 2 Januari 1957. Dasar pendiriannya adlaah Undang-undang No. 7 Tahun 1967 tentang Veteran Indonesia.

Tujuan

Tujuan utama pendirian organisasi LVRI adalah membina potensi nasional Veteran Republik Indonesia dalam rangka pertahanan nasional dan perjuangan bangsa demi kelestarian Negara Kesatuang Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945; memperjuangkan perbaikan sosial ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan untuk meningkatkan kesejahteraan Rakyat pada umumnya dan veteran pada khususnya; dan ikut  memelihara persahabatan antar bangsa demi terwujudnya ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Upaya yang Dilakukan

Untuk mencapai tujuan ini, LVRI berupaya memperjuangkan terlaksananya undang-undang yang mengatur pembinaan dan pengawasan terhadap veteran Republik Indonesia dalam rangka berpartisipasi dan bekerjasama dengan pemerintah; memberikan bimbingan dan perlindungan terhadap usaha-usaha veteran di segala bidang dengan mengikutsertakan para anggota, sesuai dengan bakat dan kemampuannya, dalam proyek pembangunan, koperasi maupun swasta, di samping merehabilitasi dan meningkatkan kemampuan kerja cacat veteran untuk mendapatkan atau menciptakan pekerjaaan yang layak; mengusahakan pendidikan agama, pendidikan umum, dan latihan kejuruan dalam rangka peningkatan kemampuan juang serta pemupukan kepribadian dan rasa tanggungjawab para veteran terhadap bangsa dan negara; memelihara hubungan dan kerja sama dengan organisasi veteran negara lain berdasarkan politik negara Indonesia yang bebas aktif; dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa, jiwa patriot veteran, ketangkasan/ilmu keprajuritan, serta ketahanan nasional untuk berperan serta dalam sistem Pertahanan Rakyat Semesta.  

Sebagai satu-satunya wadah dan sarana perjuangan veteran, LVRI turut berperan serta dalam pewarisan nilai-nilai 1945, pembangunan nasional, atau sebagai cadangan nasional.

Independen

Berdasarkan anggaran dasarnya, organisasi ini tidak memiliki ikatan organik dengan organisasi kekuatan sosial politik maupun organisasi kemasyarakatan lainnya, tanpa mengurangi arti pentingnya pembinaan persatuan dan kesatuan nasional.

Secara organisatoris, LVRI membentuk struktur piramidal dan vertikal yang berjenjang mulai dari desa, kecamatan, kabupaten/kota, propinsi, sampai ke tingkat pusat.

Di tingkat desa dibentuk cabang, di ibukota propinsi dibentuk markas daerah, sedangkan di ibukota terdapat markas besar LVRI. Di tingkat pusat kedaulatan tertinggi berada di tangan seluruh anggota, sedangkan pelaksanaannya sepenuhnya oleh kongres. Kekuasaan tertingginya dipegang oleh Dewan Paripurna Pusat LVRI yang terdiri dari maksimal 100 orang, yang mewakili daerah, anak organisasi dan tokoh veteran. Kongres mengadakan musyawarah nasional sekali dalam lima tahun (Cahyono, ENI Jilid 7, Jakarta : Delta Pamungkas,  2004 : 164).

Sampai tahun 2022 jumlah anggota LVRI 116.285 orang, sementara menurut data Kementrian Pertahanan jumlah veteran adalah 336.445 orang (veteranri.go.id).

Ada dua pakde saya menjadi anggota LVRI (satu orang eks tentara pelajar dan satu orang lagi eks Siliwangi) sedang ayah saya veteran yang tidak menjadi anggota LVRI (eks Siliwangi).

Beberapa sepupu dan kemenakan ada juga yang berkarir di militer, mulai dari tamtama, bintara dan perwira.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Struktur Pemerintahan Sipil Pada Masa Pendudukan Jepang

Kasman Singodimedjo (1908-1982)