Rostow
Pada unggahan sebelumnya kami sudah menyampaikan sikap John F. Kennedy terhadap Indonesia. Tentu saja Kennedy sebagai seorang Presiden AS memiliki para penasihat.
Ada dua kelompok penasihat utama Presiden Kennedy. Kelompok pertama bersikap anti-Indonesia dan anti Presiden Sukarno. Kelompok kedua lebih menganut cara pendekatan positif terhadap Indonesia maupun Presiden Sukarno.
Kelompok penasihat kedua cenderung membela Indonesia. Menurut mereka dukungan terhadap Indonesia itu penting guna mencegah ketidakstabilan politik yang dapat dimanfaatkan baik oleh kelompok komunis lokal maupun komunis internasional. Dengan maksud agar Indonesia tidak menjadi sumber krisis internasional baru yang akan menguntungkan Blok Komunis, mereka mengusulkan supaya pemerintah Kennedy menjalankan kebijakan-kebijakan yang mendukung Indonesia, bahkan bila hal itu membuat Belanda gerah.
Rostow
Dalam kelompok kedua ini ada nama yang tidak asing bagi para pemerhati ekonomi dan pembangunan di Indonesia yakni Walt Whitman Rostow (Deputi Asisten Khusus untuk Urusan Keamanan Nasional).
Walt Whitman Rostow adalah penulis buku The Stages of Economic Growth, A Non-communist Manifesto yang diterbitkan University Press, Cambridge, Inggris tahun 1960 (Wardaya, 2008: 273).
Teori Rostow
Menurut Rostow, transformasi dari negara terbelakang menjadi negara maju dapat dijelaskan melalui urutan tingkatan atau tahap pembangunan. Rostow mengemukakan lima tahap yang dilalui oleh suatu negara dalam proses pembangunannya, yaitu tahap traditional society (masyarakat tradisional), preconditions for growth (prasyarat untuk pertumbuhan/lepas landas), the take off (tinggal landas), the drive to maturity (tahap menuju kedewasaan) dan the ages of high mass consumption (eta konsumsi massal tinggi).
(1) Masyarakat Tradisional: Tahap ini dicirikan oleh ekonomi subsisten berbasis pertanian dengan tenaga kerja intensif, tingkat perdagangan yang rendah, dan populasi yang tidak memiliki perspektif ilmiah tentang dunia dan teknologi.
(2) Prasyarat untuk Lepas Landas: Di sini, suatu masyarakat mulai mengembangkan manufaktur dan pandangan yang lebih nasional dan internasional—bukan regional.
(3) Tahap lepas landas: Rostow menggambarkan tahap ini sebagai periode singkat pertumbuhan intensif, di mana industrialisasi mulai terjadi, dan pekerja serta lembaga-lembaga terkonsentrasi di sekitar industri baru.
(4) Tahap Menuju Kedewasaan: Tahap ini berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, seiring dengan meningkatnya standar hidup, meningkatnya penggunaan teknologi, dan pertumbuhan serta diversifikasi ekonomi nasional.
(5) Era Konsumsi Massal Tinggi: Pada saat penulisan ini, Rostow percaya bahwa negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat, menempati tahap "maju" terakhir ini. Di sini, ekonomi suatu negara berkembang pesat dalam sistem kapitalis , yang dicirikan oleh produksi massal dan konsumerisme (Juliet Jacobs, thoughtco.com)
Counterpart teori Rostow adalah teori dari Riggs, yang menggambarkan taraf-taraf perkembangan mulai dari yang paling terbelakang sampai yang paling maju, dengan teori yang dikenal sebagai the theory of prismatic society (Kartasasmita, 1997 : 3-13).
Memorandum Robert Johnson kepada Rostow
Pada pertengahan Maret 1961, Robert Johnson anggota NSC (National Security Council) yang pernah mengunjungi Indonesia pada awal tahun 1959, mengirimkan sebuah memorandum kepada W. W. Rostow, menggambarkan serangkaian kegagalan dalam kebijakan AS terhadap Indonesia selama masa pemerintahan Eisenhower. Dia kemudian mengusulkan perlunya diadakan evaluasi atas kebijakan AS terhadap Indonesia.
Komentar
Posting Komentar