Postingan

Larangan Bagi Orang Asing Berniaga Di Pedesaan

Campur tangan tentara dalam perekonomian dan pemerintah semakin meningkat. Berdasarkan keputusan pada bulan Mei 1959, mulai tanggal 1 Januari 1960, orang-orang asing dilarang melakukan perdagangan di pedesaan. Walaupun ketetapan ini juga berlaku bagi orang Arab dan India, tetapi pada dasarnya ketetapan ini merupakan langkah yang didorong oleh pihak militer untuk memukul orang-orang Cina, dan mempersulit urusan PKI (Ricklefs, 2005 : 628).  Pada akhir tahun 1959, pihak tentara mulai memindahkan orang-orang Cina secara paksa dari pedesaan ke kota-kota. 119.000 orang Cina dikembalikan ke RRT.  Pemerintah RRT melakukan tekanan diplomatik yang sangat berat terhadap Jakarta. PKI dan Presiden Sukarno berusaha membela orang-orang Cina dan mencegah pihak militer melakukan tindakan yang lebih keras.  Keluarnya orang-orang Cina dari pedesaan dan dari Indonesia secara keseluruhan, serta adanya ketakutan umum di dalam komunitas dagang yang sangat penting ini, mengakibatkan terjadinya ...

Devaluasi Rupiah di Era Bung Karno

Di balik semangat transformasi politik, ekonomi Indonesia di masa Demokrasi Terpimpin dihadapkan pada berbagai permasalahan kompleks. Salah satu masalah krusial adalah merosotnya ekspor dan investasi. Faktor eksternal seperti gejolak politik global dan internal, serta fokus pada pembangunan dalam negeri, turut berkontribusi pada penurunan ini. Hal ini berakibat pada menipisnya cadangan devisa, yang pada gilirannya memperparah kondisi ekonomi. Kondisi ini diperparah dengan inflasi yang melonjak hingga ratusan persen. Harga kebutuhan pokok melambung tinggi, membebani rakyat dan menghambat aktivitas ekonomi. Menyadari situasi genting ini, pemerintah mengambil langkah-langkah untuk menanggulangi permasalahan ekonomi, termasuk di antaranya devaluasi. Namun, devaluasi tidak mampu mengatasi kemerosotan perekonomian secara menyeluruh, terutama dalam perbaikan di bidang moneter. Dengan memahami tujuan di balik devaluasi pada masa Demokrasi Terpimpin, kita dapat lebih menghargai kompleksitas pen...

Amanat Presiden Sukarno pada Sidang Pleno Depernas (Dewan Perancang Nasional)

Dalam sidang pleno pertama Depernas Tanggal 28 Agustus 1959, Presiden Sukarno menyampaikan amanatnya tentang Pembangunan Semesta Berencana. Ada yang disampaikan secara lisan dan ada yang disampaikan secara tertulis. Berikut ini akan saya sampaikan garis besar amanat lisannya, sedangkan amanat yang tertulis akan saya sampaikan kemudian, yakni amanat yang telah ditelaah dan disistematisasikan oleh DPA (Dewan Pertimbangan Agung) pada Bulan Juli 1961. Jembatan Emas Dalam amanat tertulisnya Presiden menyampaikan bahwa kemerdekaan adalah jembatan emas menuju cita-cita bangsa Indonesia yang pokok, yaitu masyarakat adil dan makmur.  Presiden juga memberi petunjuk agar supaya Depernas membuat pola masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila. Pola itu diharapkan lekas tersusun dan disampaikan kepada MPR sehingga pola tersebut menjadi pola nasional menjadi milik bangsa Indonesia, milik nasional, menjadi national property, national bezit, tidak boleh seseorang mengubahnya.  Tanggung...

Manipol Sebagai GBHN

Manifesto Politik Sebagai Garis-garis Besar Haluan Negara Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada Tanggal 25 September 1959 memutuskan bahwa Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 adalah Garis-garis Besar Haluan Negara (No. 3/Kpts/SD/II/59). Apa yang disebut Manifesto Politik adalah Pidato Presiden Sukarno pada Tanggal 17 Agustus 1959 yang diberi judul Penemuan Kembali Revolusi Kita (The Rediscovery of Our Revolution). Teks naskah pidato tersebut sudah saya sampaikan dalam sebelas unggahan sebelumnya. Dalam keputusannya DPA merinci dan mensistematisasi Manifesto Politik tersebut ke dalam tiga bagian. Bagian I Preambul. Bagian II Persoalan-persoalan Pokok Revolusi Indonesia. Bagian III Usaha-usaha Pokok (Program Umum). Bagian I Preambul Preambul menyatakan bahwa Manifesto Politik adalah dokumen bersejarah yang menjelaskan : (1) Persoalan-persoalan Pokok dari Revolusi Indonesia; dan (2) Program Umum Revolusi Indonesia (Program Umum). Persoalan-persoalan pokok dan ...

Penemuan Kembali Revolusi Kita

Pada Peringatan Ulang Tahun ke-14 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia di Istana Negara Jakarta 17 Agustus 1959, Presiden Sukarno menyampaikan amanatnya yang diberi judul Penemuan Kembali Revolusi Kita (The Rediscovery of Our Revolution). Mengingat pentingnya amanat Bung Karno ini dalam pembuatan kebijakan pemerintah, kami akan mengutip pidato ini secara lengkap dalam beberapa unggahan karena panjangnya yang mencapai sekitar 50 halaman. Sumber kutipan berasal dari dua buku. Buku pertama, Dedication of Life, Kumpulan Pidato Ir. Soekarno Presiden Republik Indonesia yang disusun oleh Situation Room PDI Perjuangan, Jakarta, 2019 . Buku kedua, Manifesto Politik Republik Indonesia 17 Agustus 1959 yang diterbitkan Departemen Penerangan RI, Jakarta, 1959 (Penerbitan Khusus 76 Cetakan Ketiga) dalam buku Tudjuh Bahan Pokok Indoktrinasi yang diterbitkan Pertjetakan Negara Djakarta dan Departemen Penerangan, Jakarta, 1961. Transliterasi masih menggunakan ejaan lama, namun dalam penulisan ini kami akan...