Mengenal Josip Broz Tito


SOAL gaya berbusana Presiden Sukarno termasuk salah satu pemimpin negara yang paling necis di abad ke-20. Apakah itu dalam balutan seragam militer maupun pakaian sipil, ketika menghadiri hajatan formal Sukarno selalu terlihat dendi. 

Barangkali yang mampu menandingi Sukarno perkara fesyen ialah Presiden Yugoslavia Josip Broz Tito. Penyandingan ini diakui sendiri oleh putra Bung Karno, Guntur Soekarnoputra.

“Aku rasa nggak ada yang bisa ngalahin rapihnya dan menterengnya cara berpakaian Presiden; Pemimpin Revolusi Yugoslavia Josip Broz Tito, baik kalau ia sedang berpakaian secara sipil ataupun militer. Benar-benar bukan main ‘kemepyarnya’ cara dandanan pakaian ‘Banteng Neretva ini’,” kata Guntur dalam Bung Karno dan Kesayangannya (Martin Sitompul, historia.id).

Siapakah Tito

Josip Broz Tito adalah marsekal dan Presiden Yugoslavia (1953-1980), pendiri Republik Federal Sosialis Yugoslavia. Ia bersama Bung Karno, Nasser, Nehru merupakan pemrakarsa Gerakan Non-Blok, yang juga dikenal sebagai pemimpin nasional komunis pertama yang memisahkan diri dari Blok Soviet pad tahun 1948.

Nama Samaran 

Nama aslinnya adalah Josip Broz, sedangkan Tito adalah nama samaran yang kemudian menjadi nama panggilannnya. Ia menjadi anggota partai komunis ketika menjadi tawanan perang di Rusia semasa Perang Dunia I. Selanjutnya ia menjadi Sekretaris Jenderal Partai Komunis Yugoslavia (1937).

Marsekal 

Ketika Yugoslavia diduduki Jerman semasa Perang Dunia II, ia memimpin gerakan perlawanan nasional bersenjata yang dikenal dengan nama Partisan. Karena gerakan perlawanan bersenjata ini lebih unggul dibandingkan dengan gerakan bawah tanah yang lain, mereka berhasil menguasai sebagian besar wilayah Yugoslavia sesuai peperangan. Berkat kepemimpinannya ia berhasil mencapai pangkat marsekal.

Menjadi PM

Setelah berhasil menang dalam Pemilu, ia menurunkan Raja Peter II dari takhta dan memegang kekuasaan sebagai Perdana Menteri dari tahun 1945 sampai 1963. 

Semasa menjadi perdana menteri ia mengembangkan sistem desentralisasi dalam pemerintahan dan menggalang kesatuan antara berbagai kelompok etnis di Yugoslavia.

Bentrok dengan Stalin 

Karena bentrok dengan pemimpin Uni Soviet, Joseph Stalin, ia memisahkan partai komunis Yugoslavia dari partai komunis Uni Soviet pada tahun 1948.

Menjadi Presiden 

Pada tahun 1953 Tito dilantik menjadi presiden dan mengesahkan undang-undang dasar untuk suatu republik federalis Yugoslavia. 

Pada tahun 1963 ia mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup (Ekayanti, 2004 : 355).

Titoisme 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Partindo Di Bawah Sukarno

Pidato Muhammad Yamin

Liberalisme Politik