Rencana Luns


Sejak paruh kedua tahun 1961 masalah Irian Barat mulai mendapat perhatian lebih luas dari para anggota PBB, terutama setelah ada rencana Menteri Luar Negeri Belanda Joseph Luns untuk menyerahkan masalah tersebut ke Majelis Umum PBB bulan Oktober  tahun itu. 

Menurut Rencana Luns, Belanda bermaksud mengalihkan kekuasaan ke PBB, yang diikuti dengan pengiriman Komisi PBB untuk mengawasi plebisit atau pemungutan suara sebagai cara untuk memastikan dijalankannya hak menentukan nasib sendiri oleh Rakyat Papua (William Henderson, West New Guinea The Dispute and It's Settlement, Seton Hall University Pers, 1973 : 141).

Belanda yakin bahwa Rakyat Papua tidak akan memilih untuk berintegrasi dengan Indonesia. Irian Barat mungkin tidak akan lagi berada di bawah kekuasaan mereka, tetapi juga tidak akan jatuh ke tangan Indonesia.

Di dalam perdebatan Majelis Umum PBB, rencana tersebut mendapat dukungan luas, walaupun juga tidak memperoleh suara mayoritas 2/3 yang dipersyaratkan. 

Sebagian besar dukungan datang dari negara-negara yang pro-Belanda, termasuk Amerika Serikat. Dalam perdebatan itu, perwakilan AS untuk PBB Jonathan B. Bingham mendukung Belanda dengan menekankan pentingnya Rakyat Papua menggunakan hak untuk menentukan nasib mereka sendiri. 

Ketika India dan negara-negara Asia lain mengusulkan suatu resolusi yang menyerukan negosiasi langsung antara Belanda dan Indonesia di bawah pengawasan Ketua Majelis Umum PBB, Bingham memilih abstain.

Belanda sangat senang dengan kemajuan perdebatan tersebut. Sebaliknya Indonesia merasa kecewa dan mulai serious memikirkan pemakaian kekuatan bersenjata untuk menyelesaikan sengketa tersebut. 

Para pendukung Indonesia di Washington sama kecewanya oleh sikap AS yang pro-Belanda di PBB. Mereka mengkritik Departemen Luar Negeri AS karena telah membuat Amerika berubah dari pialang yang jujur menjadi pendukung pihak yang salah (FRUS, 1961-1963, Vol. XXIII, 456-460; Wardaya, 2008 : 252).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Liberalisme Politik

Partindo Di Bawah Sukarno