Jalan Sukarno di Rabat Maroko
Admin Khalifah Tour menulis sebuah artikel berjudul Sang Proklamator Indonesia di Tanah Maroko. Tulisannya dimulai dengan pertanyaan, "Siapa yang tidak mengenal Soekarno?". Dilanjutkan dengan jawaban, " Seorang bapak proklamator dan menjadi presiden pertama Indonesia dari tahun 1945 hingga 1967. Keberanian, keteguhan hati, dan niat yang tulus demi Indonesia merdeka, tergambar jelas dalam tiap-tiap orasi yang ia lakukan. Menggerakkan seluruh rakyat Indonesia dalam satu keyakinan dan satu tujuan yang sama, yakni Indonesia merdeka. Namanya begitu masyhur di telinga seluruh rakyat Indonesia, bahkan di dunia."
Selanjutnya Admin menyebut salah satu negara yaitu Maroko. Pemerintah Maroko menetapkan satu ruas jalan dengan nama Rue Soukarno (زنقة سوكارنو) atau jalan Sukarno di kota Rabat, Ibu Kota Maroko. Letaknya tepat berada di samping kantor pos terbesar di Maroko yang berada di pusat kota Rabat, Maroko. Kantor posnya sendiri berada di pusat kota, tidak jauh dari stasiun kereta Casa Voyager, tempat pemberhentian kereta api dari berbagai kota besar seperti Casablanca, Marakesh, dan Tangier.
Nama Jalan Sukarno diresmikan pada tahun 1960 oleh Raja Mohammed V dan dihadiri langsung oleh Sukarno yang saat itu sebagai Presiden RI. Sebelum berubah nama menjadi Rue Sukarno, nama jalan tersebut adalah Al-Rais Ahmed Soekarno. Penggunaan nama Sukarno sebagai nama salah satu ruas jalan di kota Rabat, Maroko, sebagai penghormatan atas jasa Sukarno saat mengumpulkan kekuatan negara-negara dunia ketiga dalam Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955 di Bandung, Jawa Barat. Dalam Konferensi tersebut, terdapat komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan negara-negara terjajah dan hal itu lah yang sangat berkesan di hati para pemimpin negara-negara Afrika, salah satunya Maroko. Terbukti, setahun setelah diselenggarakannya KAA, tepatnya tanggal 2 Maret 1956, Maroko meraih kemerdekaannya dan pada hari itu pula Indonesia mendirikan Kantor Kedutaan Besar di Rabat. Indonesia pula yang menjadi negara pertama yang mengakui kedaulatan Negeri Magribi itu.
Selama ini, hubungan antara Indonesia dengan Maroko terbilang sangat baik. Salah satu hal yang membuktikan pernyataan tersebut adalah adanya pertukaran nama masing-masing negara bagi jalan utama di masing-masing negara. Misalnya di Jakarta, terdapat salah satu jalan utama yang bernama jalan Casablanca yang terbentang dari Tanah Abang hingga Kampung Melayu. Penamaan Casablanca ini diambil dari salah satu nama kota besar di Maroko, yakni Casablanca. (khalifahtour.com, 1-11-2019).
Menurut Hensri F. Isnaini ketika itu PRESIDEN Sukarno dan rombongan tiba di Bandara Sale, Maroko, pukul 2.40 siang tanggal 2 Mei 1960. Disambut oleh Raja Maroko Mohammed V, Putra Mahkota Moulay Hassan, Perdana Menteri/Menteri Luar Negeri Abdullah Ibrahim, para menteri, pembesar sipil dan militer, serta korps diplomatik.
Pasukan berkuda dari suku Berber dikerahkan di dekat bandara. Mereka menembakkan bedil sebagai tanda gembira. Rakyat menyambut di sepanjang jalan dari bandara sampai kota Rabat.
“Membuka iringan ialah sedan dengan kap terbuka dengan Presiden Sukarno dan Raja Mohammed V berdiri dan melambaikan tangan membalas sambutan rakyat,” kata H. Imrad Idris dalam Liku-Liku Kehidupan Seorang Diplomat. Imrad bergabung dalam misi khusus yang mempersiapkan kunjungan Sukarno ke Maroko. (historia.id, 20 Oktober 2020).
Dubes Maroko Houssaini kemarin berkunjung ke kediaman Megawati dan mengundang beliau untuk berkunjung ke Maroko.
Komentar
Posting Komentar