Masjid Istiqlal (Kemerdekaan)


Masjid Istiqlal merupakan mesjid terbesar di Indonesia yang terletak di Taman Wijayakusuma, Jakarta. Istiqlal berarti kemerdekaan. Nama itu diberikan oleh Presiden Sukarno karena Taman Wijayakusuma dikenal sebagai lambang pemerintahan Hindia Belanda. Untuk menghapus lambang pemerintahan Hindia Belanda, didirikanlah Masjid Istiqlal di tempat itu sebagai lambang kemerdekaan Republik Indonesia.

Frederik Silaban 

Rancang bangun masjid yang berkapasitas 100.000 orang ini disayembarakan pada tahun 1954 dan dimenangkan oleh arsitek Frederik Silaban. Menurut Silaban, seorang arsitek tidak terikat oleh agama dan kesukuannya dan harus dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan ilmu yang dimiliki.Perencanaan masjid ini seratus persen asli, tidak meniru masjid manapun kecuali memenuhi persyaratan-persyaratan sayembara.

Pembangunan 

Pembangunan masjid ini dimulai tahun 1961. Pada tahun 1977 konstruksi beton bertulang dan bangunan gedung utamanya selesai. Sejak saat itu, meski sarana pelengkap lainnya belum selesai dibangun, masjid sudah dapat dipakai untuk beribadah (Ummy Karman, 2004 : 270-271).

Struktur Bangunan 

Masjid raksasa ini dibangun di atas tanah seluas 12 hektar. Bangunannya seluas 7 hektar, terdiri dari bangunan induk bertingkat lima, gedung pendahuluan, dan selasar penghubung, terasa raksasa, emper keliling dan emper tengah, menara, jalan dan tempat parkir, serta jembatan dan air mancur. Luas lantainya mencakup 72.000 meter persegi dan luas atapnya 21.000 meter persegi.

Ukuran tinggi, panjang, dan lebar bangunan-bangunan di Masjid Istiqlal: gedung induk 60 meter, 110,5 meter, dan 110,5 meter; gedung pendahuluan 52 meter, 33 meter, dan 27 meter; terasa raksasa dan emper keliling 11 meter, 165 meter dan 125 meter; sedangkan tinggi menaranya 66 meter.

Biaya

Pembangunan awal Masjid Istiqlal menelan biaya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp7 miliar dan US$12 juta. Selain pembangunan awal pada masa lalu, masjid ini juga pernah mendapatkan proyek renovasi besar pada tahun 2019–2020 dengan biaya sekitar Rp511,3 miliar.

Cagar Budaya 

Penetapan Masjid Istiqlal sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional itu berdasarkan Naskah Rekomendasi Penetapan Masjid Istiqlal Sebagai Kawasan Cagar Budaya Nasional, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya Dan Permuseuman, Jakarta, 2013. Peringatan Hari Istiqlal 2023 yang jatuh pada Rabu 22 Februari 2023 menjadi peringatan Hari Istiqlal yang ke-45 tahun.

Masjid Istiqlal Jakarta juga menjadi tempat ibadah cagar budaya yang peduli terhadap keberlangsungan bumi dengan berusaha menerapkan prinsip-prinsip bangunan hijau. Tidak hanya itu, masjid ini juga mendapatkan sertifikat final sistem Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) dari International Finance Corporation (IFC), sekaligus menjadi tempat ibadah pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat pengakuan atas penerapan prinsip-prinsip green building dalam rangka penghematan energi dan keberlanjutan lingkungan. (klc2.kemenkeu.go.id).

Kenangan Masa Kecil

Saya mengenal masjid ini semenjak saya kecil. Biasanya ayah mengajak saya ke masjid ini saat Salat Id. Suatu saat saya mengabadikan masjid Istiqlal dari puncak Monas saat kami berkunjung ke sana. Hasil fotonya tidak mengecewakan. Foto saya ambil tahun 2007.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Liberalisme Politik

Partindo Di Bawah Sukarno