Serangan Terhadap Mentalitas Borjuis
Pada bulan Maret 1962, Presiden mengangkat Aidit dan Nyoto sebagai menteri-menteri penasihat tanpa portfolio. Itu berarti bahwa PKI berada di luar kabinet inti dan berpotensi memberi kesulitan bagi mereka, karena dengan kedudukan itu mereka bertanggungjawab untuk kegiatan pemerintah namun tidak mempunyai kekuasaan. Partai ini hanya semakin kelihatan dan dibenci oleh musuh-musuhnya.
Menurut Ricklefs, PKI memanfaatkan kampanye Irian Barat untuk meningkatkan pengaruh dan memperbanyak jumlah anggota. (2095 : 534).
Pada bulan Juli 1962, jumlah anggota front kaum Tani PKI (BTI) mencari 5,7 juta orang (seperempat dari keseluruhan jumlah petani).
Pada akhir tahun 1962, jumlah anggota SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia) mencapai 3,3 juta orang.
Pada awal tahun 1963, jumlah anggota Pemuda Rakyat dan Gerwani (Gerakan Wanita Indonesia, didirikan tahun 1954), masing-masing mencapai 1,5 juta orang.
Pada akhir tahun 1962 jumlah PKI mencapai 2 juta orang, sehingga menjadikannya sebagai partai komunis terbesar di negara non komunis di manapun.
Jumlah anggota front intelektual PKI, Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat), mencapai 100.000 orang pada bulan Mei 1963. Sejak itu Lekra melancarkan serangan tajam terhadap mentalitas borjuis lawan-lawan intelektualnya.
Pramoedya dan orang-orang berhaluan kiri di dalam Lekra mendapat dukungan dari front intelektual PNI, LKN (Lembaga Kebudayaan Nasional), yang dipimpin oleh Sitor Situmorang, pendukung Sukarno dan Manipol/ USDEK-nya yang setia.
Komentar
Posting Komentar