Program Stabilisasi Ekonomi untuk Indonesia


Meskipun pada akhirnya Amandemen Broomfield  diterima dan disahkan, pemerintahan Kennedy terus melobi Konggres supaya tidak memotong bantuan kepada Indonesia sepenuhnya.

Pada tanggal 22 Juli 1963 Menteri Luar Negeri Rusk mendesak Kennedy untuk melanjutkan program stabilisasi ekonomi Indonesia. Kemudian pada tanggal 24 Juli IMF menyetujui pinjaman jaga-jaga sebesar $ 50 juta bagi Indonesia. Pada tanggal 26 Juli Komite Bantuan Pembangunan/Kelompok Kerja Indonesia menyetujui pinjaman IMF untuk Indonesia dan keesokan harinya, tanggal 27 Juli, program stabilisasi ekonomi untuk Indonesia siap diimplementasikan secara penuh. 

Meskipun muncul perlawanan yang kuat dari PKI, Presiden Sukarno mendukung program stabilisasi ekonomi tersebut. Bagi Bung Karno, program semacam itu penting bagi Deklarasi Ekonomi yang telah dicanangkannya pada tanggal 23 Maret 1963. Di dalam deklarasi tersebut beliau menegaskan niat pemerintahnya untuk membangun kembali perekonomian Indonesia dengan pertama-tama menghapuskan unsur imperialis dan feodal. Karena pelaksanaan deklarasi sangat lambat, bantuan dari luar sangatlah diperlukan.

Roger Hilsman menjelaskan bahwa ada dua bantuan untuk Indonesia. Bantuan pertama untuk menstabilkan perekonomian Indonesia, sedangkan bantuan kedua untuk membantu berbagai lembaga dan unsur di Indonesia yang memiliki potensi untuk menghadang meningkatnya kekuatan dan pengaruh PKI seperti bantuan untuk pelatihan militer. Pemerintah Kennedy juga membantu ABRI dengan program TNI masuk Desa. Tujuannya untuk menarik dukungan rakyat bagi TNI yang diperlukan saat berbenturan dengan PKI.  (Roger Hilsman, Briefing on Indonesia, House of Representatives, Committee on Foreign Affairs, Subcommittee on Far East and the Pacific, Washington DC, August 8, 1963, 5-6. Papers of James C. Thompson Jr., Department of State 1960-1966. Bureau of Intelligence and Research (INR), 1961-1963. Congressional Relations, 1963-1964, House of Representatives, Box 5, Folder : House Foreign Affairs Committee, Briefing on Indonesia, 8/8/63, Kennedy Library). 

Dalam dengar pendapat di Konggres pada tanggal 8 Agustus 1963, Roger Hilsman menjelaskan tiga landasan utama kebijakan AS terhadap Indonesia. Pertama, AS semestinya mendukung kelompok-kelompok anti-komunis di Indonesia. Kedua, pentingnya sumber daya alam Indonesia yang berlimpah, sehingga perlu dibantu menjadi sebuah bangsa yang kuat. Ketiga terkait dengan lokasi strategis Indonesia. Indonesia berada di persimpangan  antara Asia Tenggara dan Pasifik. Jatuhnya Indonesia ke tangan komunis akan merupakan kehilangan besar bagi Blok Barat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Mahabharata

Ki Ageng Suryomentaram