Inggris Kecewa


Pada 5 Agustus 1963, pada KTT di Manila, Presiden Sukarno, Presiden Diosdado Macapagal, dan PM Malaka Tun Abdul Rahman mendukung pendirian Maphilindo. Secara bersama-sama mereka meminta PBB untuk menyelenggarakan sebuah jajak pendapat di Sabah dan Sarawak guna memastikan apakah rakyat kedua wilayah tersebut mau bergabung dengan Federasi Malaysia atau tidak. Baik Indonesia maupun Filipina setuju untuk menerima Malaysia sekiranya jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa rakyat kedua wilayah bekas koloni Inggris itu mendukungnya. Jejak pendapat tidak dilakukan di Brunei karena pada Juli 1963 wilayah tersebut telah memutuskan untuk tidak bergabung dalam federasi.

Merasa gusar dan kecewa dengan hasil pertemuan tingkat tinggi Manila, para pejabat Inggris menuduh Bung Karno memang berniat untuk menghancurkan rencana pendirian Malaysia. 

Presiden Kennedy menulis surat dan meminta PM Inggris Harold McMillan memperlunak sikapnya mengenai Malaysia. Sebagai balasan atas surat Kennedy, McMillan menolak untuk bekerja sama dengan Bung Karno.

Asisten Menteri Luar Negeri untuk Urusan Timur Jauh, Roger Hilsman sangat marah kepada Inggris. Ia menganggap cara-cara Inggris dalam mendirikan Malaysia bisa menghancurkan upaya-upaya AS guna menjalin hubungan yang baik dengan Indonesia, dan membahayakan kepentingan strategis AS di kawasan Asia Pasifik. (FRUS 1961-1963, Vol. XXIII, 723, Wardaya 2008: 319-321).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Mahabharata

Ki Ageng Suryomentaram