Pernikahan dengan Nina


Berdasarkan pengakuan Rukmini, Bung Karno menikah dengan perempuan asal Bengkulu berdarah Jerman bernama Nina pada tahun 1942. 

Siapakah Rukmini ?

Rukmini lahir pada 26 Agustus 1942. Ia disebut sebagai putri dari Sukarno dengan seorang perempuan asal Bengkulu berdarah Jerman bernama Nina. Dalam sejumlah biografi luar negeri dan arsip media Amerika Serikat, Nina disebut sebagai salah satu istri Sukarno yang tidak pernah dipublikasikan secara luas karena kondisi politik dan sosial pada masa itu. Secara protokol negara, garis keturunan ini tidak pernah dilembagakan, namun secara historis dan biologis keberadaannya diakui dalam berbagai catatan internasional.

Sejak usia sangat muda, kehidupan Rukmini sudah dijauhkan dari Indonesia. Pada usia sekitar delapan tahun, ia dikirim ke Roma untuk menempuh pendidikan seni. Di kota inilah bakatnya berkembang pesat. Rukmini menekuni seni opera secara serius dan tumbuh menjadi penyanyi opera profesional. Ia dikenal fasih dalam delapan bahasa dan sempat tampil di panggung-panggung bergengsi dunia, termasuk Carnegie Hall di New York.

Cucu Sukarno 

Di Roma, Rukmini bertemu dengan aktor asal Amerika Serikat, Franklin Latimore Kline. Keduanya kemudian menikah dan menetap di luar Indonesia. Dari pernikahan tersebut, Rukmini memiliki seorang putra bernama Chris Kline. Chris Kline kelak dikenal sebagai jurnalis internasional, pernah bekerja untuk CNN dan meliput perang Irak. Ia secara terbuka mengakui dirinya sebagai cucu Sukarno, sebuah pengakuan yang kembali membuka diskusi tentang keberadaan Rukmini di luar narasi resmi sejarah Indonesia.

Terjerat Masalah Hukum 

Namun perjalanan hidup Rukmini tidak berhenti pada seni dan kehidupan keluarga. Pada tahun 1986, ia terjerat kasus hukum besar di Amerika Serikat. Rukmini divonis hukuman penjara selama 14 tahun atas kasus penipuan dan penggelapan dana senilai sekitar USD 5,5 juta, terkait transaksi pipa baja dengan perusahaan minyak milik negara Meksiko, Pemex, melalui perusahaan Frakenburg Import-Export Ltd. Kasus ini disidangkan di Amerika Serikat dan menjadi salah satu skandal bisnis lintas negara pada masanya.

Peristiwa hukum tersebut, ditambah dengan situasi politik Orde Baru yang secara sistematis membatasi pengaruh dan eksistensi keluarga Sukarno di ruang publik, membuat Rukmini semakin terisolasi. Namanya nyaris tak pernah muncul dalam sejarah resmi Indonesia. Ia menghabiskan sisa hidupnya berpindah antara Amerika Serikat dan Meksiko, jauh dari tanah kelahirannya dan tanpa pengakuan negara.

Meninggal Dunia 

Rukmini Sukarno dilaporkan meninggal dunia pada 1 Mei 2009 dalam usia 66 tahun. Informasi ini terkonfirmasi dalam berbagai basis data biografi dan arsip berita internasional. (Bumi Pusaka, 20 Februari 2026).

Informasi dari Tribun News

Dalam sebuah wawancara, Rukmini mengaku lahir di Pangkal Pinang, Bangka Belitung, 26 Agustus 1942. Ibunya bernama Nina, perempuan Bengkulu keturunan Jerman. Menurut Rukmini, Nina menikah secara sah dengan Sukarno sebelum sang proklamator menikahi Fatmawati. Dia mengaku sempat dititipkan di keluarga Tionghoa yang memberiknya nama Nyuk Lan.

Rukmini mengklaim punya surat kelahiran atas nama Rukmini yang ditandatangani Sukarno. Namun hingga kini dokumen tersebut tidak pernah muncul ke publik.

Rukmini Sukarno dikenal sebagai penyanyi opera internasional. Dia sempat tinggal di Roma pada tahun 1960-an. Rukmini mengaku mampu menuturkan delapan bahasa dengan fasih.Hal itu membuatnya bisa menyanyikan lagu dari berbagai negara di seluruh dunia.

Pada awal 1960-an, dia bertemu dengan aktor film Amerika Serikat, Franklin Latimore Kline (1925-1998) yang kemudian menjadi suaminya. Franklin pernah mengadakan konser untuknya di Carnegie Hall dan menyebutnya sebagai Fiesta Mundo (pesta dunia). Pasangan ini dikaruniai seorang putra bernama Chris Kline yang berprofesi sebagai seorang jurnalis.

Rukmini Sukarno juga dikenal sebagai seorang pengusaha. Pada akhir 1970-an, ia menjadi pemilik tunggal Frankenburg Import-Export Ltd. Perusahaan Kansas yang terdaftar di Meksiko ini merupakan penyuplai perantara produk baja ke negara itu.

Rukmini Sukarno karno kemudian terjerat masalah hukum atas kasus penggelapan uang. Dia menggelapkan uang 5,5 juta dolas AS milik perusahaan minyak Meksiko, Pemex. Uang itu mestinya dibayarkan ke perusahaan Jepang, Nissho Iwai American Corp, untuk pembelian 93 ribu meter pipa. Dia kemudian dihukum penjara 14 tahun dan denda 10.000 dolar AS. Sempat melarikan diri, Rukmini menyerahkan diri kepada pihak berwenang dan dipenjara di Houston. Dia mengaku melarikan diri setelah divonis bersalah karena panik dan jatuh sakit. Rukmini kemudian ditahan dengan jaminan sebesar $500.000. Pada Juli 1988, permintaan bandingnya terhadap hasil penuntutan hukumnya terhadap Nissho-Iwai American Corporation ditolak oleh Mahkamah Banding Amerika Serikat untuk Sirkuit Kelima.

Setelah kasus tersebut, Rukmini seolah menghilang bak ditelan bumi. Dia dikabarkan meninggal dunia pada tahun 2009. Tidak diketahui secara pasti kapan dan di mana jenazahnya dimakamkan.  (Hefty Suud,

jatim.tribunnews.com, 3 Juli 2024).


Sementara itu Tempo 14 Januari 1978 memuat berita sebagai berikut :

"Wanita bernyali besar, ...

Rukmini, alias Lay Nyuk Lan, mengaku sebagai anak tertua Bung Karno. Menikah dengan Frank Lattimore Kline. Kini bermukim di New York sebagai pengusaha. Ahmad Subardjo, eks Menlu membantah pengakuan tersebut. (tk) (tempo.co).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Mahabharata

Ki Ageng Suryomentaram