Upaya Kennedy Menenangkan Bung Karno


Pada tanggal 26 September 1963 Presiden Kennedy mengirimkan sebuah pesan pribadi yang isinya mendesak Presiden Sukarno supaya menenangkan diri selama beberapa hari hingga komunikasi dapat berjalan kembali dan sikap kenegarawanan menjalankan fungsinya dalam menyembuhkan luka-luka yang ada. 

Bung Karno menjawab dengan mengatakan bahwa asal Tunku Abdul Rahman juga bersedia berhenti sejenak, dia pun akan melakukan hal yang sama. Ia bahkan bersedia untuk ikut dalam suatu pertemuan tingkat tinggi lain yang diadakan di Manila bila perlu. 

Bung Karno juga memberitahu Presiden Kennedy bahwa dia siap untuk menenangkan diri tetapi tidak untuk mundur. 

Menurut catatan di Departemen Luar Negeri AS, ketika sebelum pendeklarasian Malaysia pemerintah Inggris meminta AS untuk mendukung hasil jajak-pendapat PBB dan pembentukan Federasi Malaysia, pemerintah Kennedy bersedia mengiyakannya, tetapi hanya setelah informasi tentang hal itu disampaikan kepada Jakarta dan Manila. (Department of State, Central Files, POL Indonesia-Malaysia dalam FRUS, 1961-1963, Vol. XXIII, 729 #3).

Untuk meredakan kemarahan Indonesia, Kennedy mendorong pemerintah Malaysia, Filipina, Inggris, Australia, Selandia Baru dan Indonesia untuk menggunakan cara diplomasi damai guna mencari penyelesaian yang memuaskan semua pihak. 

AS juga mendesak PM Malaysia yang baru untuk berendah diri dan mengupayakan rekonsiliasi dan hubungan normal dengan Indonesia dan Filipina. Terkait penolakan Filipina, pemerintahan Kennedy melihat Filipina ingin "menyenangkan Indonesia... dan menyelamatkan diri dari rasa malu sebelum kemudian mengakui Malaysia."  (Memorandum for Mr. Bundy from C.L. Alexander, 25 September 1963, Papers of President Kennedy, National Security Files, Countries, Box 114A, Folder: Indonesia, General 9/63, Kennedy Library).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Mahabharata

Ki Ageng Suryomentaram