Postingan

Museum, Pusat Ekonomi Kreatif

Museum, Pusat Ekonomi Kreatif Oleh Harjoko Sangganagara | Daily Investor. Sabtu, 19 November 2011 | 22:19 Penggabungan bidang kebudayaan ke dalam Kementerian Pendidikan Nasional menimbulkan keruwetan dan tumpang tindih di lapangan. Restrukturisasi organisasi tersebut di level bawah bisa menyebabkan pemborosan dan disorientasi program. Selain itu, penggabungan bisa menyebabkan terjadinya devaluasi atau penurunan nilai ekonomi kreatif nasional. Akhir-akhir ini kebudayaan nasional mulai bergairah karena tatakelolanya mulai menyentuh aspek komersialisasi yang sistemik. Banyak entitas kebudayaan seperti museum, taman budaya, sanggar seni tradisi dan lain-lain mulai menggeliat ketika diurus oleh Kementerian Budaya dan Pariwisata. Namun, dengan berpindahnya urusan kebudayaan ke Kementerian Pendidikan, dikhawatirkan terjadi perlambatan dalam mengurus entitas kebudayaan. Karena untuk mengurus pendidikan saja sudah kalang kabut, apalagi politik anggaran di daerah selama ini kurang berpihak terha...

PELESTARIAN BUDAYA DAERAH

Harjoko Sangganagara Nilai-nilai Kearifan Lokal yang Dikembangkan dalam Pendidikan Bahasa Sastra dan Aksara Daerah Bahasa, sastra dan aksara daerah merupakan wujud kebudayaan daerah yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal yang tidak terpermanai. Di samping itu bahasa, sastra dan aksara daerah merupakan unsur kebudayaan daerah dan bagian dari kebudayaan nasional yang berperan dalam meninggikan martabat dan peradaban bangsa. Menurut Pusat Bahasa, di Indonesia ada 749 bahasa daerah. Untuk melestarikan, membina serta mengembangkannya maka pemeliharaan bahasa, sastra dan aksara daerah yang ada di Jawa Barat diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2003. Dinas Pendidikan diberi tanggungjawab dalam pendidikan dan pengajaran bahasa, sastra dan aksara daerah, sedangkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bertanggungjawab dalam memeliharanya. Bahasa Daerah yang digunakan oleh penduduk di Provinsi Jawa Barat sangat beragam karena Jawa Barat dihuni tidak hanya oleh suku bangsa Sunda, Betawi dan ...

Potensi komik sebagai media pengantar komunikasi belum dikembangkan

Bandung, Kompas - Potensi komik sebagai media pengantar komunikasi belum dikembangkan sepenuhnya di Indonesia. Padahal, komik telah dilirik untuk berbagai kepentingan di beberapa negara maju. ”Komik telah dianggap media baru yang memiliki kekuatan unik. Komik bisa dengan ringan dan santai menyampaikan suatu maksud dan tujuan,” kata komikus sekaligus Dosen Desain Komunikasi dan Visual Institut Teknologi Harapan Bangsa Okky Tri Baskoro di sela-sela lokakarya Bandung Indie Comic Now di Institut Teknologi Bandung, Rabu (1/12). Okky memberi contoh tentang buku sejarah berbalut komik karya komikus Amerika Serikat Larry Gonick. Buku sejarah yang telah terbit hingga jilid kelima itu sangat laris dan telah diterjemahkan ke banyak bahasa. Hal sama terjadi di Korea Selatan. Komikus Kim I Rang bekerja sama dengan Yim Sook Young menerbitkan buku pengetahuan sedunia. Okky menambahkan, komik juga digunakan sebagai media promosi di banyak negara, baik dalam bentuk profil perusahaan maupun untuk promos...

Ramayana

Ramayana From Wikipedia, the free encyclopediaJump to: navigation, search For other uses, see Ramayana (disambiguation). The Rāmāyaṇa (Sanskrit: रामायण, IPA: [rɑːˈmɑːjəɳə]) is an ancient Sanskrit epic. It is ascribed to the Hindu sage Valmiki and forms an important part of the Hindu canon (smṛti). The Ramayana is one of the two great epics of India, the other being the Mahabharata.[1] It depicts the duties of relationships, portraying ideal characters like the ideal servant, the ideal brother, the ideal wife and the ideal king. The name Ramayana is a tatpurusha compound of Rāma and ayana ("going, advancing"), translating to "Rama's Journey". The Ramayana consists of 24,000 verses in seven books (kāṇḍas) and 500 cantos (sargas),[2] and tells the story of Rama (an incarnation of the Hindu preserver-God Vishnu), whose wife Sita is abducted by the demon king of Lanka, Ravana. Thematically, the epic explores the tenets of human existence and the concept of dharma.[3...

Komik Wayang

WAYANG ITU KOMIK Tuesday, 25 August 2009 oleh: Arswendo Atmowiloto Dipublikasikan pertama kali di Majalah Tempo, edisi 24-31 Agustus 2009 SEBENARNYA periode komik wayang tak pernah dikenang karena penerbit komik waktu itu menamainya ”komik klasik”. Periode ini ditandai setelah era jenis Sri Asih (tentu bersama Nina, Garuda Putih, Kapten Kilat), superhero yang dianggap kurang nasionalis, mengumbar khayal, dan tuduhan paling aneh: membuat anak-anak malas membaca. Dr Marcel Boneff, pakar komik Indonesia yang selalu jadi rujukan, menggambarkannya sebagai du fruit defendu, buah terlarang. Lebih buruk dari buah simalakama—masih bisa dimakan. Para penerbit, terutama Melodie dan Cosmos, keduanya di Bandung, sama-sama di Jalan ABC, menghentikan manusia sekaligus dewa itu. Tokoh pahlawan beralih ke cerita rakyat, Ganesha Bangun, Loetoeng Kasaroeng, oleh komikus yang sama, R.A. Kosasih, yang kemudian menserialkan Ramayana dan Mahabharata. Juga nama sejajar sebelumnya, John Lo, serta yang meleg...

Mahabharata

Gambar
Mahabharata From Wikipedia, the free encyclopedia Jump to: navigation, search This article is about the Sanskrit epic. For other uses, see Mahabharata (disambiguation). This article is semi-protected to prevent sock puppets of currently blocked or banned users from editing it. Manuscript illustration of the Battle of Kurukshetra Krishna, Arjuna at Kurukshetra, 18-19th century painting. The Mahabharata (Sanskrit Mahābhārata महाभारत) is one of the two major Sanskrit epics of ancient India, the other being the Rāmāyaṇa. The epic is part of the Hindu itihāsa (or "history"). Besides its epic narrative of the Kurukshetra War and the fates of the Kauravas and the Pandavas, the Mahabharata contains much philosophical and devotional material, such as a discussion of the four "goals of life" or purusharthas (12.161). The latter are enumerated as dharma (right action), artha (purpose), kama (pleasure), and moksha (liberation). Among the principal works and stories that ar...