Tengku Abdul Rahman vs Sukarno


Pada 11 Desember 1962 Tengku Abdul Rahman secara terbuka mengutuk Indonesia dan menuduh Indonesia telah melatih kaum pemberontak untuk menentang pembentukan Malaysia. 

Menanggapi tuduhan tersebut, Subandrio menyatakan bahwa bila Tengku terus bersikap bermusuhan terhadap Indonesia, "tidak ada alternatif lain bagi Indonesia kecuali menerima tantangan Tengku." 

Presiden Sukarno menguatkan pernyataan Subandrio itu dengan mengumumkan pada tanggal 15 Agustus 1962 bahwa "rakyat Indonesia bersimpati pada rakyat Kalimantan Utara."

Sebagai balasan, Tengku menyebut Azahari "pengkhianat", dan menuduh bahwa penentangan Indonesia terhadap Malaysia didalangi PKI. (Chronology - War of Words Between Indonesia and Malaysia, 7 Maret 1963, Papers of President Kennedy, National Security Files, Countries, Box 114, Folder: Indonesia, General, 3/63-4/63, John F. Kennedy Library, Boston, Massachusetts). 

Bung Karno makin lama makin yakin bahwa pembentukan federasi tersebut adalah rancangan yang dibuat oleh negara-negara kolonial untuk mengepung Indonesia yang notabene belum lama bebas dari penjajahan.

Persemakmuran 

Sebagai salah satu anggota Persemakmuran Inggris, Malaysia akan menerima dukungan dan perlindungan dari anggota-anggota Persemakmuran lain di kawasan Asia Pasifik, Australia dan Selandia Baru. 

ANZUS 

Australia dan Selandia Baru sudah menandatangani suatu pakta militer dengan Amerika dalam bentuk Perjanjian ANZUS (Australia, New Zealand, United States). 

Australia sendiri telah menyatakan kesiapannya untuk "memberikan bantuan militer guna mempertahankan Malaysia bila ada invasi bersenjata atau aktivitas subversif yang didalangi atau didukung oleh pihak-pihak di luar Malaysia." 

Di bawah pakta ANZUS, setiap serangan terhadap pasukan Australia di Malaysia secara teoretis dapat membuat Amerika terlibat untuk membantu mereka.(FRUS, 1961-1963, Vol. XXIII, 731).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Pidato Soepomo

Ibukota Pindah ke Yogyakarta