Indonesia dalam Kerangka Perang Dingin


Dukungan yang terus diberikan pemerintahan Kennedy bagi Indonesia sejalan dengan pertimbangan Perang Dingin untuk mencegah Indonesia yang netral bergabung ke Blok Komunis. Pertimbangan itu makin menguat setelah Washington melihat peningkatan drastis bantuan Soviet dan negara-negara komunis lainnya kepada Indonesia. 

Bantuan ekonomi yang diberikan Moskow ke Indonesia merupakan yang  terbesar ketiga setelah India dan Mesir. 

Robert Kennedy khawatir bahwa Uni Soviet maupun Cina Komunis akan melebarkan sayapnya ke wilayah -wilayah lain di Asia Tenggara. 

Setelah membantu memastikan penyelesaian yang damai atas perselisihan Irian Barat, pemerintah Kennedy berusaha memanfaatkan momentum itu untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Indonesia. 

Lembaga militer AS secara khusus merekomendasikan diperbaikinya ikatan militer antara kedua negara. Untuk membuktikan niat Amerika membangun relasi yang lebih dekat dengan Indonesia adalah kunjungan Calon Kepala Staf Bersama Jenderal Maxwell Taylor pada tanggal 16-19 September 1962. 

Plan of Action (Rencana Aksi)

Sehari setelah penandatanganan Perjanjian Middleburg, Presiden AS memberitahu Menteri Luar Negeri Dean Rusk, Direktur CIA dan para pejabat tinggi pembuat kebijakan luar negeri mengenai kebijakan untuk membantu Indonesia membangun kembali infrastruktur ekonomi dan militernya. Kennedy lalu memerintahkan Departemen Luar Negeri untuk menyusun suatu Rencana Aksi mengenai inisiatif itu paling lambat tanggal 15 September 1962. 

Pada tanggal 15 September 1962 Rancangan Aksi diserahkan Departemen Luar Negeri AS kepada Presiden Kennedy. 

Para penyusun rancangan Rencana Aksi mengingatkan Presiden Kennedy mengenai pentingnya posisi strategis Indonesia bagi AS. Jatuhnya Indonesia ke tangan komunis akan mengancam kehadiran AS di indocina (Memorandum from the Under Secretary of State to President Kennedy, FRUS, 1961-63, Vol. XXIII, 640).

Posisi Strategis Indonesia Melawan Imperialisme

Di sisi lain PM Uni Soviet Kruschev melihat Indonesia sebagai negara yang punya potensi untuk menjadi salah satu negara sosialis terkuat di dunia. Kruschev juga memandang Indonesia secara strategis berada dalam perjuangan melawan imperialisme. (Nikita Khrushchev, Kruschev Remembers : The Last Testament, New York: Bantam Books, 1976 : 373-376)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pidato Muhammad Yamin

Ibukota Pindah ke Yogyakarta

Pidato Soepomo