Postingan

Imperium Abbasiyah

Imperium Abbasiyah muncul menggantikan Umayyah lewat revolusi. Meskipun sama-sama menganut monarkhi, terdapat perbedaan menonjol di antara keduanya, demikian menurut Din Syamsuddin dan Sudarnoto. Pertama, Dinasti Abbasiyah menghapuskan ekslusivisme elite Arab, terutama dalam praktik kepemimpinan sosial politik. Imperium ini cenderung mengakodasi unsur Non-Arab (terutama Persia) dalam elite politik. Karena itu ada pendapat yang menyatakan bahwa telah terjadi transformasi penting dari kerajaan (kingdom) Arab ke satu bentuk sistem kerajaan yang relatif lebih Islami (Islamic Empire). Kedua, karena inklusivisme itulah Abbasiyah berhasil membangun sebuah tradisi Islam dan menghadirkan berbagai elemen kultural yang mampu menciptakan sintesa sosio-kultural yang dinamis. Struktur hukum Islam terbentuk, tradisi filsafat Islam berkembang pesat, dan tradisi Nabi SAW (sunah) hidup subur. Inklusivisme itu menciptakan suatu situasi di mana khalifah tidak lagi menjadi satu-satunya faktor pengik...

Sistem Khilafah

Pada tahun 1924 Turki di bawah Kemal Attaturk, menghapuskan jabatan khalifah. Dengan adanya kekosongan kekalifahan tersebut, Raja Faruq dari Mesir dan Raja Ibn Saud dari Arab Saudi bermaksud menyelenggaraka n suatu konferensi Islam internasional guna membahas masalah kekhalifahan tersebut. Kaum muslim Indonesia membentuk komite-komite yang akan menghadiri dua konferensi tersebut. Berikut ini penjelasan mengenai Sistem Khilafah. Sepeninggal Nabi Muhammad SAW, kondisi yang dihadapi oleh umat Islam makin kompleks, termasuk menyangkut kepemimpinan politik masyarakat Islam, yang lazim disebut khilāfah. Secara etimologis, kata khilāfah berarti perwakilan, penggantian. Dalam sejarah, khilafah dikenal sebagai institusi politik Islam pengganti atau penerus fungsi Rasulullah SAW sebagai pembuat syarak dalam urusan agama dan politik. Ibn Khaldun mengatakan bahwa sinonim khilāfah adalah imāmah, yang berkaitan dengan penggantian fungsi Rasulullah SAW oleh seseorang untuk memelihara agama dan m...

K.H. Mas Mansur Satu Dari "Empat Serangkai"

Sewaktu Kongres Umat Islam di Mekah membahas masalah khilafah, H.O.S. Tjokroaminoto dan K.H. Mas Mansur datang mewakili umat Islam Pulau Jawa. Biografi singkat Pak Tjokro sudah saya sampaikan pada tulisan terdahulu. Kini saya ingin menyampaikan biografi Kiai Haji Mas Mansur. Kiai Haji Mas Mansur (1896-1946) adalah salah seorang pahlawan nasional. Pernah menjadi Ketua Umum Muhammadiyah dari tahun 1937 hingga 1943. Saat pendudukan Jepang terdapat "Empat Serangkai" sebagai pucuk pimpinan rakyat : Ir Sukarno, Drs Mohammad Hatta, Ki Hadjar Dewantara dan KH Mas Mansur. Mas Mansur dilahirkan di Kampung Sawahan, Surabaya. Ia berasal dari keluarga pesantren Sidoresno. Setelah belajar pada ayahnya dan seorang kiai di Pesantren Kademangan Madura, pada usia 12 tahun ia meneruskan belajar ke Mekah. Walau tidak disetujui sang ayah ia belajar di Universitas Al Azhar Kairo. Di Mesir ia membaca banyak sastra Barat dan mengunjungi beberapa pesantren. Atas permintaan ayahnya, menjelang Perang D...

Haji Rasul

Pada tahun 1924 Turki di bawah Kemal Attaturk, menghapuskan jabatan khalifah. Dengan adanya kekosongan kekalifahan tersebut, Raja Faruq dari Mesir dan Raja Ibn Saud dari Arab Saudi bermaksud menyelenggaraka n suatu konferensi Islam internasional guna membahas masalah kekhalifahan tersebut. Kaum muslim Indonesia membentuk komite-komite yang akan menghadiri dua konferensi tersebut. Sewaktu Kongres Umat Islam di Mekah, HOS Tjokroaminoto dan KH Mas Mansjoer mewakili Jawa sedangkan Haji Rasul mewakili Sumatra dan saat mengunjungi Mesir, Haji Rasul mendapat Dr (Hc) dari Universitas Al Azhar. Sejauh yang saya ketahui, ini adalah gelar Dr (Hc) dari Universitas Al Azhar bagi orang Indonesia yang pertama. Siapakah Haji Rasul ? Haji Abdulkarim Amrullah (HAKA) nama aslinya Muhammad Rasul yang merupakan ayah dari HAMKA, mengganti nama dengan Abdulkarim setelah naik haji pertama kali 1894. Ia adalah ulama pembaharu yang sangat dipengaruhi Djamaluddin Al Afghani dan Muhammad Abduh. Setelah berkunjung...

Runtuhnya Kekalifahan Usmani

Pada tahun 1924 Turki di bawah Kemal Attaturk, menghapuskan jabatan khalifah setelah diklaim oleh sultan sultan Usmani selama enam ratus tahun. Dengan adanya kekosongan kekalifahan tersebut, Mesir bermaksud menyelenggaraka n suatu konferensi Islam internasional guna membahas masalah kekhalifahan tersebut. Pada saat yang sama di jazirah Arab terjadi kekacauan ketika pada tahun 1924, Ibn Saud merebut Mekah dengan membawa ide-ide pemurnian Wahabbi dan mengklaim dirinya sebagai khalifah. Dia pun mengundang seluruh umat Islam ke dalam suatu konferensi kekhalifahan. Selama tahun 1924-1926 kaum muslim Indonesia membentuk komite-komite yang akan menghadiri dua konferensi tersebut, tetapi wakil-wakilnya sebagian besar adalah modernis dan Tjokroaminoto tampil menonjol ( Ricklefs, 2005: 369). Para ulama Syafi'i Indonesia yang sudah cukup makan garam, tidak menyukai modernisme yang mereka samakan dengan Wahabbisme, yaitu suatu gerakan pemurnian yang hanya mengakui kewenangan Mazhab Hambali. M...

Persatuan Islam (Persis)

Pembaruan Islam mencapai puncaknya ketika pada tanggal 12 September 1923 di Bandung berdiri Persatuan Islam (Persis) yang menyatakan diri tidak menganut mazhab tertentu. Persis didirikan oleh Haji Zamzam dan Haji Muhammad Yunus. Haji Zamzam & Haji Muhammad Yunus sama berasal dari Palembang. Zamzam seorang ulama yang menuntut ilmu di Darul Ulum di Mekah selama tiga tahun dan pernah mengajar di madrasah Dar al-Muta'allimin  di Bandung. Sedangkan Yunus adalah seorang saudagar yang gemar belajar dengan membaca buku-buku agama dan tidak pernah menjadi guru agama, tetapi di tengah-tengah kesibukannya sebagai pedagang, ia selalu menyempatkan diri mendalami agama. Sebagai pedagang yang kaya ia mampu membeli bermacam-macam kitab agama yang ada. Keduanya sering mengadakan pengajian di kalangan komunitas orang Palembang yang tinggal di Bandung di mana keduanya menjadi nara sumber. Dari sanalah muncul ide mendirikan organisasi dan lantas tahun 1923 mereka memutuskan untuk membentuk organi...

Taman Siswa Yang Menolak Bantuan Pemerintah

Selain arus Islam modernis dan sosialisme pada tahun 1922 muncullah arus kebudayaan melalui pendidikan. Ada yang mengatakan ini merupakan reaksi positif terhadap pembaharuan Islam. Pada tahun 1922, Suwardi Surjaningrat (KHD) mendirikan Taman Siswa di Yogyakarta, yang memadukan pendidikan gaya Eropa yang modern dengan seni-seni Jawa tradisional. Taman Siswa yang didirikan oleh Ki Hadjar Dewantara di Yogyakarta pada 3 Juli 1922 dengan nama Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa ini dikenal sebagai perguruan nasional yang bertujuan mengganti sistem pendidikan Belanda dengan sistem pendidikan yang sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Ketika dibuang di Belanda (1913-1919), KHD mulai mengenal dan mempelajari pendidikan modern dari Dr Maria Montessori dan Jan Lichthart, tokoh pendidikan modern Belanda. Saat kembali ke Indonesia dan sebelum mendirikan Taman Siswa, KHD menjadi guru di sekolah milik kakaknya, R.M. Soerjopranoto, dan kemudian mendirikan taman kanak-kanak Taman Indriya sert...