Postingan

PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia)

Gambar
    Agresi militer dilancarkan oleh tentara Kerajaan Belanda untuk kedua kalinya dalam upaya merebut Ibu Kota RI di Yogyakarta. Serangan itu dilakukan pada pada tanggal 19 Desember 1948 dengan sasaran pertama lapangan terbang Maguwo (Lanuma Adisucipto). Beberapa jam kemudian tentara Belanda berhasil menduduki kota Yogyakarta dan menangkap beberapa pemimpin Indonesia, termasuk Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta. Serangan ini merupakan pelanggaran terhadap Perjanjian Renville yang ditandatangani tanggal 17 Januari 1948 antara pemerintah RI dan kerajaan Belanda. Sebelum ditangkap Presiden Sukarno memberikan mandat kepada Menteri Perekonomian RI Mr. Syafruddin Prawiranegara untuk membentuk pemerintahan darurat. Kalau tidak mungkin supaya Menteri Keuangan Mr. A.A. Maramis yang sedang berada di luar negeri untuk menggantikan Mr. Syafruddin tersebut   Pada tanggal 27 Desember 1948, Presiden Sukarno, Sutan Sjahrir dan H. Agus Salim diasingkan ke Bras...

Berdirinya Persatuan Guru Hindia Belanda Pada Tahun 1912

Gambar
  Pada 1912, berdiri persatuan organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). PGHB beranggotakan kepala sekolah, guru bantu, guru desa, sampai perangkat sekolah lainnya. Tujuan didirikannya PGHB saat itu adalah untuk memperjuangkan nasib para anggota walaupun dengan latar pendidikan yang berbeda-beda. Kebanyakan dari guru tersebut bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua dengan latar belakang pendidikan yang beragam. Sekolah-sekolah tersebut menggunakan bahasa daerah ditambah bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar.  Perbedaan status, pangkat, hingga latar belakang pendidikan membuat PGHB sulit untuk memperjuangkan nasib anggotanya.  PGHB yang   unitaristik berkembang pada masa itu dan   memicu munculnya organisasi-organisasi guru baru, yaitu Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Guru Desa (PGD), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), Perserik...

Agresi Kedua (19–20 Desember 1948)

Gambar
Setelah mengabaikan usulan kompromis yang ditawarkan oleh pemerintahan Hatta, pada tanggal 17 Desember 1948 Belanda mengeluarkan ultimatum supaya pemerintah Republik menyetujui semua proposal yang diajukan Belanda dalam waktu delapan belas jam. Mereka sadar bahwa pemerintah Republik tidak akan mampu memberikan tanggapannya dalam waktu sesingkat itu. Pada tanggal 18 Desember 1948 malam Belanda secara secara sepihak menyatakan pembatalan perjanjian gencatan senjata sebagaimana tercantum dalam perjanjian Renville. Tidak sampai sepuluh jam kemudian, yakni dinihari tanggal 19 Desember 1948,   militer Belanda melancarkan serbuan militer terhadap Republik Indonesia (Wardaya, 2008 : 66-67). Pembatalan Belanda atas perjanjian Renville diterima di Yogyakarta pada pukul 05.30 pagi.   Serangan pesawat pembom Belanda buatan Amerika menyerang pangkalan udara terdekat. Setelah kekuatan pertahanan dihabisi dengan bom dan luncuran roket sekitar satu jam, 900 pasukan payung Belanda dite...

Setelah Peristiwa Madiun CIA Mengirim Arturo Campbell ke Indonesia

Gambar
Keberhasilan Republik menumpas pemerontakan kaum komunis mengubah simpati samar-samar Amerika yang didasarkan atas sentimen-sentimen anti-penjajahan menjadi dukungan diplomatik yang didasarkan pada strategi global. Pemikiran strategi Amerika kini didominasi oleh ide bahwa “perang dingin” sedang berlangsung antara “dunia bebas” yang dipimpin Amerika dengan blok yang dipimpin Uni Sovyet. Di dalam kerangka ini, Republik Indonesia telah menunjukkan dirinya antikomunis dan patut mendapat dukungan Amerika. Ketika Belanda melaksanakan percobaan terakhir mereka menaklukkan Indonesia, Amerika Serikat memberikan dukungan diplomatik mereka kepada Indonesia (Ricklefs, 2005 : 462). Keberhasilan itu menjadi semacam berita gembira, di mana sebuah negara yang baru merdeka telah mampu berdiri tegak melawan penyebaran komunisme. Hal itu meyakinkan para pejabat AS bahwa para pemimpin Republik bukanlah orang-orang yang berhaluan komunis. Peristiwa itu juga menunjukkan besarnya kekuasaan dan pengaruh...

PON Pertama Diselenggarakan di Tengah Revolusi

Gambar
    Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama kali diadakan di Surakarta atau Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 9 – 12 September 1948. PON pertama tersebut diadakan tidak hanya sekedar sebagai ajang pertandingan olah raga, tetapi juga mengandung tujuan politik yaitu menunjukkan keberadaan dan eksistensi negara Republik Indonesia di mata dunia. PON I tersebut mampu menarik perhatian negara-negara di dunia, dan secara gencar diliput oleh media masa dunia meskipun Indonesia dalam tekanan NICA. Konferensi PORI Rencana penyelenggaraan PON pertama kali tercetus dan diputuskan di dalam konferensi PORI (Perhimpunan Olahraga Republik Indonesia) di Surakarta pada tanggal 2 dan 3 Mei 1948 yang dihadiri antara lain oleh utusan PORI daerah serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan Pengajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia. Salah satu keputusan konferensi PORI adalah akan menyelenggarakan Kongres Olahraga II tanggal 9-11 September 1948 sekaligus menyelenggarakan PON I. ...

Soemarsono Orang Ketiga dalam Peristiwa Madiun

Gambar
Soemarsono yang lahir di Kutoarjo tahun 1921 adalah Gubernur Militer Madiun dan   menjadi orang ketiga setelah Amir Sjarifoedin dan Muso saat terjadi pemberontakan Madiun tahun 1948. Saat itu ia berpangkat Kolonel. Soemarsono adalah tokoh kedua setelah Bung Tomo dalam peristiwa 10 November 1945. Dialah pelaku perobekan bendera Belanda di hotel Yamato. Apabila Bung Tomo diberi gelar sebagai Pahlawan Nasional, tidak demikian dengan Soemarsono. Dia menjadi buron dalam Madiun Affair, meskipun berhasil lolos dengan memasuki wilayah tentara Belanda. Saat Aidit menjadi Ketua PKI   tahun 50-an Soemarsono dihukum buang oleh Aidit selama 14 tahun dan dia pun dilarang mengaku sebagai anggota PKI. Selama pembuangannya itu dia menyamar sebagai guru di Pematang Siantar sebelum ditangkap penguasa Orde Baru setelah terjadinya peristiwa Gestok tahun 1965. Pada suatu kesempatan dia berhasil lolos ke Australia dan menjadi warga negara Australia. Setelah reformasi dia berkunjung ke ...