Postingan

Inggit Garnasih Srikandi Indonesia

Beberapa hari yang lalu sudah kami sampaikan bahwa Asmara Hadi yang mengusulkan kepada Bung Karno agar lima dasar negara yang digagasnya diberi nama Panca Sila. Asmara Hadi dilahirkan dengan nama Ipih Abdul Hadi tahun 1914 di Bengkulu, namun ia sering menggunakan nama samaran Asmara Hadi atau inisial HR yang merupakan singkatan Hadi dan Ratna. Ratna Djuami, istrinya, adalah anak angkat Bung Karno dan Inggit Garnasih. Biografi Asmara Hadi dan Bung Karno sudah kami sampaikan. Sekarang kami sampaikan biografi Inggit Garnasih yang kami dapatkan dari tulisan Soebagijo I.N. yang bersumber dari tiga buku, yakni : (1) Kuantar ke Gerbang karya Ramadhan KH, Penerbit Sinar Harapan, Jakarta; (2) Catatan Kecil Bersama Bung Karno karya Fatmawati, Penerbit PT Dela-Rohita, Jakarta; dan (3) Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adam, Penerbit Gunung Agung, Jakarta. Selain itu kami tambahkan beberapa informasi dari sumber primer maupun sekunder. Biografi Inggit Garnasih  Inggit Ga...

Asmara Hadi dan Partindo (Baru)

  Pamflet berjudul Appeal Juli 1960 terkenal dengan sebutan Buku Merah, karena sampulnya warna merah dan karena para pemimpin konservatif ingin melecehkan bahwa buku tersebut diilhami oleh komunisme. Isinya melanjutkan gerakan pembaharuan Sarmidi dan Partindo (Partai Indonesia) yang terhenti, tetapi dengan sebuah perbedaan, dalam arti pembentukan Partindo merupakan akhir dari satu tahap gerakan pembaharuan partai. Misalnya, kritik para pemimpin Partindo terhadap PNI dan para pemimpinnya tidak jauh dari kritik GMNI dan Pemuda Demokrat. Namun, dengan membentuk partai baru dan kegagalan untuk menarik dukungan yang cukup besar, para pemimpin Partindo membawa pembaharuan PNI menuju jalan buntu (Rocamora, 1961). Partindo  Beberapa sumber mengatakan bahwa Partindo (baru) didirikan tahun 1965. Tetapi berdasarkan tulisan J. Elisio Rocamora tersebut, Partindo sudah ada sejak bahkan tahun 1960. Ada yang mengatakan Partindo berdiri tahun 1958 dengan Asmara Hadi sebagai Wakil Ketua II ...

Membangun Dunia Kembali (To Build The World Anew)

Pada tanggal 30 September 1960, Presiden Sukarno menyampaikan pidato di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berjudul To Build The World Anew. Departemen Penerangan menerbitkankannya dalam terbitan berbahasa Indonesia berjudul Membangun Dunia Kembali.  Kini Pidato Bung Karno To Build the World Anew menjadi warisan dokumenter  yang ditetapkan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO) menjadi Ingatan Kolektif Dunia (Memory of the World), Rabu 24 Mei 2023. --- MEMBANGUN DUNIA KEMBALI (TO BUILD THE WORLD ANEW) Terjemahan dari Bahasa Inggris Teks pidato Presiden Soekarno di muka Majelis Umum PBB ke-15 pada siang hari tanggal 30 September 1960 Tuan Ketua, Para Yang Mulia, Para utusan dan Wakil yang terhormat, Hari ini, dalam mengucapkan pidato kepada Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, saya merasa tertekan oleh suatu rasa tanggung jawab yang besar. Saya merasa rendah hati berbicara di hadapan rapat agung daripada negarawan-n...